
Tidak terasa sudah dua minggu ini mama Shanum dan mama Fyneen sibuk untuk acara pernikahan kedua anak mereka. Awalnya keduanya ingin Miki dan Joshua memakai pakaian adat Jawa hingga resepsi namun kedua calon pengantin itu menolak menggunakan kebaya dan beskap.
"Repot ma!" protes Joshua.
"Sumuk mom!" protes Miki.
Akhirnya kedua ibu cantik hanya berhasil meminta Miki memakai kebaya putih saat hijab setelah itu resepsi memakai baju internasional.
Undangan sendiri sudah disebarkan via email dan virtual melalu sosial media. Bahkan para awak pers pun ramai ketika mendengar putri Hiro Al Jordan dan Shanum Pratomo akan menikah. Mereka ramai mencari tahu siapa pria yang beruntung mendapatkan putri satu-satunya pengusaha terkenal itu.
Akibatnya, kota Solo yang tadinya adem ayem, jadi ramai ketika mengetahui keluarga Sultan hendak punya hajat.
***
Brad baru saja menikmati olahraga di ranjangnya dengan seorang model ketika melihat notifikasi dari grup keluarga yang membahas pernikahan Miki dan Joshua.
Melihat partner nya tidur lelap karena kelelahan, Brad turun dari kasurnya, memakai kaos hitam, topi hitam dan menuju meja kerja yang ada di kamar di penthousenya. Pria berambut blonde itu membuka MacBook nya dan mencari tahu siapa itu Joshua Akandra karena selama kumpul keluarga, Brad tidak pernah bertemu dengannya walau tahu dia putra Oom Rudy, general manajer AJ Corp cabang Solo.
Brad mencari akun sosial media milik Joshua namun tidak menemukan miliknya pribadi hanya postingan dan hastag dari orang-orang yang ternyata adalah para mahasiswanya. Postingan mereka rata-rata memuji bagaimana coolnya dosennya, wajahnya imut dan macam-macam.
Brad melihat foto Joshua dengan kacamata bacanya dan hanya tersenyum smirk. Wajah Joshua yang tampak cupu bukanlah selera Miki. Ditelusurinya siapa pria itu di web LinkedIn dan menemukan bahwa Joshua adalah dosen matematika di Massachusetts Institut Technology ( MIT ).
"Astaga Miki...Miki. Aku menolakmu malah menerima pria culun ini? Kenapa seleramu jadi seperti ini?" kekeh Brad.
Brad sendiri tahu pasti bagaimana sepupunya itu mengejar-ngejar dirinya dan tidak peduli kalau dia seorang playboy walaupun ayahnya tidak setuju. Selera Miki adalah pria yang seperti dirinya, pria badboy bukan pria baik-baik seperti Joshua.
"Kita lihat saja, sampai kapan kamu bisa bertahan dengan pria culun dan hanya seorang dosen di MIT. Pasti akan sangat membosankan!" kekeh Brad dengan percaya dirinya.
"Aku menolakmu bukan karena aku tak mau padamu tapi karena kamu masih pe**wan dan aku tidak mau dihajar Dad, Oom Mike dan daddymu" monolog Brad. "Pasti pernikahan mu tidak akan lama."
"Sayang, kamu dimana?" suara wanita yang men**desah dengan seksih membuat Brad berpaling.
Brad menutup MacBook lalu membuka kaos hitamnya kemudian menyerang partner ranjangnya dengan penuh naf**. Suara penuh teriakan nikmat memenuhi kamar luas itu.
***
Joshua mengecek semua tugas yang dia berikan pada mahasiswanya yang dikirim via email. Meskipun dia cuti, namun beberapa mahasiswanya menjadi anak bimbingan skripsinya. Sebenarnya banyak yang ingin dirinya menjadi dosen pendamping namun Joshua membatasinya karena dia baru saja diangkat menjadi dosen pembimbing dua jadi dia tidak mau terlalu ngoyo mengambil banyak. Konsentrasi nya bisa buyar jika banyak mahasiswa yang menjadi anak bimbingan skripsi.
"Bang" panggil Sabrina di depan pintu kamar Joshua yang tidak tertutup.
"Apa Brina?" tanya Joshua tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop karena masih memeriksa bahan skripsi mahasiswanya.
"Dipanggil mama makan. Ini sudah jam tujuh, Abang makan dulu nanti disambung lagi" ucap Sabrina.
Joshua melepaskan kacamatanya lalu berjalan keluar kamar sambil merangkul adik cantiknya menuju ruang makan dimana kedua orangtuanya sudah menunggu.
***
"Bang, jangan terlalu capek-capek kerjanya. Papa tahu kamu sudah menjadi dosen pembimbing skripsi tapi ingatlah, lusa Abang sudah mau menikah dengan gadis yang Abang idamkan" ucap papa Rudy.
"Iya pa, Josh tahu kok. Cuma satu skripsi saja yang akan diperiksa. Mahasiswa Josh sudah tahu kok kalau Josh akan menikah." Joshua menjawab ucapan papa Rudy.
"Abang mau bulan madu kemana nanti?" tanya Sabrina sambil menggigit tempe mendoan.
"Terserah Miki, Abang mah ikut saja" senyum Joshua.
"Assalamualaikum!" suara seorang wanita membuat keempatnya menoleh. Tampak Rana adik Rudy datang bersama suaminya Nikolai Ivanov dan putra mereka Dimitri yang berusia 12 tahun.
Rana bertemu dengan Nik ketika pria asal Rusia itu melihat-lihat produksi batik solo dan hendak bekerja sama dengan AJ Corp. Wajah dingin Nik membuat Rana teringat dengan Mamoru. Rana yang usil, ceria dan heboh mampu membuat Nik yang kaku khas pria Rusia menjadi jatuh cinta dan menikahi adik general manager AJ Corp. Setelah menikah, Rana pun mengikuti suaminya ke Moskow. Mendengar Miki dan Joshua akan menikah dan mendapatkan undangan dari kakaknya, tentu saja Rana tidak akan melewatkan kesempatan ini terutama menggoda keponakan kesayangannya siapa lagi kalau bukan Mamoru.
"Wa'alaikum salam" balas mereka berempat yang di meja makan.
Joshua dan Sabrina mencium tangan Oom dan tantenya bergantian lalu saling memeluk sepupunya.
"Yuk makan dulu. Capek kan kalian baru sampai" ajak mama Fyneen sembari mempersilahkan adik iparnya. Lalu semuanya pun makan malam sembari berbincang-bincang membahas tentang berbagai hal.
***
Joshua, Sabrina dan Dimitri berada di kamar Joshua setelah makan malam selesai. Dimitri yang memiliki otak cerdas seperti ayahnya, sekarang sudah duduk di bangku SMP kelas tiga.
Dimitri melihat skripsi yang dibuat oleh mahasiswa bimbingan Joshua dengan antusias. Rupanya anak remaja itu sangat menyukai matematika dan dengan sabar Joshua menjelaskan berbagai macam rumus dan teori padanya.
Sabrina yang bosan mendengarkan pelajaran yang membuatnya auto mengantuk, tanpa disadari langsung terlelap di tempat tidur abangnya, sedangkan dua pria itu masih asyik membahas matematika.
***
Keempat orang tua sekarang berada di ruang tengah sambil menikmati teh dan kopi serta camilan yang disiapkan oleh pelayan rumah.
"Beneran mbak, serius Joshua mau menikah dengan Miki?" tanya Rana.
"Serius dik, bahkan dia sudah memutuskan sejak usia sepuluh tahun bahwa dia akan menikah Miki" jawab mama Fyneen.
"Ya ampun sweet banget anak itu mengingat dia menolak jika teman perempuannya main ke rumah begitu juga mas Rudy dan mbak Fyneen dulu sampai susah payah mengusir ABG ganjen itu. Siapa mbak namanya?" kekeh Rana.
"Gladys" jawab papa Rudy.
"Oh iya. Apa kabarnya itu anak?" tanya Rana lagi dan seperti biasa Nikolai hanya menyimak tanpa memberikan komentar.
"Yang mbak dengar dia sudah jadi model di Australia."
"Semoga dia tidak aneh-aneh jika tahu Joshua menikah." Rana hanya berharap itu tidak akan terjadi.
"Ammiin."
Tante Rana Akandra
Oom Nikolai Ivanov
***
Yuhuuu
Maaf baru Up
Sempet blank tadi ... he-he-he.
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Ohya support novel author lainnya
Ini cerita tentang Nabila Pratomo, kakaknya Shanum.
Ini masih ada sangkut pautnya dengan keluarga Pratomo yaaaa
Thank you. ... Muaaaaaccchhh!