You're The Only One

You're The Only One
Insiden Yang Membuat Penasaran - Season 2



Hari ini Joshua resmi menikah dengan Miki, pujaan hatinya sejak kecil. Pagi tadi sudah dilakukan akad nikah dan kini mereka melaksanakan resepsi di sebuah hotel mewah dengan nuansa garden party. Joshua tampak tampan dengan jas abu-abu sedangkan Miki lebih memilih gaun putih tanpa lengan dan menggerai rambutnya agar lebih bebas.



Joshua sedang bersiap untuk resepsi.



Miki lebih memilih gaun simpel.


Acara resepsi pun berlangsung lancar. Semua kolega, rekan bisnis, para pegawai AJ Corp di Solo, teman-teman sekolah Joshua dan Miki pun datang di acara yang meriah itu. Pesta pun berlangsung hingga pukul satu siang. Satu persatu tamu pun mulai meninggalkan acara.


Kini semua keluarga besar pun berkumpul semua bahkan beberapa sepupunya lebih memilih melepas jasnya dan hanya mengenakan kemeja yang digulung. Para kaum wanita pun memilih melepas high heels mereka.


Ketika mereka asyik bercengkrama, Brad McGregor datang dengan santainya sembari memeluk seorang wanita seksih yang semua orang mengenalnya sebagai model yang sedang naik daun. Joshua menatap datar siapa gadis yang dibawa oleh Brad, berbeda dengan mama Fyneen, papa Rudy dan Tante Rana yang tahu siapa gadis itu. Benar, itu adalah Gladys, gadis yang selalu mengejar-ngejar Joshua sejak SD.


Gladys mengenakan gaun hitam tanpa lengan dengan belahan di paha yang cukup tinggi ditambah high heels berukuran tujuj senti.



Sedangkan Brad mengenakan kemeja bewarna biru keunguan masih dengan rompi dan celana pantolan bewarna sama.



"Mau apa gadis itu kesini?" desis papa Rudy yang membuat Mario McGregor bertanya-tanya.


"Siapa dia Rud?" tanya Mario.


"Gadis yang selalu mengejar-ngejar Joshua sejak SD!" ucap papa Rudy kesal.


"Brengsek Brad! Bikin perkara saja!" umpat Mario.


***


Mama Fyneen pun memandang Gladys dengan sebal, begitu juga Tante Rana yang membuat Mama Shanum bertanya-tanya kenapa besannya menjadi jutek begitu.


"Dik, memang itu siapa?" tanya mama Shanum kepada besannya. Bahkan Nabila, Alexa, Yuna, Midori dan Vivienne pun ikut kepo.


"Dulu gadis itu mengejar-ngejar Joshua sejak SD bahkan sampai mencari cara agar bisa selalu dengan Josh. Akhirnya Josh pun jengah dan berusaha untuk bisa segera bebas dari gadis itu."


"Setahuku, dia baru saja meneken kontrak dengan salah satu brand di Paris" ucap Midori, istri Alex kembaran Alexa.


"Dia memang bercita-cita menjadi seorang model dan Joshua sendiri tidak suka dengan gadis seperti itu. Tahu sendiri kan kehidupan model seperti apa walaupun tidak semuanya." Fyneen menghela nafas panjang.


"Semoga tidak ada drama disini. Kalau pun ada, aku akan minta Mike menghajar Mario karena ulah anaknya membuat suasana tidak nyaman!" geram Nabila.


"We wait and see" sahut Vivienne yang membuat semua sepupunya menoleh.


"Sejak kapan seorang Vivienne Lee Neville bisa kalem begini?" seru Alexa kaget.


"Sejak aku kalah berantem dari Jammie, jadi aku harus menahan jiwa kebar-baran ku" keluh Vivienne.


"Memang tahan?" tanya Yuna.


"Jelas ... Tidaaakk! Tolong, jiwa bar-bar ku meronta-ronta ini!" Vivienne pun sok menangis dramatis yang hanya diacuhkan oleh para sepupunya dengan muka malas.


***


Joshua merengkuh pinggang ramping Miki yang kini membeku melihat Brad berjalan dengan gadis cantik.


Beraninya dia memamerkan ke keluargaku! - batin Miki.


Dimana dia kenal Gladys? - batin Joshua.


"Selamat ya kalian berdua. Ternyata seleramu jadi berbeda ya, sepupuku!" sindir Brad.


"Setidaknya dia membuktikan janjinya dan bukan player macammu!" balas Miki sarkasme. "FYI nona, kamu wanita ke 100 yang tidur dengan Brad."


"Dulu tapi sekarang aku bersyukur kau tolak karena aku tidak mau memakai barang bekas" sindir Miki.


"Joshua, kenapa kau tidak pernah menghubungiku?" Gladys mengacuhkan ucapan Miki dan memandang Joshua dengan tatapan menggoda. "Kamu semakin tampan tapi tetap cupu."


Joshua menatap dingin ke arah Gladys.


"Penting kah? Kurasa nomor kontakku hanya berisi nomor kontak penting, yang tidak penting kubuang ke trash!" ucapnya sarkasme.


"Apakah kalian saling mengenal?" tanya Brad yang semakin menikmati permainan ini.


"Tanyalah padanya, aku malas menjawabmu, Brad." Joshua kemudian mengajak Miki pergi meninggalkan pasangan menyebalkan itu.


"Semoga kalian benar-benar bahagia karena Miki sebenarnya sangat tergila-gila padaku" ucap Brad sombong.


Dugh!


Sebuah bogem mendarat di muka Brad yang berasal dari tangan Joshua membuat semua orang disana terkejut. Akibat pukulan mendadak itu, Brad pun terjatuh.


"Miki adalah milikku! Jangan pernah macam-macam dengannya!" ancam Joshua sembari mencengkeram kerah kemeja Brad. Wajah Joshua tampak menyeramkan dengan mata berkilat tajam tatapan ingin membunuh. Bahkan Brad yang notabene keturunan mafia pun sempat menciut nyalinya. Wajah cupu dan culun Joshua menghilang diganti wajah yang bersiap menghilangkan nyawa orang.


Mario, Mike, Hiro, Rudy, Alex dan Edward terkesiap melihat wajah Joshua yang bisa seperti itu. Edward Blair sendiri merasakan aura yang mengerikan dari suami keponakannya. Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia hitam, Edward bisa merasakan bahwa Joshua punya aura tersendiri yang lebih gelap dari dirinya maupun klan McGregor lainnya.


Usai mengancam Brad, Joshua pun menggandeng Miki menuju sebuah gazebo yang memang disediakan untuk pasangan pengantin. Keduanya makan bersama disana dan tidak ada orang yang berani mengganggu mereka termasuk Sabrina.


***


"Rud!" panggil Edward.


"Ya pak Edward?" tanya Rudy yang masih menata rasa shocknya melihat wajah putra angkatnya sedangkan Mario dan Mike menghampiri Brad.


"Panggil nama saja, bukankah kita keluarga?" ucap Edward.


"Baik Ed."


"Apakah kamu pernah menyelidiki latar belakang Joshua?" tanya Edward.


"Sejujurnya aku ingin mencari tahu sejak lama namun Fyneen melarangnya karena bagaimanapun Joshua adalah putranya." Rudy menatap Edward. "Memang ada apa?"


"Aku merasa Joshua itu keturunan dari bukan sembarang orang."


"Maksudnya?"


"Dengar Rud, aku bukan setahun dua tahun berkecimpung di dunia hitam. Aku masuk klan McGregor sejak usiaku 15 tahun dan selama itu aku selalu berada di sisi almarhum tuan McGregor. Aku bertemu banyak orang yang memiliki aura berbagai macam. Dan aku merasa bahwa Joshua memiliki aura yang sepertinya aku kenal dan ingat namun aku sendiri harus meyakinkan terlebih dahulu." Edward teringat sekitar 25 tahun yang lalu pernah bertemu dengan orang yang memiliki aura yang sama.


"Apakah kau akan menyelidikinya, Ed?" tanya Rudy sedikit panik. Apa jadinya jika Joshua mengetahui siapa keluarga kandungnya.


"Aku penasaran. Kau tahu sendiri kalau aku penasaran aku tidak akan berhenti!" ucap pria berambut blonde dan bermata biru itu.


"Just secretly, Ed. Aku tidak mau Fyneen tahu" pesan Rudy.


"No problemo!"


Sungguh aku penasaran apakah Joshua masih ada hubungan dengan keluarga itu?


***


Yuhuuu


Up pagi dulu yaaaa


Don't forget to like vote n gift yaaa


Tararengkyu ❤️🙂❤️