
Pesawat pribadi AJ Corp mendarat dengan mulus di bandara Adi Soemarmo Solo. Sesuai dengan perintah Akira, semua kru pesawat dipersilahkan untuk kembali ke Dubai guna merayakan tahun baru bersama keluarga. Tentu saja Jasper sebagai kapten dan para crew sangat senang atas putusan tuan besarnya. Menurut rencana sore ini mereka akan bertolak ke Dubai dan akan menjemput keluarga Al Jordan seminggu lagi.
Rudy datang bersama sopir menjemput Hiro, Shanum dan Kiko menggunakan mobil Alphard terbaru yang sengaja dibeli oleh ayah mertuanya untuk liburan besok ke Jogja. Sultan mah bebas!
"Selamat kembali Bu Shanum" sapa Rudy ramah.
"Kok istriku saja yang disapa Rud?" protes Hiro.
"Lha kan tuan cuma sebentar perginya pagi tadi berangkat siang sudah pulang, kalo Bu Shanum hampir seminggu" jawab Rudy kalem sambil membuka pintu mobil.
"Fix Rud, bonus akhir tahunmu aku pending!"
"Yah, jangan dong tuan" pinta Rudy memelas.
"Bodo!"
Shanum menepuk-nepuk lengan Hiro yang duduk di sebelahnya, sedangkan Kiko duduk di belakang senyum-senyum. Tuan mudanya sekarang tukang ngambek.
"Sudah, sudah. Dek Rudy, ayo segera pulang, aku sudah kangen anak-anak" potong Shanum.
Hiro berbisik di telinga Shanum "Kamu nggak kangen aku?"
Shanum hanya melirik judes.
"Nggak!" jawabnya. Nggak salah.
Hiro hanya mendesah sedih. Shanum menyembunyikan senyum jahilnya dengan memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
***
Ridwan masuk ke dalam ruang kerjanya dengan perasaan kesal. Rencananya hendak mencari Shanum di Bandung kemarin berantakan karena harus ke Surabaya mengurus masalah disana. Mantan istrinya berbuat ulah hingga Ridwan memberikan jaminan ke polisi bahwa Cynthia tidak melakukan perbuatan bodoh di sebuah klub malam.
Akibat ulah Cynthia, dia baru bisa ke Bandung menggunakan pesawat siang. Namun apa yang dilihatnya membuat darahnya mendidih. Shanum bersama dengan seorang pria yang tidak dapat dikenali karena memakai masker dan topi, namun bahasa tubuhnya memperlihatkan bahwa pria itu memiliki hubungan asmara dengan Shanum. Caranya memperlakukan dan memeluk Shanum sangatlah mesra. Shanum sendiri menerima semua perbuatan pria itu tanpa ada keterpaksaan.
Ridwan segera kembali ke Jakarta usai melihat pemandangan di depannya dan langsung ke ruang kerjanya. Sekarang di depan meja kerjanya, Ridwan menyalakan laptopnya dan mulai mencari berita tentang Shanum.
Hampir satu jam dia berselancar di dunia Maya akhirnya dia menemukan berita tentang Shanum. Tidak sia-sia dia pernah belajar hack dari teman hackernya.
Hanya satu berita yang bisa dia dapat dan langsung membuatnya geram.
Putra Sulung AJ Corp, Hiroshi Al Jordan melangsungkan pernikahan dengan Shanum Putri Pratomo, putri bungsu keluarga Adrian Pratomo di sebuah hotel bintang lima kota Tokyo Jepang.
Berita itu tertulis hampir delapan tahun lalu.
Lagi-lagi keluarga Al Jordan mengusik hidupku.
Ridwan memejamkan matanya lalu teringat tidak ada cincin kawin di jari manis Shanum baik tangan kiri maupun kanan.
Apakah pernikahan mereka sedang bermasalah? Kalau begitu, aku masih ada kans untuk merebut Shanum.
Sebuah rencana dibuat oleh Ridwan. Tidak peduli dia berhadapan dengan siapa, baginya yang penting adalah mendapatkan Shanum untuk menjadi miliknya. Senyum licik menghias wajah Ridwan setelah mematangkan rencananya.
***
Solo Jawa Tengah
Shanum dan Hiro sampai di rumah Manahan. Betapa Shanum merindukan rumahnya, anak-anaknya, tempat tidurnya. Senyumnya semakin merekah ketika ia turun dari mobil, si kembar langsung menyerbunya. Shanum berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk kedua buah hatinya.
"Mommy!!!" seru Miki dan Mamoru yang langsung memeluk Shanum dan memberikan ciuman di wajah ibunya.
"Daddy tidak kalian peluk?" tanya Hiro.
"No! Kan Daddy cuma bentar perginya, kalau mommy lama" jawab Miki.
"Haaaiissshhhh! Ya sudah Daddy ke Oma saja, pasti kangen sama anaknya ini" Hiro melangkahkan kakinya ke dalam rumah yang disambut ledekan ibunya.
"Siapa yang kangen kamu? Mama kangen menantu mama kok!" ujar mama Raina sambil berjalan menuju Shanum yang masih mencium dua buah hatinya.
"Eh mama" Shanum langsung berdiri, mencium punggung tangan ibu mertuanya yang mendapat balasan ciuman pipi dari Mama Raina yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Mama kangen sama kamu Num" bisik mama Raina sambil memeluk Shanum. "Sama ma". Kedua wanita cantik beda usia itu sama-sama menangis.
"Lho lho, kok pada nangis di teras. Ayo masuk!" suara papa Akira.
Shanum melepaskan pelukannya dari Mama Raina menuju papa Akira. Diciumnya punggung tangan ayah mertuanya. Papa Akira memeluk menantunya.
"Papa kangen kamu Num" suara Akira menjadi serak.
"Sama pa. Maafkan Shanum ya pa" ucap Shanum.
"Jangan lama-lama Dad" protes Hiro.
"Iisshhhh Daddy kok jealous ma opa?" celetuk Mamoru.
"Biarin. Kan mommy mu punya Daddy" sahut Hiro cuek.
"Nggak bisa Dad! Mommy punya Moru dan Miki!" protes putranya nggak mau kalah. Kedua ayah dan anak itu saling menatap judes.
"Sudah, sudah, mommy punyanya kalian semua, nggak usah rebutan. Mas, ngalah sama anak sendiri kenapa?" ucap Shanum melerai kedua pria yang sedang. berseteru.
Hiro memandang Shanum dengan tatapan terkejut.
"Tadi kamu manggil aku apa?" tanyanya.
"Nggak ada siaran ulang! Ayo, anak-anak, kita berberes baju buat ke Jogja besok." elak Shanum dengan wajah memerah. Mamoru dan Miki cekikikan melihat wajah mommynya seperti kepiting rebus.
"Lho Shan, ayo diulang lagi!" pinta Hiro gemas.
Namun Shanum sudah masuk ke kamar Mamoru bersama kedua anaknya.
Mama Raina menghampiri Hiro dengan wajah menggoda putranya. "Cieee yang dipanggil 'mas'. Bahagia nak?"
Hiro hanya nyengir.
"Sudah papa siapkan besok son. Jangan khawatir" bisik papa Akira penuh rahasia.
"Apaan sih pa? Jangan macem-macem deh!" Perasaan Hiro makin ga enak.
"Nggak macem-macem kok, semacem saja" kekeh papa Akira lalu pergi
Hiro memincingkan matanya kearah ayahnya.
Apa yang direncanakan oleh pak tua ini?
***
Shanum mengambil koper biru milik Mamoru yang berada di sudut lalu membuka lemari baju yang tersusun rapi.
"Abang mau bawa baju mana aja?" tanya Shanum ke arah Mamoru yang sibuk membereskan iPad dan gadget lainnya.
"Aku bisa sendiri mom. Nanti setelah aku masukkan, mommy tinggal cek ulang ya" jawab bocah tampan itu.
"Oke lah Bang. Ayo pumpkin, kita ke kamarmu" ajak Shanum ke putrinya lalu keluar dari kamar Mamoru.
Ketika keduanya naik tangga menuju kamar Miki, Hiro ikut menyusul dan mengikuti ke kamar yang berpintu pink.
"Daddy ngapain ikut kesini?" tanya Miki jahil.
"Liatin kalian packing lah"
"Daddy keluar deh, Mi-chan bisa sendiri. Mommy juga".
"Lho kok mommy juga?" tanya Shanum nggak terima.
"Kan Mi-chan sama ma Ni-chan, mau beberes sendiri. Nanti mommy tinggal ngecek." jawab Miki sambil mengeluarkan kopernya yang berwarna pink.
"Yuk Shan, kita keluar saja. Our princess mau mandiri" ajak Hiro sambil menghela Shanum keluar kamar.
"Yakin pumpkin?" tanya Shanum ragu-ragu.
"Positif mom" jawab Miki tegas.
"Oke." Shanum dan Hiro keluar dari kamar Miki dan berbelok ke kamar Shanum yang berada di sebelahnya.
"Kamu mau ngapain?" tanya Shanum ketika melihat Hiro hendak ikut masuk ke kamarnya.
"Bantu beberes lah" jawab Hiro kalem.
"No!" Shanum kemudian masuk ke kamarnya, menutup pintu dan menguncinya.
"Are you kidding me Shan?" seru Hiro frustasi namun dia mendengar tawa Shanum.
Istriku mulai jahil. senyum Hiro.
***