You're The Only One

You're The Only One
Baby J dan Baby M



Miki sedang menikmati Mac and cheese buatannya. Bumil satu ini dalam fase kelaparan dan menemukan macaroni, keju dan susu. Tanpa menunggu pelayan, dia langsung membuatnya ditambah satu gelas jus jeruk. Sejak hamil, Miki menjadi pecinta jus jeruk segar jadi di kulkas selalu ada jeruk Sunkist buat bumil.


Joshua terbangun karena tidak ada yang dipeluk. Biasanya ada tubuh istrinya namun ini tidak ada. Hanya mengenakan celana piyama dan membiarkan Shirtless, Joshua pun keluar dari kamar mencari Miki.


Setelah mencari-cari, ditemukan istrinya sedang asyik makan sembari nonton dorama Jepang dari ponselnya.


"Dicariin rupanya kelaparan nih bumil" kekeh Joshua sembari mencium pipi gembul Miki.


"Lapar aku" sahut Miki tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedang memutar dorama lawas milik Takuya Kimura berjudul Hero.


"Takuya Kimura lagi?" keluh Joshua. Sudah sebulan terakhir ini Miki nonton serial Hero hingga season 2 dan movienya berulang tanpa bosan.


"Ini dorama yang bikin aku ma twins relaks. Apalagi menjelang HPL kita beberapa hari lagi."


Joshua mengusap-usap punggung dan pinggang Miki dengan sayang.


"Kok Abang jadi laper?" Joshua pun membuka kulkas dan menemukan bento yang memang disediakan mommy Shanum buat siapa saja yang kelaparan. Tinggal dipanaskan di microwave sudah jadi.


Akhirnya dia memutuskan memanaskan bento dan sembari menunggu, Joshua membuat hot choco untuk dirinya.


"Kamu mau sayang?" tawar Joshua.


"Mau apa?" tanya Miki tanpa mengalihkan pandangan.


"Hot choco."


"Boleh deh!" Joshua pun membuatkan lagi karena tahu istrinya selama hamil hanya bisa minum air putih dan jus jeruk segar.


Bento matang, hot choco jadi dan sekarang Joshua makan bento sembari menemani istrinya.


"Abang nggak masuk angin tuh ga pakai baju?" komentar Miki yang entah kenapa ngiler melihat tubuh polos suaminya.


"Nggak kayaknya. Kan ini pemanas rumah juga oke" sahut Joshua.


Miki menatap suaminya karena dia sudah selesai makan dan menghabiskan hot choconya.


Joshua menghabiskan bento dan meminum hot choco dan segelas air putih.


"Kenapa?" tanya Joshua bingung.


Miki mendekatkan wajahnya ke suaminya. "Miki ingin Abang nengok si kembar" bisiknya parau.


Joshua hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Ayo, kenapa tidak" cengirnya.


Keduanya pun kembali ke kamar dengan bergandengan tanpa mengurus bekas makan dan ponsel yang masih memutar Takuya Kimura.


***


Hari ini adalah jadwal Miki melahirkan apalagi dia sudah merasa mulas-mulas. Awalnya Miki merengek minta melahirkan secara normal namun Joshua tidak mengijinkan karena panggul Miki yang sempit dan dokter Ayumi juga mengatakan akan mengalami kesulitan.


"Kamu nanti bisa melahirkan normal buat adiknya si kembar" kekeh Joshua yang langsung mendapatkan keplakan di bahu oleh Miki.


"Abang tuh ya! Ini si kembar aja belom brojol, udah mikir adiknya lagi!" omel Miki namun sejurus kemudian perutnya terasa mulas lagi.


"Joshua! Jangan ganggu anakku!" protes Hiro.


"Kan biar Miki nggak ngerasa sakit perutnya Dad" elak Joshua.


"Nyonya Akandra, tuan mari kita masuk ke ruang operasi." Suster Ayumi sudah siap untuk melakukan operasi Cesar untuk Miki.


"Kami menunggu di luar ya pumpkin" ucap Shanum sambil mencium wajah Miki berulang-ulang.


"Dad akan selalu menunggu kamu princess. Joshua, jaga putriku." Hiro menepuk bahu menantunya.


"Tentu Dad."


Keduanya lalu mengantarkan putri dan suaminya masuk ke ruang operasi dan menunggu. Papa Rudy, mama Fyneen dan appa Yudhi sudah berada disana terlebih dulu. Mamoru sendiri masih perjalanan dari Boston sedangkan Yuki masih harus kuliah dulu. Alex bersama istrinya Midori, Alexa dan suaminya Jeffry tampak datang memberikan support kepada sepupunya.


"Insyaallah lancar semua mbak" ucap Alexa kepada Shanum.


"Insyaallah."


***


Suara tangis bayi terdengar dari ruang operasi dan semua orang tua yang disana pun langsung menyebut 'Alhamdulillah'.


Tak lama Joshua pun keluar dengan wajah yang tidak bisa dijabarkan. Lalu dia memeluk mama Fyneen dan menangis di pelukan mama angkatnya. Papa Rudy pun memeluk putranya. Usai memeluk kedua orangtuanya, Joshua memeluk Appa Yudhi. Selanjutnya pria tampan itu memeluk mommy Shanum dan dad Hiro.


"Bagaimana Josh?" tanya mama Fyneen dan mom Shanum penasaran.


"Alhamdulillah lancar semua. Miki dan babies juga sehat wal Afiat."


"Berapa beratnya?" tanya Alexa.


"Baby J lahir 2,5 kg sedangkan baby M lahir 2,2 kg."


"Iya itu namanya, kek" goda Joshua ke dad Hiro.


"Joshuaaaaa! Sudah dibilang jangan panggil Dad 'kakek'!" hardik Hiro kesal.


Semua orang disana tertawa melihat interaksi Hiro dan menantunya.


"Permisi bapak ibu. Nyonya Akandra akan menuju ruang rawat inap" potong seorang suster.


"Babiesnya sudah di ruang bayi kan sus?" tanya Shanum.


"Sudah Bu. Bisa dilihat kok."


"Kalian kalau mau lihat, silahkan. Aku akan menemani Joshua dan Miki" ucap Shanum.


Tentu saja para opa dan Oma baru itu langsung antusias menuju ruang bayi untuk melihat cucu baru mereka.


Shanum menunggu Miki keluar dari ruang operasi bersama menantunya.


"Bagaimana di dalam tadi Josh?" tanyanya kepada Joshua.


"It's a beautiful moment mom. Melihat kedua putriku keluar dari perut istriku itu suatu pemandangan yang indah."


"Apakah ada yang merekamnya?"


"Ada mom. Salah satu suster di dalam aku mintakan tolong merekam moment kami."


"Sudah kamu beri adzan dan Iqamah kan?"


"Sudah mom. Tahu nggak mom, aku sampai bergetar membacakannya di telinga kedua putriku. Rasanya tidak percaya kalau bayi-bayi yang ada di pelukanku adalah anak-anakku dengan Miki." Mata Joshua berembun kembali mengingat momen saat pertama kali menggendong kedua putrinya.


Shanum pun mengusap punggung Joshua.


Suara pintu ruang operasi dibuka dan tampak Miki yang lelah namun bahagia menatap mommy dan suaminya.


"Mom!" panggilnya dengan menangis.


"Lho anak mommy kok nangis?" senyum Shanum sembari mengiringi jalan brankar Miki dan menggenggam tangannya.


"Miki tahu sekarang perjuangannya menjadi ibu" ucapnya sambil terisak.


"Sssttt, nanti kita ngobrol lagi. Ohya anak-anakmu sudah IMD?"


"Sudah nyonya Al Jordan. Nyonya Akandra beruntung tadi langsung keluar ASI-nya dan kedua putrinya sudah mendapatkan IMD semua" jawab seorang suster.


"Alhamdulillah."


"Kapan kamu melakukan IMD?" tanya Joshua bingung.


"Pas Abang keluar tadi."


"Kenapa nggak sekalian aja tadi?"


"Ntar Abang mupeng lihat squishy ku" jawab Miki asal.


Shanum terbahak sedangkan Joshua hanya nyengir mendengar ucapan ngaco istrinya.


***


Di ruang rawat kelas VVIP yang mirip dengan penthouse, disinilah semua keluarga Al Jordan, Akandra, Reeves dan Lee berkumpul.


Semua opa dan Oma itu menanti kehadiran dua bayi perempuan Miki dan Joshua. Tak lama dua bayi cantik itu datang dengan boks nya tampak terlelap dengan tenang seolah sudah biasa mendengar keributan.


"Kalian sudah memberikan inisial nama buat si kembar. Siapa namanya Josh?" tanya Hiro penasaran.


"Yang lahir duluan kami memberikan nama Josephine Aliyah Akandra. Yang kedua Marisa Kimmy Akandra."


Appa Yudhi terhenyak. "Bukankah itu nama depan dan tengah eommamu Josh?"


"Memang Appa. Itu nama eomma. Aku dan Miki sepakat memberikannya kepada kedua putri kami."


Appa Yudhi menangis lalu memeluk putranya.


"Terimakasih son."


***


Yuhuuu Up sore yaaakkk


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️