You're The Only One

You're The Only One
I Find You!



Shanum ternganga mendengar ucapan suaminya.


"How...?"


Hiro hanya tersenyum smirk melihat wajah istrinya. "Sayang, kamu lupa aku siapa?"


Shanum hanya tersenyum kikuk. Selalu lupa dia adalah Hiroshi Al Jordan, CEO AJ Corp, salah satu keluarga berpengaruh di dunia karena Shanum hanya melihat Hiro adalah seorang suami, Daddy dan big baby boy di rumah.


"Jangan khawatir kan soal somasi, itu hanya masalah kecil. Pengacara Hotman sudah mengabari papa Adrian dan aku bahwa itu hal yang bisa diselesaikan dengan mudah." Hiro menghampiri istrinya dan memeluknya.


Shanum mendongak menatap wajah tampan suaminya.


"Kamu tahu, aku selalu lupa siapa dirimu".


Hiro menaikkan alisnya. "Apa maksudnya?"


Shanum terkikik. "Kamu yang aku kenal adalah pria menyebalkan, mesum, big baby boy, tukang ngeyel..."


"Shan, kok nggak ada yang baik-baik sih dari diriku?" cebik Hiro kesal semakin mengetatkan pelukannya tapi semakin membuat Shanum tertawa.


"Banyak kok baiknya tapi entah kenapa aku tidak bisa mengucapkannya" goda Shanum. Entah mengapa hatinya menjadi lega karena suaminya menenangkannya.


"Kamu itu nakal, Shan! Sangat nakal!" Hiro berbisik di telinga Shanum yang membuat wanita itu merinding.


Sejurus kemudian, Hiro mulai mencium rahang dan leher Shanum yang berbau Jasmine. Mendapatkan perlakuan mesra seperti itu, Shanum mengetatkan pelukan di leher Hiro yang bibirnya kini mulai bergeser menuju bibirnya dan mulai Melu****atnya, melakukan French kiss hingga...


"Maaf Tuan. Sudah..." Rudy langsung menutup pintu ruangan Hiro agak keras.


Sepasang suami istri yang terpergok oleh karyawannya, membeku. Keduanya berusaha mengontrol nafas yang memburu.


"Sialan Rudy! Gadha gaji bulan ini!" umpat Hiro frustasi sambil mengusap rambutnya.


Shanum membenahi pakaiannya yang berantakan akibat ulah Hiro.


"Aku keluar dulu mas. Pasti tadi dik Rudy ada hal penting" Shanum berjalan menuju pintu namun lengannya ditahan tangan kekar suaminya.


"Kamu disini dulu. Duduk manis disitu" Hiro mengedikkan kepalanya menunjukkan sofa depan meja kebesaran suaminya.


Shanum menurut daripada nanti berabe. Setelah melihat istri cantiknya duduk manis, Hiro duduk di kursinya lalu memanggil Rudy via intercom.


Tak lama suara ketukan terdengar.


"Masuk!"


Rudy membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Hiro kemudian menutupnya. Pria tampan itu mengangguk hormat pada Shanum yang dibalas dengan senyuman, kemudian berjalan menuju meja Hiro.


"Saya minta maaf tuan atas kejadian tadi." Rudy membungkuk.


"Gadha gaji bulan depan" decik Hiro dengan muka dingin.


Rudy hanya menghela nafas panjang.


Sabar, sabar, sabar.


"Iya saya salah tuan. Saya hanya hendak mengingatkan ada meeting zoom bersama kantor Dubai dan Tokyo sepuluh menit lagi."


Hiro membuka MacBook nya.


"Oke. Sekarang kamu boleh keluar." Hiro menggerakkan tangannya seperti mengusir.


"Permisi tuan. Mari Bu Shanum" pamit Rudy.


"Iya dik" jawab Shanum.


Setelah Rudy pergi, Shanum melirik jam di tangannya.


Sudah waktunya menjemput anak-anak.


"Mas" panggil Shanum. Suaminya masih sibuk mengutak-atik MacBook nya dan bersiap memakai airpods.


"Ada apa?" tanyanya dengan wajah masih memandang layar laptop.


"Aku jemput anak-anak dulu ya. Sudah jamnya mereka pulang".


Hiro melihat jam rolexnya. Maunya sih dia ikut menemani istrinya menjemput si kembar tapi meeting ini sangat penting.


"Ya sudah. Hati-hati". Shanum mencium bibir Hiro sekilas yang langsung ditahannya menjadi ciuman yang dalam.


"Ehem. Bro." suara Keiji di layar laptop membuat keduanya menoleh.


"Haaaiissshhhh, ada apa dengan hari ini??? Dua kali aku diganggu pada saat berciuman dengan istriku!" omel Hiro. Shanum melap bibirnya dengan jempolnya.


"Hai Kei" sapa Shanum.


"Hai kakak ipar. Dah sana, kakak ipar pergi, nanti kita nggak jadi meeting" seringai Keiji jahil.


"Beraninya kau..."


"Bye Kei. Bye sayang. Assalamualaikum!" Shanum segera keluar dari ruang kerja suaminya.


"Brengsek kau!"


***


Shanum mengendarai HRV nya menuju sekolah si kembar. Hatinya merasa lega setelah pengacara Hotman memberikan kabar bahwa somasi itu bisa dibatalkan karena tidak ada hitam diatas putih, hanya berupa rekaman.


PRC group sendiri tidak mengijinkan melepaskan rekaman CCTV dari kantor mereka karena itu sebagai rahasia perusahaan. Papa Adrian dan pengacara Hotman sendiri yang menghadapi pengacara Ridwan yang datang ke kantornya.


Kini Shanum menunggu anak-anak keluar dari gerbang sekolah sembari bekerja dengan iPad nya di dalam mobilnya. Klien kakaknya di Aussie sangat suka dengan desain yang dibuat oleh Shanum dan meminta membuatnya untuk kamar anak-anaknya.


Saking asyiknya Shanum bekerja, sampai-sampai tidak mendengar putrinya mengetok kaca mobil.


"Mommy!" seru Miki.


Shanum mendongak dari layar iPad nya.


"Lho sudah pulang?"


Miki tidak menjawab, melainkan memilih membuka pintu mobil dan masuk.


"Udah, cuma Ni-chan masih ketemu dengan Bu Guru membahas jadwal olimpiade matematika." Miki celingak-celinguk mencari camilan.


Shanum mengambil paper bag yang berada di belakang kursi.


"Nih, mommy bawain jajanan pasar."


Miki tersenyum lebar. Mommynya selalu tahu kalau dia tukang ngemil.


Tak lama Mamoru pun datang menghampiri mobil Shanum dan duduk di belakang.


"Mom, nunggu bang Joshua ya" pinta Mamoru sambil mengambil susu uht yang disediakan di dalam mobil.


"Tumben Joshua ikut? Biasanya dijemput Rana" sahut Shanum.


"Tante Rana tadi wa bang Joshua kalau nggak bisa jemput jadi mending ikut kita aja mom" ucap Mamoru.


"Ya udah biar nanti mommy antar ke rumah oom Rudy."


"Asyiikkk! Nanti Mi-chan minta maem ah!" seru Miki.


"Ih kamu tuh nggak tahu malu!" omel Mamoru.


"Biarin!" Miki menjulurkan lidahnya.


"Udah, ga usah berantem! Abang, tuh Joshua. Dipanggil gih!" Shanum menunjuk bocah tampan yang baru keluar gerbang.


Mamoru pun memanggil Joshua yang datang menghampiri dan akhirnya ikut dengan Shanum pulang.


***


Ridwan menjejakkan kakinya di bandara Adi Soemarmo Solo. Dia mendapatkan info bahwa Shanum berada di kota ini, bukan di luar negeri seperti yang dikatakan oleh Ferdi.


Asisten sialan! Kurang ajar dia membohongi aku!


Amarah Ridwan benar-benar di ujung tanduk. Ditambah somasinya dianggap cacat dan tidak beralasan jelas. Sebenarnya Ridwan sendiri tidak yakin somasinya akan berhasil karena dia harus berhadapan denga Adrian Pratomo yang sudah pasti membawa tim pengacara dan pasang badan untuk putrinya.


Mendengar Shanum berada di kota ini, membuatnya langsung terbang ke Solo dengan pesawat pribadi.


Seorang pengawal sudah menunggu di pintu kedatangan dan mereka naik mobil mewah yang sudah disiapkan.


"Tuan Ridwan, mau makan siang dulu?" tanya pengawalnya.


"Boleh. Ada ide?" Marah itu butuh energi juga dan Ridwan membutuhkan energi yang banyak sebelum bertemu dengan Shanum.


"Bagaimana kalau kita makan di adem ayem, resto gudeg dan ayam opor legendaris di solo?"


"Mana sajalah asalkan enak" sahutnya acuh.


"Baik tuan."


Mobil mewah itu segera meluncur ke jalan Slamet Riyadi dan setengah jam kemudian sudah sampai di depan restoran. Setelah mendapatkan parkir, Ridwan dan pengawalnya masuk dan sengaja mencari tempat yang agak tersembunyi.


Setelah memesan makanan, Ridwan mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran tersebut. Mata tajamnya melihat sebuah mobil HRV hitam parkir. Tempat dia duduk memang agak tersembunyi namun bisa melihat luar restoran.


Betapa terkejutnya Ridwan melihat perempuan yang turun dari mobil hitam itu adalah Shanum yang diikuti oleh tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Bahkan wajah anak laki-laki dan perempuan yang lebih kecil itu mirip satu sama lain.


Apakah dua anak itu kembar? Dan anak yang lebih besar itu anaknya juga?


Ridwan masih tetap memperhatikan dan berharap Shanum tidak melihat. Dan ternyata keempatnya memilih tempat yang agak jauh dari Ridwan, bahkan Shanum sepertinya tidak menyadari ada dirinya.


*Ternyata dia sudah punya anak? Apa mereka anaknya si brengsek Al Jordan itu?


Terlepas dari semuanya, I FIND YOU*!


***