
Hiro tidak dapat mengenyahkan pikirannya dari gadis bernama Shanum Putri Pratomo. Otaknya benar-benar tidak bisa diajak berpikir jernih saat ini. Wajah Shanum yang tersenyum, serius bahkan tengah terkejut ketika melihat sepupunya datang terbayang-bayang di matanya.
Aku bisa gila ini!
Di mejanya terdapat data Shanum lengkap dan beberapa fotonya. Ameer bilang Shanum tidak memiliki sosial media hanya alamat email yang tercantum. Bahkan nomor ponselnya pun Ameer tidak bisa menemukan di database.
Dia mengambil ponselnya lalu menekan nomor.
"Assalamualaikum Alex. Bisa kita bertemu malam ini? Bawa Alexa dan Jeffry."
" ... "
"Di resto milik Ryu".
" ... "
"Oke jam tujuh. Assalamualaikum."
***
Jam tujuh malam, Hiro sudah masuk ke ruang VVIP di restoran milik Ryu Reeves, adik bungsu Alex dan Alexa, dua saudara kembar anak pasangan Eddie Reeves dan Andriana Pratomo.
Ryu sendiri sudah dikenal sebagai chef profesional semenjak usia 14 tahun akibat didikan dari banyak chef terkenal setelah dia menjadi runner-up junior MasterChef US di usianya ke delapan tahun. Semenjak itu, Ryu serius menggeluti dunia kuliner.
Hiro tersenyum melihat Alex dan Alexa, kembar tidak identik. Alex lebih tampak Asia seperti sang ibu sedangkan Alexa lebih bule seperti sang ayah. Alexa sudah menikah dengan Jeffry Lee seorang arsitek berdarah Amerika Korea.
Melihat si kembar yang menjadi sahabatnya selama di Jepang selain rekan bisnisnya, Hiro pun memeluk satu persatu. Jeffry sendiri sudah biasa melihat Hiro memeluk istrinya karena memang mereka sudah bersahabat. Alexa dan Jeffry memiliki anak kembar bernama Kenzo dan Keanu yang berusia enam tahun.
Alexander 'Alex' Reeves
Alexandra 'Alexa' Reeves-Lee
Jeffry Lee
"Tumben bro, kamu ngajak makan bareng" ledek Alex.
"Ada yang ingin aku tanyakan" ucap Hiro.
"Wah serius ini tampaknya" goda Alexa.
Jeffry hanya tersenyum melihat wajah Hiro cemberut. "Kayaknya soal cewek deh" ucapnya.
Alex dan Alexa langsung minat dengan topik yang sangat-sangat menarik gegara mereka tahu Hiro bukan tipe playboy.
"Siapa orangnya? Sini cerita sama babang Alex" goda pria tampan itu.
"Curhat sama mbak Alexa juga boleh" timpal Alexa semakin gemas menggoda Hiro.
"Apa kita kenal orangnya?" tanya Jeffry.
Hiro memandang tiga orang yang bisa menjadi trio durjana kalau menemukan topik seru.
"Kalian kenal kok. Kenal banget!" jawab Hiro.
Ketiganya memandang Hiro dengan wajah lebih kepo.
"Ketemu dimana dan kapan?" tanya Alex.
Namun sebelum menjawab, pesanan mereka datang. Mereka membiarkan para pelayan meletakkan pesanannya.
Keempatnya memang sepakat memesan sushi karena mereka semua penggemar sushi dan di restoran milik Ryu ini dikenal lezat.
"Kita makan dulu, aku sudah lapar" ucap Jeffry.
Keempatnya menikmati makan malam dengan tenang. Setelah sushi tinggal sedikit di dua tray, baru Alex kepo lagi.
"So, ketemu dimana dan kapan?"
"Ketemu tadi, di mall ku yang di Shibuya" jawab Hiro.
"Ohya? Apakah dia cantik?" tanya Jeffry sambil minum ocha nya.
"Sangat!"
Wajah kepo ketiga sahabatnya tidak dapat ditutupi.
"Apakah kau dah kenalan?" tanya Alexa.
"Sudah dong tapi belum sempat mendapatkan nomor ponselnya, sudah ditarik oleh sepupunya yang bermata biru" jawab Hiro.
Alexa tampak berpikir.
"Siapa namanya?" tanya Jeffry.
"Shanum".
Alex, Alexa dan Jeffry melotot.
"Shanum? Our Shanum?" seru Alexa.
Hiro mengangguk.
Alex dan Jeffry tampak mengusap wajahnya kasar. Alexa menepok jidatnya.
"Kok bisa?" tanya Alexa.
"Pakdhe Adrian bakalan kaget ini" sahut Alex.
"Jadi kalian gimana?" tanya Hiro.
"Gimana, gimana?" Jeffry bingung.
"Kalian setuju kan aku mendekati sepupu kalian?"
Alex, Alexa dan Jeffry saling berpandangan.
"Kami sih nggak masalah tapi yang jadi masalah adalah di mbak Shanum. Apa kamu sudah siap dengan gadis bar-bar, tukang berantem dan nggak ada manis-manisnya?" tanya Alex.
"Apakah dia lebih bar-bar dari Alexa?" tanya Hiro ragu-ragu.
"Lebih! Asal kamu tahu, sepupuku itu pernah menghajar anak anggota parlemen Perancis karena mencuri desainnya. Bahkan dia hampir dikeluarkan dari kampus karena dekan disana ditekan oleh ayah anak itu. Untung Oom Duncan dan Pakdhe Adrian bisa membongkar kebusukan anggota parlemen itu dan si dekan dicopot dari jabatannya karena dianggap mendukung praktek plagiarisme" papar Alexa.
"Tapi masih bar-bar Vivienne" kekeh Jeffry.
"Ah kalau dia mah parah! Jammie sampai mengeluh saban mengawal dia" gelak Alex.
Vivienne sendiri adalah seorang model Inggris dan Jammie sekretaris Alex yang diutus untuk mengawal sepupu cantiknya itu di acara pemotretan di Jepang selama sebulan.
Vivienne Lee Neville
Jammie Kim
"Aku suka cewek bersemangat" senyum Hiro.
"Semoga kamu tahan jika kena pukulan dari mbak Shanum" kekeh Alexa.
"Aku laki-laki, pasti tahan" ucap Hiro yakin.
"Asal kamu jangan membuatnya marah, maka kamu akan selamat" Alex menepuk pundak Hiro dengan tertawa meledek.
***
Setelah mendapat rintangan dari para sepupu Shanum, akhirnya Hiro mendapatkan nomor ponsel gadis itu. Bahkan Alexa memberitahukan apartemen yang ditempati Shanum selama di Tokyo.
"Kami selalu tinggal di kompleks apartemen milik keluarga. Kalau mas Alex, aku dan Jay di lantai dua, Shanum di lantai satu" ucap Alexa.
Apartemen keluarga Pratomo adalah bangunan empat lantai yang masing-masing terdapat empat kamar di setiap lantai. Lantai satu untuk keluarga Adrian Pratomo, lantai dua keluarga Andriana dan Eddie Reeves, lantai tiga milik Aryanto Pratomo dan lantai empat milik Adinda Pratomo dan Alex Neville.
Hiro memang sudah beberapa kali ke apartemen Alex hanya saja dia tidak tahu ada Shanum.
"Shanum liburan disini setelah menyelesaikan program Pascasarjana nya di Paris". Alexa menjelaskan pada Hiro.
"Kalau aku masuk ke keluarga kalian bagaimana?"
"Hah?" ketiganya bengong menatap Hiro.
"Maksud aku, kalau aku berhasil menikah dengan Shanum, berarti aku masuk ke keluarga kalian kan? Bukankah itu seru? Bisnis kita makin berkembang".
Alex tersenyum. "Benar bisnis kita makin berkembang tapi kamu jangan lupakan, kami memiliki sepupu ipar anak mafia, nggak cuma satu tapi dua orang."
"Hah?" Hiro makin bingung karena setahunya hanya Nabila, kakak Shanum, yang memiliki mertua mantan mafia. Dan itu diketahuinya tadi pada saat membaca data Shanum.
"Jangan lupa sepupu kami Yuna yang menikah dengan Edward Blair, tangan kanan oom Duncan" kekeh Alexa.
Hiro hanya tersenyum smirk. "Makin banyak orang dari dunia hitam makin menarik".
"Dan makin membuat khawatir kalian-kalian yang masuk ke keluarga kami karena keluarga sangat penting bagi klan McGregor. Apalagi oom Duncan sangat menyayangi mbak Nabila dan keluarga Pratomo." Alex menatap serius ke Hiro.
"Hei, aku juga dari keluarga terpandang jadi kalau soal kekuasaan, levelnya hampir sama lah". Hiro mulai menyombongkan diri.
"Haaaiissshhhh!" umpat Alexa malas.
"Doakan aku agar mampu membuat Shanum jatuh cinta padaku" Hiro mengatupkan kedua tangannya seperti memohon.
"Malas!" jawab mereka bertiga kompak.
"Sahabat durjana kalian!" umpat Hiro kesal.
"Durjana begini tetap saja kamu tidak bisa jauh dari kami" ledek Alex.
"Iya sih karena aku seringnya ditraktir kalian" senyum Hiro.
"Kata siapa? Semua ini kamu yang bayar karena kamu yang ajak bertemu!" Jeffry kemudian menggamit Alexa untuk pulang, begitu juga Alex.
"Heeeiii, yang benar saja kalian! Sudah kenyang pulang!" protes Hiro.
"Iyalah, kenyang pulang tidur!" balas Alexa.
"Beneran ini aku yang harus bayar?" tanya Hiro lagi.
"Iyalah. Sekarang keluarkan black card-nya. Awas kalau kamu nggak bayar, kuadukan pada Ryu" ancam Alex.
"Haddeehhh!" tak ayal Hiro pun keluar bersama-sama dengan The Reeves Twins untuk menuju kasir dan mengeluarkan black card-nya.
Demi mendapatkanmu, apapun aku lakukan Shan!
***
Yuhuuu
Double up yaaaa
Like vote gift please.
Tararengkyu ❤️🙂❤️