You're The Only One

You're The Only One
Joshua and Dad Hiro - Season. 2



Edward, Bryan dan Duo J kini menyibukkan diri untuk menyelidiki siapa Joshua. Keempatnya kini berada di ruang rahasia rumah Bryan yang sengaja dibuat untuk menyelidiki segala sesuatu.


Rita, istri Bryan, sudah membuatkan berbagai panganan dan kopi yang banyak untuk empat pria yang biarpun sudah berumur namun masih semangat bekerja.


"Yank, kami agak lama bekerjanya jadi kamu..."


"Udah B, santai saja kayak aku nggak hapal kebiasaanmu" senyum Rita sambil mencium pipi Bryan. "Jangan terlalu diforsir, capek istirahat dulu ya." Rita pun kembali ke rumah utama meninggalkan empat pria itu.


"Dian nggak papa kamu tinggal Jack?" tanya John yang hingga sekarang memutuskan untuk tidak menikah setelah tunangannya meninggal karena kecelakaan beberapa puluh tahun lalu.


"Dian dah hapal kok. Alhamdulillah dia pengertian" jawab Jack yang menyusul Mike dan Edward menjadi mualaf.


"Yuna sih tadi diceritakan oleh Eiji dan Akira jadi dia sudah tahu aku mau ngapain" sahut Edward sembari mengutak-atik keyboard mencari informasi.


"Sepupu-sepupunya Miki pada merasakan Joshua berbeda, bahkan Duncan juga cerita padaku tadi kalau auranya Joshua lebih gelap dari aku dan dia" lanjut Edward.


"Dia mirip Kim Hyun-ji" celetuk John.


Ketiga pria yang berada di ruangan mirip batcave itu menoleh ke arah John.


"We have the same thought."


Keempat bapak-bapak itu mulai bekerja mencari dan menggali informasi 26 tahun ke belakang.


***


Miki keluar dari kamar mandi dengan perasaan tidak nyaman di bagian int**nya. Setelah tadi melakukan unboxing, mereka terlelap sebentar dan bangun tadi Joshua melakukannya lagi dengan pelan dan lembut yang membuat Miki menikmati kegiatan mereka. Entah darimana pria itu belajar, namun Miki merasa benar-benar dicintai.


Dilihatnya Joshua masih tidur meskipun ini sudah masuk sholat Maghrib. Keduanya tadi malah melewatkan sholat asar.


"Bang, bangun. Mandi dulu terus Maghrib bareng yuk" Miki menepuk-nepuk lengan Joshua yang masih tidur dengan posisi tengkurap.



"Hhhmmm" gumamnya tidak jelas.


"Bangun, udah masuk Maghrib ini. Pamali tidur jam segini, hayuk bangun dulu, mandi wajib. Aku dah siapin baju koko, sarung ma sajadah."


Mata Joshua terbuka pelan dan sebuah senyuman terbit di bibirnya. "Halo istriku."


Miki tersenyum kikuk "Halo suamiku. Bangun, mandi gih."


"Mandiin?" goda Joshua.


"Oohh tidak, mandi sendiri sana, aku dah wudhu ini nunggu Abang!" Miki pun beringsut ke sofa dan Joshua melihat dia sudah memakai bawahan mukenanya.


"Baiklah aku mandi." Joshua dengan santainya bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi tanpa sehelai benang pun.


"Baaaannnnggg! Ya ampun!" omel Miki yang otomatis menutup matanya. Joshua tertawa.


"Kan kamu udah lihat semuanya, sayang!" teriak Joshua dari kamar mandi.


"Nggak gitu juga baaaannnnggg!"


***


Malam ini kedua pasutri beda usia berada di meja makan untuk melakukan makan malam. Hiro dan Shanum melihat ada yang berbeda di kedua anak dan menantunya. Dilihat sedemikian rupa oleh kedua orangtuanya, membuat Miki menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.


"Kamu nggak papa pumpkin?" tanya Shanum khawatir.


"Nggak papa kok mom" jawab Miki pelan.


Joshua hanya melirik istrinya yang malu-malu dan sebuah senyuman smirk terbit di bibirnya.


"Joshua, kamu sudah unboxing anak Daddy ya!" selidik Hiro dengan wajah jahil.


Kedua pasutri muda itu langsung tersedak hingga batuk-batuk. Shanum pun berdiri untuk menepuk-nepuk punggung anak dan menantunya.


"Mas! Tuh mulut yaaa dari dulu kok susah dikondisikan! Kasihan anak-anak dong ah!" omel Shanum ke Hiro yang hanya nyengir sok polos.


"Gimana rasanya Josh? Enak kan?" kekeh Hiro.


"Mas!"


"Dad!"


"What? Kan kalian dah nikah jadi gadha masalah lah!" ucap Hiro cuek sambil memasukkan nasinya. Joshua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi mertua gesreknya.


Shanum memelototi suaminya. "Nanti malam, mas Hiro tidur di kamar Mamoru!"


Hiro tersentak. "Lho Shan, jangan gitu lah! Kasihan dong junior gadha temannya ini!"


"Astagaaaaa Daaaaddd!"


Joshua hanya mengulum senyum mendengar keributan istri dan mertuanya. Suasana inilah yang sangat dia sukai di keluarga Al Jordan dan Pratomo, suasana hangat saling menyayangi seperti di rumah papa Rudy dan mama Fyneen.


***


"Joshua, Daddy tahu your little secret." Hiro menyesap teh nya santai yang membuat Joshua kaget.


"Rahasia kecil apa ya Dad?" tanya Joshua hati-hati.


"Your IT company."


Joshua menatap ayah mertuanya yang masih tampan walaupun hampir berusia setengah abad.


"Dad tahu?" bisiknya.


"Jangan meremehkan ketiga keluarga besar kita, Josh, bahkan ayahmu juga tahu namun dia diam menunggu sampai kamu mau bercerita sendiri."


Joshua hanya terkekeh. Benar-benar tidak ada yang bisa disembunyikan dari trio keluarga besar.


"Apa semua orang tahu Dad?"


"Hanya kaum pria keluarga Al Jordan dan Pratomo."


"Dad tahu dari siapa?"


"Yuki diam-diam adalah salah satu creator di SQE dan itu Dad tidak tahu kapan dia direkrutnya karena sudah setahun ini uang jajannya selalu utuh ternyata dia sudah punya penghasilan sendiri. Yuki bercerita bahwa perusahaannya melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan IT yang naik daun. Anak itu menyelediki dan bertemu dengan Abian."


Joshua mendesah. "Abian ember."


Hiro tertawa. "Bukan Abian yang memberitahu tapi Yuki sendiri yang bisa merangkai arti akunmu Josh."


"Apa terlalu tampak ya Dad?" cengir Joshua.


"Kamu tuh bucinnya ma Miki sama dengan bucinnya Dad ke mom Shanum."


Joshua hanya mengusap tengkuknya. "Aku cinta mati sama dik Miki, Dad."


"Dad bersyukur, my princess bertemu dan menikah dengan pria yang sangat mencintainya. Dad minta kamu tetap seperti ini, jangan pernah menyakiti princess. Jika ... Semoga kalian baik-baik saja ... ada sesuatu dan kalian tidak mampu menyelesaikan, bisa berdiskusi dengan kami. Sebagai orangtua, kami tidak ingin terlalu ikut campur kehidupan rumah tangga anak-anaknya karena itu adalah proses pendewasaan diri. Kalian berani menikah, berani bertanggung jawab atas kehidupan kalian sendiri. In case, one day kalian buntu untuk menyelesaikan masalah, get help." Hiro menatap lurus menantunya.


"Iya Dad. Insyaallah kami berdua mampu menghadapi semua aral melintang yang mungkin akan hadir di kehidupan pernikahan kami. Bohong jika sebuah pernikahan tidak ada konflik" jawab Joshua.


"Semoga apa yang terjadi pada dad, tidak terjadi padamu dan Miki."


"Aamiin."


"Ohya, good luck buat mengahadapi kemanjaan dan kekeras kepalanya princess Daddy" kekeh Hiro. "Sekarang jadi urusanmu."


Joshua tertawa. "Dad itu jahil sama dik Miki."


"Kamu tahu, ada alasan tersendiri kenapa beberapa hari ini Dad sering bertengkar dengan Miki. Karena Dad tidak mau terlalu sedih kehilangan putri Daddy yang dibawa kamu" wajah Hiro menjadi melow. Pria yang dikenal dingin, tegas dan tanpa kompromi di dunia bisnis ternyata bisa lemah jika menyangkut keluarganya apalagi istri dan putrinya.


"Aku tahu Dad. Makanya aku bilang sama dik Miki, itu salah satu cara Dad untuk menenangkan hatinya yang galau ditinggal anak perempuan yang selalu bersamanya."


Hiro tersenyum lega memiliki menantu yang dewasa pola pikirnya. "Dad lega Miki bersamamu, Josh bukan sama si burik tukang celup sana sini!"


Joshua terbahak mendengar istilah ayah mertuanya tentang Brad.


"Dad, terimakasih memberikan dan mempercayakan dik Miki pada Joshua."


"Jangan hancurkan kepercayaan Dad padamu Josh! Kau tahu kan akibatnya?" Hiro menatap tajam menantunya yang tidak gentar sedikitpun dengan intimidasi mertuanya.


"I know Dad and I won't disappoint you."


"Good!"


***


Yuhuuu


Siapa nih yang kangen sama mommy Shanum yang bar-bar tukang jotos Daddy Hiro?



Ohya bonus pict



Pasangan uwu yang satu manja yang satu misterius.


Up pagi yaaaa


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️