You're The Only One

You're The Only One
Opa Akira Al Jordan - Season 2



Berita kehamilan kembar Miki langsung menjadi trending topik di keluarga besar Al Jordan, Pratomo, McGregor dan Blair. Brad ketika mendengar kehamilan gadis yang dulu pernah ditolaknya hanya bisa tersenyum miris. Brad McGregor sekarang dalam kondisi sakit sifilis akibat one night stand dengan seorang perempuan yang disaat mabuk dia lupa mengenakan pengaman. Hanya ayah dan ibunya yang tahu dirinya sakit dan sekarang Brad mengungsikan diri di sebuah rumah sakit di Swiss yang terkenal privacynya.


Brad merasa ini adalah karmanya yang sering bergonta-ganti pasangan dan bertekad jika dia sembuh total akan merubah gaya hidupnya yang hedonis. Ayahnya sudah memarahinya habis-habisan dan sekarang galeri yang dikelolanya, diambil alih oleh ayahnya selama dia melakukan pengobatan.


Dilihatnya wajah Miki yang semakin cantik dalam pelukan Joshua ketika keduanya sampai di Tokyo untuk menetap disana. Foto pasangan ini di-posting oleh mommy Shanum disaat keluarga Al Jordan melakukan makan malam menyambut kedatangan calon orang tua itu.


"Tampaknya Joshua benar-benar mencintai Miki hingga wajahnya bersinar seperti itu" monolog Brad.


Brad memandang keluar jendela kamar rawatnya yang mewah merasa hidupnya kini kosong dan seperti tidak ada tujuan hidup.


Semoga aku bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Dan semoga dipertemukan wanita baik-baik yang bisa menerimaku apa adanya.


Disini, di Swiss, Brad pun bertobat demi hidup yang lebih baik.


***


Miki sangat bahagia bisa kembali ke Tokyo bersama dengan kedua orangtuanya dan adiknya Yuki. Saudara kembarnya Mamoru akhirnya bisa kabur dari Dubai ke Harvard Medical School setelah berdebat kusir dengan opa Akira. Cita-cita Mamoru memang ingin menjadi dokter bedah seperti budhenya Nabila namun setelah lulus kedokteran, opanya meminta untuk mengurus AJ Corp di Dubai.


Opa Akira yang sekarang berusia 75 tahun, akibatnya terbang ke Tokyo demi ngomel-ngomel kepada putranya Hiroshi. Sesampainya di mansion Al Jordan, pria tua yang masih energik dengan santainya marah-marah di meja makan.


"Num, kamu kasih tahu anakmu itu supaya mau kembali ke Dubai!" omel opa Akira.


"Anaknya Shanum itu anakku juga dan cucumu Dad" sahut Hiro cuek.


"Terserah!"


"Kok terserah? Dad tuh gimana? Aku kan kudu menjelaskan kalau Mamoru itu bukan cuma anak Shanum, aku yang kasih bibitnya!" cebik Hiro.


Shanum tertawa melihat mertua dan suaminya selalu bertengkar setiap kali bertemu meskipun yang diributkan bukan masalah pekerjaan.


"Opa, yang opa bicarakan itu saudara kembarku" sahut Miki.


"Nah bener tuh princess! Terkadang opamu itu kudu diperjelas ucapannya!" timpal Hiro semangat.


"Kan ada Senna dan Kai, Opa. Kenapa milih Bang Moru buat di Dubai?" tanya Miki mengingat dua sepupunya yang merupakan anak Oom Keiji adik papa Hiro.


"Kamu kayak nggak tahu Senna ajah! Dia lebih milih jadi pembalap daripada urus perusahaan. Salah tuh Keiji dan Serena kasih nama Senna dari Ayrton Senna makanya sekarang terjun di F1!" keluh opa Akira yang sebenarnya tidak setuju cucunya punya hobi balapan meskipun tahun kemarin menjuarai F1.


"Kai gimana?" tanya Miki. Senna tahun ini berusia 20 tahun sedangkan Kai 18 tahun.


"Kai sih potensial cuma masih angin-anginan."


"Mamoru kan dari awal memang ingin jadi dokter bedah seperti mbak Nabila, Dad. Jadi jangan dipaksakan untuk masuk ke AJ Corp" ucap Shanum yang tahu betul passionnya Mamoru.


"Masayuki biar urus yang di Tokyo, Kai urus Dubai. Dad harus sabar menghadapi Kai, dia kan sama selengekan dengan Keiji" sahut Hiro menenangkan ayahnya.


"Apa aku harus menunggu cicitku lahir ya" tatap Opa Akira ke Miki dan Joshua.


"Astaga Dad! Eling, Dad itu bukan keturunan Highlander!" decih Hiro.


"Seperti lagunya Queen 'who wants to live forever' kan?" sahut Joshua yang dari tadi diam.


"Apa kamu saja Josh yang ambil alih Dubai?" Opa Akira menaik turunkan alisnya.


"NO ! Big NO!" sergah Miki. "Abang nggak boleh masuk AJ Corp, biar Abang jadi dosen ajah disini!"


"Yang mau masuk AJ juga siapa sayang?" kerling Joshua ke istrinya.


"Lho siapa tahu Joshua mau kan opa ayem" eyel opa Akira.


"Nggak boleh!"


"Iya deh bumil" sahut Opa Akira menyerah.


"Ohya Josh, appa mu sudah tahu kalau mau dapat cucu?" tanya Hiro kepada mantunya.


"Kasih tahu mom ya kapan mereka... Eh nggak usah! Biar mom telpon mamamu" ucap Shanum.


"Berarti dua pengawal nya pada ikut kemari kan?" tanya Hiro.


"Paling Dad, soalnya sudah diminta sama Oom Edward supaya Sofyan dan Ricky mengawal kemana appa pergi" jawab Joshua.


"Dik Yuki kemana mom, kok belum pulang?" tanya Miki.


Adik lelakinya itu memang suka menghilang ke perusahaan game setiap pulang sekolah untuk jadi tester game baru. Bayaran dari pekerjaannya cukup lumayan untuk jajan sehari-hari hingga uang bulanan yang diberikan Hiro masih utuh.


"Tadi sih bilang mau coba game yang Abang buat setiba Abang di Tokyo. Kemarin Abian sudah kirim programnya ke SQE dan sekarang Yuki yang jadi testernya" sahut Joshua.


"Sebenarnya bayaran menjadi tester game itu berapa sih Josh?" tanya Hiro penasaran.


Joshua menyebutkan nominal yang membuat ketiga orang tua disana terbengong-bengong.


"Itu sama saja uang jajan Yuki sebulan! Pantas nggak pernah pakai uang dari Dad."


"Yuki itu tester profesional dan dia paham IT dan memberikan masukan kepada kami para programmer kurangnya dimana, kelebihannya dimana."


"Mommy nggak paham begituan" ucap Shanum.


"Mommy cukup paham main sama Dad saja" kerling Hiro ke Shanum dengan muka menyebalkan.


Opa Akira dan Miki hanya memutar mata malas mereka.


"Mulai deh!" gerutu Miki.


"Lho itu kan kegiatan paling enak, princess. Buktinya jadi tuh cucu Daddy, dobel lagi... Aadduuhhh !" Hiro mengusap bahu kirinya yang dipukul Shanum.


"Ya ampun Shan, selama 24 tahun menikah kok aku di KDRT in terus sih?" wajah tampan Hiro langsung memelas.


"Gimana aku nggak kdrt, wong mas tuh mulutnya makin tua makin lemes!" umpat Shanum.


Opa Akira berbisik ke Joshua yang duduk di sebelahnya.


"Jangan kau tiru perilaku Gesrek anakku yang jadi mertuamu. Karena itu bukan gayamu, Josh!"


Joshua tertawa mendengar ucapan opa Akira.


"Tenang Opa, Josh hanya begitu kalau berdua dengan Miki, tidak di depan keluarga" senyum pria tampan itu.


"Bagus! Kalau ayah mertuamu itu memang sudah kacau akhlaknya!"


"Opa, yang opa maki itu anak opa lho!" bisik Joshua.


"Suka-suka aku lah Josh, kan aku ayahnya!" kekeh Opa Akira.


***


Yuhuuu


Up malam dulu yaaakk


Lanjut besok.


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️