You're The Only One

You're The Only One
Keluarga Gesrek



Hari pertama di tahun yang baru ini diawali dengan belum keluarnya para keluarga Al Jordan dan Pratomo kecuali papa Adrian dan papa Akira yang sudah pergi bermain golf di Merapi bersama beberapa pengawal.


Semalam semua penghuni villa beserta para pengawal dan pelayan merayakan pesta barbeque hingga pukul dua pagi sedangkan anak-anak usai menghitung mundur pergantian tahun, sudah kembali ke villa untuk tidur. Hanya tinggal orang-orang dewasa di halaman belakang.


Kini jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi dan beberapa pelayan sudah mulai menyiapkan sarapan untuk para majikannya.


Di sebuah kamar, sepasang suami istri yang baru saja melakukan ijab qobul kemarin tampak masih tidur saling berpelukan. Shanum yang mengenakan daster coklat, tidur dalam pelukan Hiro yang tidak memakai baju, hanya mengenakan celana boxer. Sudah menjadi kebiasaan Hiro tidur seperti itu.


Tujuh tahun berpisah, ternyata Shanum masih hapal bau suaminya yang beraroma musk. Parfum yang dipakai Hiro tidak pernah berubah. Bau yang sangat dihapal hidung mancung Shanum yang langsung menempel dada bidang Hiro.


Mata Shanum terbuka pelan-pelan lalu mengarah ke arah wajah suaminya yang masih terlelap. Tubuhnya masih dipeluk posesif oleh dua tangan kekar yang di jari manis kanannya terdapat cincin pernikahan nya yang lama, yang didalamnya terukir nama Shanum Putri.


Shanum berusaha untuk melepaskan diri karena panggilan alam mengharuskan dia bangun namun pelukan di tubuhnya semakin mengetat.


"Hiro, lepas dulu" bisik Shanum.


Hiro hanya menggumam tidak jelas.


"Mas Hiro" bisik Shanum.


Hiro membuka matanya yang langsung bersirobok dengan mata coklat Shanum.


"Hai" sapanya dengan suara serak yang terdengar sek** di telinga Shanum.


"Hai. Bisa minta tolong lepaskan dulu pelukannya? Aku ingin ke toilet." Shanum masih berusaha melepaskan diri dari tangan kekar Hiro.


"Kiss me first" pinta Hiro sambil tersenyum jahil.


"Hah?"


Tanpa basa basi, Hiro mencium bibir Shanum dengan mesra dan menuntut yang dibalas oleh istrinya. Tiba-tiba Shanum mencubit perut six pack suaminya yang langsung melepaskan pelukannya. Lekas-lekas Shanum melesat menuju kamar mandi dan menutupnya keras.


"Shan! KDRT ini!" protes Hiro sambil mengusap-usap perutnya yang terkena cubitan istrinya.


Hiro pun berpikiran nakal. Pria tampan itu kemudian bangun dari tempat tidur Queen sizenya lalu menuju kamar mandi yang ternyata tidak dikunci oleh Shanum. Sebuah senyuman nakal terbersit di wajahnya.


Pelan dia membuka pintu kamar mandi dan tampak Shanum menikmati air dari shower. Hiro menelan salivanya berulang kali melihat pemandangan di hadapannya. Tubuh indah pol*** istrinya terpampang di hadapannya. Hiro menutup pintu kamar mandi dan menguncinya, lalu melepaskan boxernya.


Tubuh liat itu lalu masuk ke dalam kotak shower lalu memeluk Shanum dari belakang. Shanum yang terkejut mendapatkan pelukan dari suaminya hanya memandang penuh tanya.


"Mas mau mandi?" tanyanya polos.


Hiro ingin tertawa mendengar kalimat itu namun hasratnya menahan tawanya.


"Iya, mandi bareng seperti dulu" bisiknya sambil mencium leher Shanum dan memberikan tanda disana. Shanum mende***, pant***nya merasakan sesuatu yang menempel lekat.


"Itu juniormu..." bisik Shanum dengan nafas tidak beraturan.


"Bolehkah Shan?" tanya Hiro.


Shanum pun mengangguk. Jujur tujuh tahun berpuasa, mendapatkan perlakuan dari Hiro yang sen***al ini, seperti membangunkan gairahnya yang dia tekan rapat-rapat.


Hiro pun seperti mendapatkan lotere. Dan keduanya pun melanggar larangan yang disebut oleh papa Eddie kemarin.


***


Shanum sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang panjang. Dirinya masih mengenakan dasternya yang tadi, sedangkan Hiro sudah berganti kaos polos warna hitam dan celana jeans belel yang semakin mencetak bentuk tubuhnya yang menggoda iman.


Hiro masih memperhatikan kegiatan istrinya dengan tatapan penuh cinta. Betapa tadi dirinya sangat puas melakukan pelepasan berkali-kali dan Shanum pun juga sangat menikmatinya. Benar-benar puasa tujuh tahun baru separuh dituntaskan. Kalau saja tadi Shanum tidak mengeluh letih dan kedinginan, entah akan berlangsung berapa ronde lagi.


"Masih nggak nyaman Shan?" tanya Hiro nggak jelas.


"Masih! Gara-gara siapa coba!" cebik Shanum kesal.


"Idih! Tapi tadi enak kan? Betapa rindunya aku dengan cara kamu menyebutkan namaku berulang kali setiap aku memberikan kenikmatan" kerling Hiro nakal.


Shanum menghentikan menyisir rambutnya. "Kamu mesum!"


Shanum pun berdiri dan melepaskan dasternya untuk menggantinya dengan kaos berleher rendah. Namun Hiro segera meminta untuk menggantinya.


"Kenapa?" tanya Shanum heran.


Hiro hanya menyibakkan rambutnya dan menunjukkan banyak tanda merah disana.


"Kamu mau jadi bahan bully keluargamu?"


Shanum terbelalak. "HIROSHI!!!"


***


Suasana villa tampak lengang. Mama Raina dan mama Niken memutuskan pergi ke Jogja bersama Rudy, Fyneen, si kembar, Joshua, Rana dan Kiko menggunakan dua buah mobil bersama pengawal. Reza, Andhira, Panji dan Savitri bersama dua orang pengawal pergi berjalan-jalan. Kemarin pasangan ini belum sempat untuk jalan-jalan.


Kedua opa, masih menikmati bermain golf dan tadi sempat mengabari akan pulang sore. Mama Raina dan mama Niken merasa aman karena Ameer pun ikut bersama dua tuan besarnya.


Kini di meja makan hanyalah ada dua pasang suami istri yang menikmati brunch berupa Mac n cheese, roti bakar, nasi goreng daging sisa barbeque semalam, kopi dan teh.


Mike dan Nabila merasa heran melihat Shanum memakai kaus turtle neck warna hitam lengan panjang, sedangkan Hiro hanya mengenakan kaos hitam lengan pendek.


Sepasang dokter bedah itu sendiri sama-sama mengenakan kemeja biru tua dan celana jeans. Rencana pasangan Cahill itu akan berjalan kaki di sekitar villa.


"Kamu sakit dik?" tanya Nabila sambil memincingkan matanya.


Shanum hanya menggeleng. "Nggak kok mbak".


"Kok pakai kaos turtle neck gitu" timpal Mike penuh selidik. "Jangan-jangan..."


Nabila melongo. "Kamu udah diunboxing ya!" serunya.


Wajah Shanum dan Hiro memerah. Keduanya tampak kikuk di hadapan kedua pasangan yang terkenal gesrek.


"Whoah! Benar-benar deh kalian itu!" sahut Mike sambil tertawa devil.


"Kalian lakuin dimana? Jangan bilang di kamar mandi! Ya ampun, mbok ya tunggu besok!" kekeh Nabila.


"Salahnya dia mandi nggak dikunci" sahut Hiro yang dapat pelototan horor istrinya.


"Kok jadi salahku?" protes Shanum dengan wajah memerah menahan malu dan jengkel.


"Sekarang mas Mike pikir, gimana ga kejadian kalau tiba-tiba di hadapan mu ada sosok istrimu yang menggoda. Apalagi aku sudah tujuh tahun puasa. Kan takut juniorku karatan... Aduh!" Hiro mendapatkan pukulan keras oleh Shanum di bahunya.


"Mulutnya lemes banget ya!"


Mike dan Nabila tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan no filter dari iparnya.


"Aku kan nggak salah! Bener kan?" bela Hiro. "Lagian siapa tadi yang menikmati sampai mende***ah berulangkali memanggil namaku?"


Tentu saja pasangan dokter itu makin keras tertawanya. Shanum sendiri bersyukur kakak lelakinya tidak ada, jadi berkurang lah oknum pembully.


"Nggak usah diperjelas!" bentak Shanum dengan wajah bagaikan kepiting rebus.


"Astaga bro, kamu jadi ikutan gesreknya keluarga Pratomo!" kekeh Mike.


"Kayak kamu nggak juga mas" sahut Hiro sambil tertawa.


"Iya, kita sama-sama jatuh cinta dengan perempuan keluarga Pratomo yang bar-bar" ucap Mike.


"Biarpun bar-bar dan Gesrek, tapi mereka nikmat ya mas!"


Kedua perempuan kakak beradik itu segera memukul suami masing-masing.


"MAS!!!"


***