You're The Only One

You're The Only One
Go to holiday



Pagi ini semua keluarga Al Jordan berangkat menuju villa di Kaliurang yang sudah mereka sewa. Awalnya dua pria generasi pertama dan kedua Al Jordan ingin membeli villa itu namun akhirnya mengurungkan niatnya karena Shanum mengancam membatalkan perjalanan kesana.


"Pa, nggak semua harus dibeli! Shanum tahu kalian punya uang tapi tidak harus seperti itu. Shanum tidak mau didikan ke anak-anak yang harus hidup low profile, tidak semuanya diselesaikan dengan uang, jadi berantakan! Hidup semampunya, secukupnya. Kalau papa sama anak papa masih ngeyel, mending kita batalkan saja liburannya!" usai berkata demikian, Shanum pergi meninggalkan kedua pria beda usia itu naik ke tangga lalu masuk ke kamarnya dan menutupnya agak keras.


Akira dan Hiro yang baru saja kena omel hanya melongo. Rasanya seperti ada bidadari cantik memberika ceramah tapi dengan level 10 pedasnya.


"Astaghfirullah menantuku kalau sudah marah" akhirnya Papa Akira bersuara setelah sekian lama terdiam.


"Papa sudah tahu kan Shanum berbeda dari kebanyakan perempuan. Disaat para istri memiliki banyak uang dan mereka bisa berfoya-foya menghabiskan uang suaminya, tidak dengan Shanum" ucap Hiro.


"Iya, cucu-cucu papa juga cerita bahwa mommynya selalu mengajarkan hidup sederhana walaupun mereka cucu dari keluarga Pratomo". Papa Akira menghela nafas panjang. Menantunya memang bukan tipe basa basi.


"Aku akan berbicara dengan Shanum. Papa kembali saja ke rumah sebelah" bujuk Hiro.


"Baiklah, papa ke sebelah" Papa Akira berjalan lesu ke rumah Hiro yang berada di sebelah dengan seorang pengawalnya.


Hiro kemudian berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. Pelan dia mengetuk pintu kamar Shanum. Tak berapa lama, wajah cantik itu membukanya masih dengan jutek mode on.


"Jangan marah dong sayang, maksud papa kan kita lebih enak kalau villa itu jadi milik kita sendiri" Nada suara Hiro dibuat selembut mungkin.


"Tapi tidak seperti ini juga, Hiro. Kalian itu punya banyak aset di seluruh dunia sampai beberapa terbengkalai karena kalian sendiri lupa kalau punya. Apa itu bukannya mubazir?" jawab Shanum. Keduanya masih berbicara di pintu karena Shanum tidak mengijinkan Hiro masuk ke kamarnya.


Hiro menatap Shanum dengan tatapan heran.


Darimana istrinya tahu semua aset keluarga Al Jordan?


"Tidak usah menatapku seperti itu Hiro. Aku kan pernah bersama kalian dan keluargaku juga bergerak di bidang properti. Apa kau lupa?" senyum Shanum.


Hiro mengusap lehernya, lupa berhadapan dengan siapa.


"Sudah malam Hiro, besok kita harus pergi pagi-pagi. Selamat malam." Shanum hendak menutup pintu kamarnya namun tangan kekar Hiro menahannya.


"Eh? Ada apa..." suara Shanum menghilang ketika Hiro menarik tengkuknya dan mencium bibirnya dalam. Lidah Hiro bermain-main di dalam mulut Shanum seperti mengabsen semua gigi rapi wanita itu.


Entah berapa lama keduanya berpagutan mesra, bahkan tangan Shanum terulur memeluk leher Hiro dan Hiro sendiri sudah tidak dapat mengkondisikan tangannya. Apa yang bisa dielus dan dire**mas dari tubuh istrinya, dia lakukan.


Tiba-tiba Hiro melepaskan pagutannya dan langsung pergi meninggalkan Shanum yang masih terpana.


Sial! Aku membangunkan juniorku!


***


Kini di dalam mobil Alphard hitam, Hiro dan Shanum duduk berdampingan di kursi tengah. Di depan Rudy bagian menyetir didampingi Fyneen. Di kursi belakang sudah ada Kiko dan Rana.


Mobil Alphard hitam kedua terdapat pengawal pribadi papa Akira yang menyetir didampingi rekannya, papa Akira dan Mama Raina beserta cucu cucu mereka, Mamoru dan Miki ditemani Joshua.


Di belakang dua mobil Alphard masih ada dua mobil Innova yang membawa pengawal dan pelayan serta barang-barang bawaan mereka semua.


Di dalam mobil Alphard depan, Hiro dan Shanum saling diam tanpa ada pembicaraan diantara mereka. Hanya ada suara Rudy mengobrol dengan tunangannya Fyneen dan di belakang Kiko dan Rana asyik nonton drama Korea berdua via iPad milik Rana.


Hiro mengambil ponselnya lalu mengetikkan sesuatu.


Suara notifikasi berbunyi di ponsel Shanum dan membuat wanita itu membuka ponselnya. Keningnya berkerut ketika membaca siapa yang memberinya pesan.


📩 Hiro : Shan, kok diem aja? Masih ingat yang semalam ya 😊😊😊


Shanum mendelik ke arah Hiro dengan wajah memerah, sedangkan yang ditatap hanya senyum-senyum jahil.


"Kenapa? Malu?" bisik Hiro dengan cengiran yang Dimata Shanum super menyebalkan dan tanpa sadar memukul bahu Hiro keras.


Rudy dan Fyneen menghentikan pembicaraan mereka membuat Rudy melirik spion dan melihat tuan mudanya mengusap bahunya dan nyonya mudanya memasang muka sebal.


Pasti ada sesuatu diantar mereka.


Kiko dan Rana yang sedang asyik nonton drakor terkejut melihat dua orang di depannya namun sekejap kemudian keduanya kembali menatap layar iPad nya tidak mau ikut campur.


"Tuan muda nggak papa?" tanya Rudy.


"Nggak papa Rud. Sudah kamu konsentrasi saja nyetirnya". Hiro memasang wajah dingin.


Shanum membenahi cara duduknya dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil. Hiro memandangi istrinya yang masih tidak mau melihatnya. Dalam hati Hiro merasa geli, istrinya lucu sekali.


Mengingat kejadian semalam membuat Hiro ingin mengulanginya lagi. Betapa merindunya dirinya pada wanita yang duduk di sebelahnya. Rasa bibirnya yang manis, bentuk tubuhnya masih dia hapal. Harum tubuhnya Shanum benar-benar memabukkan, bau Jasmine Vanilla yang selalu dia sukai.


Sial si junior mulai senut-senut!


Hiro kemudian ikut mengalihkan pandangannya ke arah jendela sebelah kiri untuk menetralisir juniornya.


***


Perjalanan menuju villa di Kaliurang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Semua bangunan yang ada di villa itu sudah dibooking semuanya oleh keluarga Al Jordan.


Masing masing sudah mendapatkan kamarnya sendiri. Papa Akira dan Mama Raina, Hiro bersama Mamoru, Shanum bersama Miki, Rudy bersama Joshua, Rana bersama Fyneen dan Kiko. Para pengawal dan pelayan mendapat kamar sendiri di villa kecil di belakang.


Ketika mengecek kamar masing-masing, Shanum heran ada satu kamar utama yang terkunci. Sedikit bingung kenapa kamar ini terkunci, namun Shanum tidak mempermasalahkan mungkin lupa dipasang kuncinya.


Shanum meletakkan koper di dekat lemari dan tas selempangnya diatas sofa kemudian membuka jendela kamar tidurnya membiarkan hawa dingin Kaliurang masuk.


Hari ini dia mengenakan kaos turtle neck putih dengan rompi jeans dipadu dengan celana jeans model boot cut plus sepatu boot coklat. Rambut hitamnya hanya diikat cepol sederhana.


Ketika asyik menikmati pemandangan, sepasang tangan kekar memeluk dirinya dari belakang. Tanpa menoleh pun Shanum tahu siapa yang memeluknya.


"Hiro... lepaskan" bisik Shanum.


Hiro tidak memperdulikan permintaan Shanum, dia meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya seraya menghirup aroma vanilla yang sangat dihapalnya.


"Biarkan begini dulu Shan. Aku rindu padamu" bisiknya di telinga Shanum..


Jujur Shanum sangat merindukan posisi ini. Setelah tujuh tahun berpisah ternyata dia masih merindukan pria tampan yang sedang memeluknya erat.


"Kamu tahu Shan, rasanya setiap malam berada di rumah sebelah mengetahui kamu dekat tapi tidak bisa aku sentuh, itu nyesek. Ditambah kau pergi ke Jakarta hampir seminggu, membuatku semakin dilanda rindu"


Shanum diam saja mendengarkan ucapan Hiro.


"Aku sudah berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak. Tahukah kamu, walau mereka baru berusia 6,5 tahun tapi mereka memliki otak yang cerdas. Aku takut bagaimana pandangan mereka kepada Daddy mereka akibat kebodohannya di masa lalu karena mereka tahu ceritanya."


Tubuh Shanum menegang. Dia tidak menyangka si kembar bisa mengetahui kejadian tujuh tahun lalu.


"Lalu bagaimana...tanggapan si kembar?" bisik Shanum.


"Mereka hanya bilang agar Daddy nya lebih waspada lagi karena banyak orang-orang yang ingin menjatuhkan kita baik melalui aku, kamu ataupun keluarga yang lain."


Shanum menoleh ke arah Hiro tanpa sadar wajahnya berhadapan dengan Hiro namun sedetik kemudian dia menyesalinya. Menatap wajah Hiro yang tampan membuat jantungnya tidak normal. Apalagi wajah Hiro semakin mendekat ke Shanum. Ketika bibir se**si Hiro hendak mendekati bibirnya yang sedikit terbuka...


"Mommy!!!"


***