You're The Only One

You're The Only One
Berpisah



Hari ini adalah hari perpisahan bagi Joshua karena gadis cilik yang disayanginya harus pergi mengikuti kedua orangtuanya. Tidak ada lagi yang dia bawakan bekal, tidak ada lagi yang ribut di rumah eyangnya untuk belajar membuat camilan.


Joshua benar-benar lesu ketika di mobil bersama papa Rudy dan mama Fyneen mengantarkan keluarga Al Jordan di bandara. Disopiri pak Yudho, keluarga kecil Rudy Akandra menuju bandara Adi Soemarmo Solo.


Sesampainya disana, ketiganya langsung menuju area VIP. Tampak keluarga kecil Al Jordan ramai padahal hanya berlima termasuk Kiko. Bik Sum menolak ikut bersama keluarga Shanum dan memilih bekerja dengan Rudy dan Fyneen. Keputusan bik Sum pun dihargai oleh semua keluarga Al Jordan.


"Bibik sudah tua nyonya, lebih suka di solo jadi biarkan bik Sum tinggal dengan mbak Fyneen saja, itung-itung sekalian menemani ibu hamil" ucap bik Sum dua hari sebelum keberangkatan. Tentu saja Bu Naning dan Rana sangat senang bik Sum mau ikut dengan Rudy apalagi rumah mereka juga berdekatan.


Mendekati keluarga Al Jordan yang sedang ribut entah apa yang diributkan membuat Fyneen terkekeh apalagi melihat Shanum dan Kiko hanya bisa memijit pelipis mereka sedangkan Hiro, Mamoru dan Miki berdebat tidak jelas karena menggunakan bahasa Jepang.


"Mbak Shanum! Kiko!" panggil Fyneen yang membuat kedua wanita cantik itu menoleh.


"Halo bumil. Sehat-sehat kan?" Shanum memeluk Fyneen lalu mengajaknya duduk di kursi tunggu.


"Ini pada ribut apaan mbak?" tanya Fyneen dengan senyum merekah melihat kekonyolan boss suaminya.


"Entahlah, mbak juga pusing. Tadi itu sepele hanya ingin pergi ke apartemen duo K, Kenzo dan Keanu adik sepupu mereka tapi entah gimana Hiro tidak mengijinkan pergi kesana nunggu weekend yang jatuhnya lusa. Duo M tidak terima jadilah berdebat nggak jelas gitu" papar Shanum.


"Owalaahhh."


Kedua ibu cantik dan seorang gadis manis bermata sipit itu kemudian mengacuhkan ayah dan anak yang masih berdebat tidak jelas.


***


"Daddy itu gimana sih? Emang kenapa kalau besok ke tempat duo K? Kan kita dah lama nggak ketemu!" protes Mamoru.


"Kalau mau kesana sabtu saja, bang! Besok kamu sama princess masih harus beberes rumah baru!" balas Hiro.


"Tapi kan kita paling nggak banyak barang yang diberesin Dad!" timpal Miki.


"Kardus kamu yang delapan biji itu mau diapain? Punyamu abang, ada sepuluh kardus! Pokoknya keputusan Dad sudah final! Weekend baru ketemu duo K!"


Tentu saja si kembar masih protes sampai suara Rudy menghentikan perdebatan absurd mereka.


"Rudy, beri penjelasan pada kedua anakku bahwa mereka harus menyelesaikan tanggung jawab di rumah sendiri dulu baru main!" Hiro bersidekap sambil memandang kedua anaknya yang melakukan hal yang sama.


"Eh?" Rudy terbengong-bengong. "Tuan bercanda kah?" tanyanya ke Hiro.


"Apa wajahku tampak bercanda?"


Rudy menelan salivanya susah payah. Duh si boss mulai deh mode galak ala bossnya!


"Dik Miki" panggil Joshua berusaha menyelamatkan papanya.


"Abang, bilang sama Daddy kalau alasan Daddy nggak masuk akal!" pinta Miki.


Ini kenapa jadi begini?


"Kalian pada nunggu dihajar sama mommy?" suara dingin Shanum terdengar begitu horor bagi ketiga ayah dan anak. "Kalau kalian tidak bisa tenang, jangan salahkan kalau mommy membuat kalian tidak dapat makanan selama di pesawat!"


Hiro dan duo M menatap Shanum dengan tatapan ngeri.


"Sayangku, jangan marah dong!"


"Mommy, jangan hajar kami"


"Hajar Daddy saja mom!" Hiro dan Miki melotot ke arah Mamoru yang asal njeplak.


"Hohoho, kalau Daddymu gampang hukumannya" Shanum melirik devil ke arah Hiro yang langsung memucat.


Alamat nggak ada Al Jordan Junior jilid ke tiga deh!


***


Joshua melihat Miki yang masih cemberut Gegara nggak boleh main ke rumah sepupu mereka.


"Dik, jangan cemberut gitu dong. Masa Abang mo ditinggal malah dikasih bibir manyun gitu" goda Joshua yang tetap dapat pelototan tajam dari Mamoru yang ada di sebrangnya.


"Daddy emang nyebelin bang!"


Duh gemesin bangets sih nih bocah!


"Yah Papa Hiro mungkin ada alasan supaya rumah nggak berantakan dulu, jadi kalau udah rapih kan mau main kemana saja enak dik" jelas Joshua lembut.


"Beresin weekend kan bisa bang" eyel Miki.


"Diiihhhh kayak Abang nggak apal dik Miki ajah sih! Kamu tuh hobinya menunda beberes tahu nggak!" ledek Joshua.


Miki makin cemberut dengan tangan masih bersidekap. Kalau kata mama Shanum, mecucu level akut.


"Eh kalau besok dik Miki jalan-jalan, mampir ke Akihabara nggak kira-kira?" Joshua mengalihkan topik pembicaraan.


"Emang mau cari apa di Akihabara?" tanya Miki. Gadis itu lebih memilih ke Shibuya atau Ikebukuro sebenarnya karena banyak pernak pernik Sanrio.


"Titip pernak pernik One Piece" cengir Joshua.


"Sama Ni-chan ajah, Mi-chan nggak hapal bang" ucap Miki.


"Yah, ma abangmu itu malah tar dibeliin Gundam bukan one piece" keluh Joshua.


"Emang beda ya Gundam ma one piece?" tanya Miki polos.


"Beda bambaaannggg!" omel Mamoru yang mendekati Miki dan Joshua.


"Gundam itu ini!" sambil menunjukkan gambar robot putih "Kalau one piece tuh ini!" jari Mamoru menggeser slide selanjutnya.



Gundam Strike Freedom



One Piece mini figure


"Bang Joshua titip apaan?" tanya Mamoru.


"Nanti Abang kirim katalognya deh. Kemarin baru dapat emailnya soalnya Abang harus mengecek mana yang belum punya di rumah" jawab Joshua.


"Haaaahhhh? Kok gitu?"


***


Hiro dan Rudy sibuk membahas tentang keadaan kantor cabang AJ Corp di Solo. Sebelum Hiro masuk, Rudy sudah berhasil membawa nama AJ Corp Indonesia naik daun di pusat Dubai dan Jepang walaupun kurang dari dua tahun berdiri. Semua itu memang tidak lepas dari ide ibunya yang ingin suplai batik eksklusif mengingat dia masih punya menantu orang Indonesia.


"Kalau nanti Fyneen melahirkan dan sibuk dengan anak kalian, jangan kau paksakan bekerja dulu Rud. Kalau dia ada ide desain, buatlah di rumah biar kamu yang urus di kantor dengan divisi desain dan produksi."


"Baik pak" jawab Rudy.


"Setidaknya kamu tidak usah mengirim Joshua ke asrama atau pesantren karena akhirnya malah kita yang pergi" bisik Hiro yang membuat Rudy tersenyum setuju.


Ponsel Hiro berbunyi yang lalu menggeser tombol hijau.


"Ya Nobu?"


"..."


"Oke kita berangkat sekarang."


Hiro mematikan ponselnya lalu menatap kedua anaknya yang masih asyik ngobrol dengan Joshua. Ada rasa kasian harus memisahkan mereka yang sudah bersahabat erat namun bagaimana lagi.


"Shan, Nobu sudah siap." panggil Hiro kearah Shanum yang masih ngobrol dengan Fyneen.


"Ayo, anak-anak!" sekarang Hiro ke arah si kembar.


"Berangkat sekarang Dad?" tanya Mamoru.


"Iya. Rud, titip perusahaan dan rumah ya. Kalau Fyneen waktunya melahirkan, insyaallah aku dan Shanum akan kemari" Hiro menjabat tangan Rudy.


"Siap pak! Hati-hati perjalanan ke Tokyonya."


"Harusnya kamu bilang gitu ke Nobu karena dia pilotnya" kekeh Hiro.


"Ati-ati ya mbak. Kiko." Fyneen memeluk Shanum dan Kiko bergantian.


"Kalau dah mau HPL, kabari kami. Insyaallah kami akan ke Solo" ucap Shanum.


"Kabari ya nona Fyneen kapan debay lahir" giliran Kiko memeluk Fyneen lalu mengelus perut buncit Fyneen.


"Pasti kami kabari" jawab Fyneen.


Joshua menuju Hiro "Hati-hati papa Hiro" yang disambut pelukan pria tampan itu. "Joshua titip Miki ya karena Miki punya Joshua!" bisiknya tegas.


Hiro mendelik ke arah anak tampan itu yang disambut senyuman manis. "Joshua serius pa!"


"Astaga Josh!" Hiro pun menepok jidatnya.


"Joshua, titip mama Fyneen yaaa, tolong dijagain mama ma debaynya" Shanum memeluk Joshua.


"Iya ma, Joshua pasti menjaga mama dan debay" ucapnya tegas.


Miki dan Mamoru pun berpamitan dengan Rudy dan Fyneen.


"Tante, titip bik Sum yaaa" ucap Miki polos.


"Iyaa sayang" Fyneen mencium pipi gembul Miki sayang.


Mamoru pun bersalaman dengan Joshua.


"Jangan terlalu berharap Miki akan mau sama kamu bang. Kita masih kecil masih panjang jalannya" bisik Mamoru ke Joshua.


"Abang yakin kok, kalau Miki buat Abang!" balas Joshua tegas. Mamoru hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bang, Mi-chan ke Tokyo dulu ya" ucap anak cantik itu yang gayanya pergi ke Tokyo seperti pergi ke pasar Gedhe cuma sekedar beli dawet.


"Hati-hati ya dik. Ini buat dik Miki" Joshua menyerahkan sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado hello Kitty.



"Iiihhh lucunyaaaa! Apa ini bang?" tanya Miki penasaran.


"Boleh dibuka kalau Miki sudah berumur 22 tahun" ucap Joshua.


"Lamanyaaaaa" keluh Miki.


"Berjanjilah pada Abang bahwa Miki akan membukanya di usia 22 tahun. Pada saat itu Abang akan datang menjemput Miki." Wajah Joshua tampak serius dan membuat Miki melongo.


Abangku kesambit apa ya.


"Iya deh. Mi-chan bakalan buka kalau udah 22 tahun."


Kini kelima keluarga Al Jordan mulai masuk pintu keberangkatan dan tak lama pesawat pribadi milik AJ Corp pun lepas landas menuju Narita Jepang.


Joshua memandang pesawat itu dengan perasaan tidak bisa diungkapkan namun ia yakin pada saat Miki berusia 22 tahun, dia akan datang menjemput gadis itu.


**** END Season 1 ****


Yuhuuu.


Edisi papa Hiro dan mama Shanum udah tamat yaaaa.


Nanti giliran Miki dan Joshua.


Tetep di sini kok kan judulnya juga masuk pak Eko...


Gimana Joshua tetep setia menunggu sesuai dengan janjinya 15 tahun dari sekarang dia akan melamar Miki menjadi istrinya. Apakah Miki bersedia?


Tunggu besok yaaaa.


Mamaciihh yang udah ikutin cerita papa Hiro yang sering kena kdrt mama Shanum dan keluarga Gesrek Al Jordan plus Pratomo.


don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️