You're The Only One

You're The Only One
Ketemu ! - Season 2



Sudah dua hari ini Yudhi merasa diawasi oleh beberapa orang di sekitar rumahnya.


Tidak, ada tujuh orang yang mengawasiku.


Meskipun dia sudah lama tidak memperdulikan akan masa lalunya tapi masa lalunya pasti akan mengikutinya. Yudhi mengecek semua CCTV tersembunyi yang dia pasang di seluruh rumah kecilnya. Meskipun rumahnya sederhana, tapi peralatannya yang dia gunakan tidak sederhana bahkan sangat canggih.


Yudhi mengunci semua pintu di rumahnya bahkan dia memakai palang kayu besar di setiap pintu. Sedikit old fashion tapi efektif untuk bisa menahan orang masuk sementara dia bisa melarikan diri lewat jalan rahasia. Dua puluh enam tahun dia berusaha low profile, mengganti namanya dengan menyuap pihak kelurahan dan kecamatan, membuat KTP Indonesia dan tinggal disana, di sebuah desa yang masih kurang penduduknya.


Setelah dia mendapatkan identitas resmi, Yudhi membuka rekening deposito di beberapa bank dan dia hidup dari bunga deposito yang disimpannya. Di tahun-tahun awal dia berusaha bersabar untuk bisa kembali namun semakin berumur dia sudah tidak memperdulikan kehidupan lamanya. Dia sudah hidup tenang, sudah tidak ada ambisi merebut kekuasaan apapun.


Suara alarm pintu berbunyi bahwa di depan ada seseorang. Suara ketukan terdengar tak lama kemudian karena Yudhi memasang kamera motion yang bisa mensensor gerakan sekecil apapun. Selama ini hanya kucing atau binatang malam lainnya tapi jarang ketukan di pintu kecuali hari Minggu waktunya acara kerja bakti desa.


"Kulonuwun" sapa orang di depan.


"Njih, sekedap" sahut Yudhi.


Yudhi pun membuka pintu rumahnya dan tampak Sofyan dengan seorang pria yang rambutnya sudah mulai beruban tapi Yudhi tahu pria itu bule meskipun membelakangi dirinya.


"Lho nak Sofyan, wonten nopo nggih ( ada apa ya )?" tanya Yudhi sopan.


"Boss saya mau ketemu pak Yudhi." Sofyan pun menggeser tubuhnya dan pria bule itu pun membalikkan tubuhnya.


Yudhi terkejut hingga pucat pasi. "Ed...Edward... Blair?" bisiknya tidak percaya.


"Annyeong Hyun-ji" sapa Edward Blair ramah.


***


Kedua pria paruh baya itu berhadapan di meja makan minimalis di dalam rumah Yudhi. Sofyan duduk di teras rumah Yudhi sambil merokok dan mengecek segala sesuatunya di iPad nya.


Yudhi menyajikan dua cangkir kopi hitam dan sepiring gorengan yang tadinya untuk dimakannya namun dia sajikan sebagai tuan rumah.


"Apa kabarmu Hyun-ji?" tanya Edward setelah mereka menyesap kopi hitam itu.


"Baik Ed. Kau lihat saja sendiri" senyum Yudhi.


Edward mengedarkan pandangannya di sekitar rumah yang khas rumah desa di Jawa bahkan dapurnya sangat sederhana karena mereka kini berada disana.



"Yang penting sehat" balas Edward.


"Bagaimana kau bisa menemukanku, Ed?" tanya Yudhi penasaran.


"Anakmu yang membuatku menemukanmu" sahut Edward yang sukses membuat Yudhi terdiam.


"Bagaimana bisa?" Ingatan Yudhi kembali ke dua puluh enam tahun yang lalu.


Edward memberikan sebuah foto kepada Yudhi dan itu adalah foto Joshua.



"Dia sangat mirip dengan mu."


"Dimana dia sekarang?" Yudhi meraba foto itu dengan tangan gemetar.


"Solo."


Yudhi menatap Edward dengan tatapan tidak percaya.


"Bagaimana bisa? Bukankah dia di Jogja?"


Edward menceritakan bagaimana Joshua ditemukan oleh Fyneen hingga Fyneen menikah dengan Rudy Akandra lalu keduanya pindah ke solo dan pria itu mengadopsi resmi putra angkat istrinya. Bagaimana kehidupan Joshua selanjutnya hingga dia menikah dengan putri salah satu orang terkaya di dunia.


"Jadi dia sudah menikah?" Yudhi menitikkan air matanya sembari menatap sendu di foto putranya.


"Ya dan dia tampaknya sudah mulai meraba siapa dirinya karena berulang kali dia mencoba menghack semua database tentang orang Korea yang datang ke Indonesia dua puluh enam tahun yang lalu. Bahkan baru-baru ini dia mencoba menghack database milik klan kami." Edward menggigit sepotong pisang goreng.


"Dia memiliki kehidupan yang menyenangkan?"


Edward mengangguk. "Rudy dan Fyneen adalah orang tua yang baik, Hyun-ji."


"Dia jenius Hyun-ji. Di usia 12 tahun dia sudah bermain saham, usia 14 tahun dia membangun kerajaan program IT dan menjadi salah satu game programmer di perusahaan SQE yang bekerja sama dengan perusahaan IT nya" lanjutnya.


"Belum tapi lambat laun dia akan mengetahuinya."


"Aku tidak mau merusak kehidupannya yang sudah nyaman, Ed."


"Bila dia berhasil menemukanmu, ceritakanlah apa yang terjadi. Jangan ada yang kamu tutupi. Dengarkanlah apa keputusannya dan bila dia memilih the dark side, tariklah dia ke white side. Aku tidak mau keluarga yang sudah menjalin hubungan baik sekian puluh tahun menjadi berantakan."


"Kau memikirkan banyak hal, Ed."


"Miki adalah keponakanku, dan Joshua mencintai dia sejak usia sepuluh tahun. Aku tidak mau, sisi gelap Joshua membuat Miki meninggalkannya." Edward menatap Yudhi dalam. "Sisi gelap Joshua melebihi dirimu, Hyun-ji."


Yudhi tersentak. Sisi gelapku saja sudah mengerikan dan jika apa yang dibicarakan Edward seperti itu, aku tidak tahu harus menghadapi putraku sendiri karena aku pun sering tidak dapat mengkontrol diriku.


"Tuan Edward!" seru Sofyan dari luar dan terdengar suara ribut-ribut di depan.


"Ada apa Sofyan?" Edward dan Yudhi segera menuju pintu depan rumah.


"Adaa..." Sofyan menunjuk seorang pria tinggi berwajah tampan tapi aura dinginnya mampu membuat orang lain merinding.


Pria tampan itu sedang berdebat dengan Bryan dan Edward hanya menghela nafas panjang.


"Joshua."


***


Yudhi, Edward dan Joshua kini duduk di ruang tamu rumah Yudhi. Joshua menatap dingin ke kedua pria paruh baya yang berada di hadapannya. Yudhi tampak menatap intens wajah putranya yang benar kata Edward bahwa aura gelapnya jauh lebih gelap dibandingkan dengan dirinya.


"Oom Edward, bisa minta tolong dijelaskan apa yang oom sembunyikan dari aku?" tanya Joshua dingin.


"Sorry Josh, tapi Oom melakukan atas permintaan Hiro dan Rudy."


"Karena takut mama shock?" sahut Joshua yang tampak menghangat wajahnya ketika menyebut mama Fyneen.


"Iya."


"Apakah dia ayah kandungku?" tunjuk Joshua ke Yudhi.


"Apa kalian mau test DNA untuk meyakinkan?" tawar Edward.


"Better. Aku ingin meyakinkan diriku, Oom." Joshua mencabut beberapa helai rambutnya dan memasukkan ke dalam kantung plastik kecil bertuliskan namanya yang memang sudah dia siapkan, menarik sealed, menutupnya.


"Ini sampelku. Oom simpan dan aku minta bapak pun mencabut rambut bapak di hadapan saya. Ini kantung sampel yang sudah saya siapkan."


Joshua menyerahkan sampel rambutnya ke Edward beserta kantong sampel yang disiapkan untuk Yudhi. Yudhi pun melakukan apa yang Joshua perbuat tadi dan menyerahkan kepada Edward yang langsung meminta Sofyan dan Ricky segera ke rumah sakit untuk melakukan test DNA.


Kini mereka bertiga saling berhadapan setelah urusan DNA selesai.


"Apakah bapak adalah Kim Hyun-ji, mantan ketua Silver Shining?"


Edward dan Yudhi hanya terbengong menatap Joshua.


***


Yuhuuu


Maap baru Up.


Kemarin blank mau ngetik apa


Jadi baru bisa today.


Semoga noveltoon nggak error kayak kemarin aku up dari jam tiga sore baru sukses pagi tadi yang novel satunya.


Eniwaiii don't forget to like vote n gift


Terimakasih buat readersku semua.


Muah muah


Tararengkyu ❤️🙂❤️