You're The Only One

You're The Only One
I Know - Season 2



Joshua menatap laptopnya dan merasa kesal belum bisa masuk ke dalam server milik klan McGregor. Laptop yang dimilikinya sekarang masih dibawah kemampuannya komputer yang berada di apartemennya di Boston.


Sial! Pasti Oom Edward sudah mengantisipasi!


Hari ini pria imut itu memang di rumah sendirian karena Miki bekerja. Joshua sudah memasang alarm jika pihak Edward membongkar tentang siapa dirinya.


Joshua sudah mengetahui bahwa dirinya adalah keturunan Korea Selatan dan Indonesia berkat bantuan dari temannya yang kuliah di fakultas bioteknologi. Pada saat itu, temannya harus melakukan penelitian DNA mengenai keturunan seseorang dan Joshua bersedia membantu.


Hasil dari proses pemecahan DNA dan genetik bisa diketahui garis keturunan dirinya terbukti tingginya frekuensi kromosom Y dari Haplogrup O2b yang dimiliki pria Korea. Bisa dikatakan DNA Y Haplogrup O2b hanya spesifik untuk bangsa Korea.


*sumber Wikipedia*


Sejak mengetahui dirinya memiliki darah Korea, Joshua semakin menggali info orang-orang Korea Selatan yang datang ke Indonesia 26 tahun lalu. Apalagi dia teringat pernah melihat foto Duncan McGregor dengan seorang pria Korea di rumah keluarga McGregor saat dia diajak kesana pada usia 14 tahun. Namun data yang sering ketidak akuratnya di imigrasi, membuat Joshua harus menghack semua informasi, termasuk data pribadi milik klan McGregor.


Joshua kemudian menghubungi Abian. Pasti dia tahu sesuatu yang ayahnya lakukan. Dimana ada Oom Edward pasti ada Oom Bryan, ayah Abian.


"Assalamualaikum bro" sapa Abian.


"Wa'alaikum salam."


"Ciiieeeee pengantin baru ingat telpon sahabat mu ini? Maaf kalau aku tidak bisa datang karena harus maju sidang tesisku." Abian memang sedang mengambil program magister di MIT.


"Gimana tesismu?"


"Alhamdulillah lulus bro. Papa dan mama tinggal datang saja di wisuda anaknya ini" ucap Abian.


"Alhamdulillah."


"Ada apa bro?" tanya Abian yang sudah tahu arah kemana tujuan Joshua menelpon. Ayahnya sudah mewanti-wanti ketika ada yang hendak menghack database milik klan McGregor.


"Dimana Oom Bryan?" tanya Joshua tanpa basa basi.


"Apa kamu membutuhkan bantuan papa?" tanya Abian polos.


"Bian, aku serius. Dimana Oom Bryan?" tanyanya dingin.


Abian yang sudah tahu karakter Joshua yang memiliki sisi gelap hanya menghela nafas panjang.


"Maaf, Shua, aku tidak bisa mengatakan padamu." Jika Abian sudah memanggilnya 'Shua' berarti dia menyimpan rahasia.


"Apa Oom Bryan di Indonesia?" selidik Joshua.


"I can't tell you."


"Anggap saja Oom Bryan di Indonesia bersama Oom Edward." putus Joshua.


"Josh, please be careful. Kamu membongkar semua data termasuk milik keluargamu."


"Klan McGregor hanya teman, Bian."


"Tapi mereka tidak bisa dibilang teman. Mereka saudara! Budhenya Miki menikah dengan Mike Cahill McGregor, bahkan tantenya menikah dengan Edward Blair. Apa itu bukan saudara?" papar Abian. "Kamu menikah dengan Miki dan tentu saja itu menjadi saudara, bro! Jangan menjadi egois."


"Aku hanya ingin tahu siapa aku, Bian."


"Jika kamu sudah tahu siapa dirimu dan asal usulmu, apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku pikirkan nanti" jawab Joshua.


"Josh, kamu harus memikirkan langkahmu. Bagaimana jika asal usulmu berasal dari keluarga yang 11-12 dengan papaku? Bahkan lebih gelap dari klan McGregor?"


Joshua terdiam.


"Kamu sudah menikah dengan gadis yang kamu cintai sejak 15 tahun yang lalu. Jika kamu tidak mengantisipasi langkahmu setelah mengetahui siapa dirimu, kamu bisa kehilangan segalanya. Pikirkan Miki" lanjut Abian.


"Kalau kamu pikir aku akan membalas dendam pada orangtuaku yang telah membuangku, kamu salah Abian. Aku hanya ingin tahu alasan di balik semua itu."


"Joshua, ada kalanya kamu harus mengerem keinginan tahuanmu sementara."


"Ayahmu mencari tahu tentangku kan?" tembak Joshua.


"Joshua..."


"Ayahmu, Oom Edward, papa Rudy pasti bekerjasama untuk mencari tahu siapa diriku bukan?"


Abian hanya diam di seberang sana.


"Considered it is."


"Joshua..."


"Terimakasih atas infonya Bian. Assalamualaikum." Joshua langsung mematikan ponselnya tanpa mendengar balasan dari Abian.


Joshua termenung mengetahui Oom Bryan di Indonesia mencari tahu tentang dirinya.


Apa karena kemarin aku tanpa sadar mengeluarkan aura gelapku demi membela Miki?


Joshua memutuskan untuk tidur, kepalanya terasa berat memikirkan banyak hal.


***


Miki pulang dengan hati gembira. Pastry terbaru yang dibuatnya mendapatkan pujian dari banyak tamu hotel dan langsung habis setelah dia menaruh di lemari pajang.


Miki melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul empat sore.


Tumben bang Joshua nggak makan siang. Apa keasyikan bekerja jadi lupa makan?


"Makasih infonya Bik. Saya ta keatas dulu" ucap Miki sambil menaiki tangga menuju kamarnya.


Sesampainya di depan pintu kamarnya, Miki pelan-pelan membukanya dan dilihatnya suami tampannya sedang terlelap. Miki melihat dekat wajah Joshua yang menunjukkan kelelahan.


Pasti capek sekali mengurus paper dan skripsi mahasiswanya yang penuh dengan angka.


Pelan Miki mengambil daster dan underwear lalu menuju kamar mandi.


***


Joshua mendengar suara air shower mengalir yang menunjukkan bahwa Miki sudah pulang. Disaat dia ingin bangun, ternyata kepalanya pusing sangat, membuatnya tiduran kembali.


Miki keluar kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandinya dan melihat suaminya tiduran dengan tangan kanannya diletakkan di wajahnya.



"Bang" panggil Miki pelan.


"Hhmm."


"Abang sakit?" tanya Miki yang sekarang duduk di pinggir tempat tidur. Tangan Miki menjulur untuk memegang kening Joshua yang ternyata agak hangat.


"Abang belum makan kan?" tanya Miki lagi yang dijawab gelengan pelan oleh suaminya.


"Aku ambilkan maem ya? Abang mau bubur?"


"Nggak mau. Buatkan Abang cereal saja" sahut Joshua.


"Susunya hangat ya, jangan dingin."


"Dingin nggak papa, Abang cuma capek lihat angka" sahut Joshua.


"Miki buatkan dulu ya." Miki pun hendak bangkit ketika tangannya dipegang suaminya.


"Nanti temani Abang ya" pintanya.


Miki tersenyum. "Memang Miki mau kemana bang? Kan memang Nemani Abang disini" kekehnya lalu keluar kamar untuk membuat cereal dan sandwich buat suaminya.


***


Joshua menghabiskan cereal dan sandwich chicken mayonaise buatan Miki lalu mandi dan sholat asar berjamaah. Sembari menunggu waktu sholat Maghrib, Miki mengaji yang didengarkan oleh Joshua.


Usai sholat Maghrib berjamaah, kedua pasutri muda itu turun sembari membawa piring kotor untuk bersiap makan malam.


Di meja makan sudah tersedia sup iga sapi yang diminta Miki. Keduanya pun makan malam tanpa suara.


"Abang minum obat habis ini ya" ucap Miki setelah mereka selesai makan malam sembari mengambil obat sakit kepala untuk Joshua dan memberikan pada suaminya.


"Abang nggak mau minum obat, sayang."


"Minum atau Miki seret ke rumah sakit?" ancam Miki.


Joshua akhirnya meminum obatnya.


"Kamu kalau bar-bar mirip mom Shanum" ledek Joshua setelahnya.


"Iyalah, aku kan anak mommy" senyum Miki.


Joshua lalu menggandeng Miki kembali ke kamar.


"Sekarang kamu jadi istriku" kerling Joshua jahil.


"Ih Abangku sama kayak Daddy kalau keluar mesumnya" cebik Miki.


"Mau gimana, semua pria pasti begitu kalau sama istrinya" gelak Joshua.


"Iisshhhh!"


***


Yuhuuu sorry baru Up


Muaap kalau ceritanya masih ambigu


Jujur lagi blank soal si Joshua


Semoga tar malam dapat wangsit dah.


Eniwaiii thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️