
Hari ini adalah hari terakhir ujian. Joshua sudah menyelesaikan semua soal yang diberikan dan segera keluar kelas. Bocah tampan itu memang dikenal cerdas dan selalu meraih peringkat pertama sewaktu dia sekolah di Jogja.
Joshua menunggu Miki keluar dari ruang kelasnya. Hari terakhir ini adalah matematika dan Joshua tahu Miki paling tidak suka matematika. Dia sudah menyiapkan sebuah kotak bekal berisikan bento berbentuk hello Kitty.
Joshua sengaja bangun pagi-pagi jam tiga untuk membuat bento sesuai dengan karakter Sanrio kesukaan Miki, yaitu hello Kitty dan cinnamoroll.
Tentu saja kedua orangtuanya bingung melihat putra mereka sibuk di dapur.
"Kamu bikin apa son?" tanya papa Rudy.
"Bikin bento pa"
"Buat siapa?" kali ini mama Fyneen yang bertanya sambil mengelus dada melihat dapurnya berantakan.
"Dik Miki."
Papa Rudy dan Mama Fyneen memandang satu sama lain.
*Mas?
Sayang? Anak kita kenapa*?
"Tumben bikin bento banyak isinya" tanya mama Fyneen pelan-pelan. Hari ini dia mendapatkan libur dari Hiro karena sudah lembur demi permintaan putri Fatimah.
"Iya, hari ini ujian matematika dan dik Miki paling nggak suka pelajaran itu jadi aku buatkan bento supaya dia semangat lagi."
Papa Rudy hanya terbengong menatap putranya menata bento sedemikian rupa.
Sejak kapan anakku pandai memasak?
"Udah kamu segera mandi, nanti terlambat ke sekolahnya" bujuk mama Fyneen.
Kini Joshua menunggu dengan gelisah gadis kecil yang selalu berada di pikirannya. Entah sejak kapan Joshua sayang dengan Miki yang cerewet, tukang makan, suka kepo.
Kelas tempat Miki melaksanakan ujian pun terbuka pintunya dan tampak gadis kecil itu keluar dengan tampang lesu.
"Dik!" Miki mendongak mendengar suara yang sangat dihapalnya.
"Bang Joshua!" segera Miki berlari menuju kakak angkatnya.
Joshua lalu mengajaknya duduk di kursi.
"Abang bawakan ini" ucap Joshua sembari membuka kotak bekalnya.
Miki berteriak senang. "Wah kawaii !!!"
Wajah cantiknya menatap Joshua. "Benar ini buat Mi-chan?"
Joshua mengangguk. Miki lalu menyiapkan sumpit lalu dia membaca doa makan lalu bertepuk tangan sekali. "Itadakimasu".
***
Di sudut gedung kelas, Gladys melihat bagaimana Joshua memperlakukan adiknya seperti itu. Membuat darahnya mendidih.
Aku harus bisa membuat Joshua melihat padaku!
***
AJ Corp cabang Solo.
Rudy datang ke kantor dengan perasaan tidak nyaman. Bagaimana mungkin anak berusia sepuluh tahun sudah seperti itu kepada anak berusia tujuh tahun. Apalagi anak perempuan yang disukainya adalah anak bossnya.
POV Rudy
Rudy dan Fyneen sedang berada di kamar karena Fyneen membantu memasangkan dasi di leher suaminya.
"Fy" ucap Rudy.
"Iya mas".
"Kamu berpikir yang sama denganku tidak?"
Fyneen menghela nafas panjang.
"Joshua suka sama Miki" jawab Fyneen.
"Ada baiknya mas cerita dengan pak Hiro. Bagaimana enaknya. Joshua dan Miki masih kecil mas" Fyneen menatap cemas ke arah suaminya.
"Nanti aku akan bicara dengan pak Hiro."
POV Rudy end
Rudy berjalan menuju ruangan Hiro. Hari ini dia memakai setelan biru tua dan mengenakan kacamata baca karena ada pertemuan penting dengan klien dari Australia.
Sesampainya di depan pintu ruangan Hiro, Rudy mengetuk pintu.
"Masuk"
Rudy membuka pintunya dan tersenyum ternyata bossnya juga memakai suit dengan warna yang sama.
"Pagi pak" sapa Rudy.
"Pagi Rud. Sudah siap meeting kita?" tanya Hiro.
"Sudah pak."
Hiro kemudian menatap Rudy yang tampak bingung.
"Kamu kenapa Rud?"
Rudy hanya duduk di kursi yang tersedia di depan meja Hiro.
"Apakah soal Joshua?" selidik Hiro.
Rudy terkesiap. "Bapak tahu?"
"Mamoru yang bercerita pada Shanum dan juga istriku melihat sendiri bagaimana sikap Joshua kepada Miki".
Rudy melepaskan kacamatanya.
"Bagaimana ini pak? Saya dan Fyneen merasa tidak enak karena putra kami memiliki perasaan seperti itu kepada putri bapak."
"Aku ada ide tapi entah kamu mau menerima atau tidak karena aku dan Shanum ingin melihat apakah perasaan yang ditunjukkan oleh Joshua itu adalah hanya cinta monyet atau tidak." Hiro menatap dengan wajah yang sama gelisahnya.
"Apa itu pak?"
"Kirim Joshua ke asrama"
Rudy menatap bossnya. "Pesantren maksud bapak?"
"Terserah kamu. Mau pesantren atau asrama di luar negeri silahkan."
Rudy tampak berpikir.
"Saya bicarakan nanti dengan Fyneen."
Hiro memberikan beberapa brosur. "Ini adalah beberapa sekolah yang memiliki asrama dari SMP karena Joshua sebentar lagi lulus SD. Ada asrama di Jepang, Inggris atau Swiss."
Rudy membaca beberapa brosur sekolah asrama yang diberikan Hiro.
"Saya lebih suka di Jepang kalau untuk sekolah pak" ucap Rudy.
"Kamu bisa bicara kan dengan Fyneen dan kita bicarakan bersama nanti. Sekarang kita meeting dulu".
***
Yuhuuu
Maap kalau up nya dikit.
Tak apa ya? Ohya cover author ganti.
Gimana menurut para readers? Bagus yg lama atau yg baru?
Like vote gift yaaaaa
tararengkyu ❤️🙂❤️