
Pagi ini mansion Al Jordan ramai dengan keluarga besar McGregor, Al Jordan, Pratomo dan Blair. Bahkan para sesepuh seperti Oom Aryanto dan istrinya Rani dan Tante Adriana bersama suaminya Eddie Reeves pun datang. Tante Adinda dan Oom Alex pun tidak ketinggalan datang dari Manchester. Begitu juga dua sahabat Nabila, Sean dan Brandon yang sudah dianggap keluarga sendiri.
Hiro malah berseloroh tanpa harus mengundang kolega bisnis, keluarganya sendiri sudah memenuhi mansion bagaikan kondangan kawinan.
Hari ini diadakan acara nujuh bulan sesuai dengan adat Jawa. Hiro sendiri excited mengikuti semua acara putrinya karena dulu waktu Shanum hamil si kembar, dia tidak ada disampingnya. Karena acara nujuh bulanan atau tingkeban hanya dilakukan pada anak pertama, jadi waktu Shanum hamil Masayuki, tidak dilakukan lagi.
Tidak heran kalau acara kali ini, Hiro lah yang paling semangat mengurus dan menjadi tuan rumah yang baik seolah-olah dia yang melakukan acara tingkeban.
Tentu saja kakak ipar, adik dan sepupunya yang pada minus akhlak langsung membuatnya jadi bulan-bulanan bahan ledekan.
"Perasaan yang hamil Miki, yang tanam bibit Joshua, kenapa malah Hiro yang rempong?" ledek Mike suami Nabila dengan santainya.
"Itu dia! Berasa dia yang tingkeban" gelak Reza, kakak Shanum.
"Dia mah ngadi-ngadi" celetuk Edward Blair.
"Kok bisa?" tanya Akira Pratomo, kakak Yuna.
"Iyalah, soalnya dulu waktu Shanum hamil duo M, dia kan ditinggal ma adikku jadinya sekarang belagak dia yang ngerasain" kekeh Reza.
"Kalian pada lihat Vivienne nggak?" tanya Brett Neville. Brett dan Darren adalah saudara kembar dan kini keduanya memegang PRC group area Eropa.
"Jangan bilang dia ribut lagi dengan Jammie" keluh Ryu Reeves.
"Nggak sih cuma bagian bawa kreweng tuh dia!" omel Brett.
"Tanya lah sama Jammie suaminya" kekeh Rey Reeves yang hapal sepupu ceweknya itu dari dulu emang reseh.
"Haaaiissshhhh! Anak itu! Nggak tahu apa rempong ini pake beskap ma jarik!" Brett ngomel-ngomel sembari mencari adik perempuannya.
***
Duncan sedang asyik melihat video dari ponselnya ketika Eiji Reeves, Ryoma Reeves dan Javier Arara putra Vivienne dan Jammie, datang menghampiri. Ketiga sepupu tampan berusia sebaya dengan Senna, dua puluh tahun, itu memergoki video gadis yang sedang memainkan piano.
"Siapa tuh D?" tanya Eiji kepo.
Duncan segera mematikan ponselnya.
"Ngapain lu lihat-lihat Ji?" sahut Duncan kesal.
"Lha salahnya asyik nonton, ya kita lihat lah!" balas Ryoma.
Duncan sendiri sekarang berusia 25 tahun, sebaya dengan Joshua. Sama dengan ayahnya, Duncan mengambil alih perusahaan milik McGregor-Blair setelah ayahnya Edward memutuskan untuk pensiun.
"Itu siapa D?" tanya Javier yang penasaran.
"Pacarmu ya D?" goda Eiji.
Duncan hanya terdiam. Sontak tiga sepupunya langsung ramai, lupa kalau acara tingkeban masih berlangsung meskipun tinggal makan-makan.
"Kalian pada ribut apa sih?" tanya Masayuki sambil memakan cendol buatan mama Fyneen.
"D punya pacar" kekeh Javier.
Masayuki melongo. "Whoah! D! Kukira kau belok kayak Oom Sean and Oom Brandon! Ternyata normal juga!" gelak Yuki.
"Reseh lu semua!" umpat Duncan sambil meninggalkan meja tempat para sepupunya duduk.
Para pria-pria tampan yang hari itu memakai beskap warna merah maroon pun hanya tertawa melihat Duncan Blair pergi susah payah karena tidak terbiasa memakai baju adat Jawa.
"Apa ceweknya cantik?" tanya Masayuki kepada ketiga sepupunya.
"Cantik bro!" jawab Eiji.
"Ohya?" tanya Masayuki.
"Ketemu!" seru Javier. Rupanya sedari tadi dia berusaha mencari gadis yang ada di video Duncan.
"Siapa bro?" tanya Eiji.
"Namanya adalah Rhea Greesa Giandra, seorang pianis. Putri bungsu Abimanyu Giandra dan Adara Utari. Kakaknya Daniswara Ghani Giandra, seorang detektif di NYPD" baca Javier dari sebuah artikel.
"Abimanyu Giandra? Sebentar, bukannya itu sahabatnya Oom Edward yang pengusaha otomotif, eh kenalannya Oom Rey bukan?" tanya Yuki pada Ryoma.
"Tar aku tanya Papa deh" jawab Ryoma yang merupakan putra tunggal Rey Reeves salah satu petinggi Tesla.
"Ini acara apa bro?" tanya Eiji ketika Javier melihat video live itu.
"Kayaknya Rhea ada acara recital piano deh!" sahut Javier.
Keempatnya menikmati permainan piano Rhea hingga selesai. Mereka semua terbengong ketika seorang pria tampan naik ke atas panggung membawakan sebuah buket bunga yang diterima gadis cantik itu dengan wajah berseri.
"Whoah! Siapa itu?" seru Masayuki.
"Patah hatiku jadinyaaaaa" senandung Ryoma sambil ngakak.
"Duh, mencintai dalam diam itu nyesek oi!" lanjut Javier.
Keempatnya langsung tertawa terbahak-bahak membayangkan muka sepupu bulenya pasti ditekuk sepuluh yang tidak berbentuk lagi.
***
BRAAAKK!!! PYYAAARRR!!!
Ponsel mahal milik Duncan sudah tidak berbentuk lagi setelah dia lempar sekuat tenaga ke tembok kamar tempat dia istirahat kabur dari para sepupunya yang usil dan super kepo.
Ngapain sih orang itu main kasih Rey ku bunga? Kalau bukan acara Joshua dan Miki, sudah pasti aku terbang ke Jakarta! Brengseeeekkkk!!!
"BRENGSEEEEKKKK!!!"
***
Kenzo yang sedang berjalan menuju halaman belakang terkejut mendengar suara Duncan yang marah sambil memaki-maki.
Diketuknya pintu sepupunya.
"Duncan? Are you okay?" tanya Kenzo.
Duncan pun membuka pintunya. Kenzo melihat Duncan sudah melepas semua baju beskap dan jariknya hanya mengenakan kaos warna putih dan celana pendek. Tattoo di tangannya tampak setelah tadi tertutup beskap. Wajahnya benar-benar marah luar biasa.
Introducing Duncan Blair.
Kenzo masuk dan melihat ponsel Duncan sudah tidak berbentuk.
"What's wrong with you D? Apa ada masalah dengan perusahaan?" tanya Kenzo yang masih mengenakan beskap sambil duduk di sofa kamar Duncan.
"Nggak mas. Bukan perusahaan" jawab Duncan yang sekarang duduk di pinggir tempat tidur.
Dari semua sepupunya, Duncan paling bisa terbuka dengan Kenzo karena dia paling kalem dan bisa me menyimpan rahasia. Boleh dibilang, semua rahasia sepupunya dipegang oleh dosen tampan itu.
Kenzo kemudian menutup pintu kamar Duncan agar tidak ada yang mendengarkan.
"Apakah seorang wanita?" tanya Kenzo pelan.
Duncan hanya melengos.
"D, mas Kenzo hanya bisa bilang. Kalau memang kamu mencintai gadis itu, lakukan dengan pelan. Wanita itu tidak suka pria yang temperamental, grasah grusuh. Dekati dia dengan baik-baik, jangan sampai kamu menyakiti dirinya. Kalau kamu ada saingan, bersainglah dengan sehat, jangan gunakan power mafiamu!"
"Dia memang saingan D, mas."
"Dengar, wanita itu seperti batu karang yang pasti akan terkikis sedikit demi sedikit jika diguyur air terus menerus." Kenzo berhenti sejenak. "Lelaki yang berani selalu mencoba serta dapat mengontrol diri dari kemarahannya, walau dia merasa kesal, dia adalah seorang pahlawan sejati."
Duncan melirik miris ke ponselnya yang hancur.
Kenzo pun berdiri dan menepuk bahu Duncan.
"Kejarlah gadis itu. Jika memang kamu merasa dia terbaik untukmu, dia jodohmu maka semua rintangan akan terlampaui dengan lancar." Kenzo mengangguk ke Duncan. "Bersabarlah dan kamu akan memetik hasilnya."
Kenzo membuka pintu kamar Duncan namun sebelum keluar, pria itu berbalik.
"Mas Kenzo akan selalu mendukungmu. Ingat, kalau dia sudah menjadi milikmu, jadikanlah ratu dalam hidupmu."
Kenzo pun keluar dan menutup pelan pintu kamar Duncan.
Tunggu aku, Rey!
Duncan membuka dompetnya dan melihat dua foto di dalamnya, seorang gadis kecil dan seorang gadis remaja yang merupakan satu orang.
My little Rey.
***
Yuhuuu
Akhirnya dapat ide Up juga
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️