You're The Only One

You're The Only One
Will You Marry Me Box - Season 2



Hari ini genap Miki berusia 22 tahun, namun rencana keluarganya pada datang ke Solo harus dibatalkan karena Mamoru sempat bertengkar dengan opa Akira gara-gara Mamoru lebih memilih menyelesaikan spesialis jantung daripada meneruskan AJ Corp di Dubai.


Terpaksa Hiro dan Shanum bersama Masayuki harus terbang ke Dubai untuk mendamaikan kedua orang yang sama-sama keras kepala. Oma Raina dan Oom Keiji pun tidak berhasil menengahi.


Akhirnga Miki harus merayakan ulang tahunnya sendirian di solo. Sebenarnya tidak sendirian karena tadi Tante Fyneen memberikan ucapan selamat ulang tahun dan mengatakan akan ke rumah solo baru.


Kebetulan hari ini Miki mendapat shift pagi jadi sore dia sudah ada di rumah.


"Fokus kerja Mi-chan. Tahu sendiri bang Moru kalau sudah keluar kepala batunya kayak apa!" monolog Miki sambil masuk ke mobil Toyota Yarisnya lalu menuju hotel Alila.


***


Semenjak Miki memiliki mobil sendiri, Joshua tidak menjemput gadis itu. Hari ini adalah hari yang ditunggu Joshua dan dia berencana membuat surprise.


"Kamu kenapa son?" tanya papa Rudy melihat Joshua hilir mudik sembari menelpon.


Joshua memutuskan telponnya lalu berjalan menuju papa Rudy yang sedang bersiap berangkat kantor.


"Mau kasih surprise ke Miki, pa" jawabnya.


"Ohya? Good luck son" senyum papa Rudy penuh arti.


"Mas" panggil mama Fyneen. "Ini bekalnya dibawa dulu. Aku mau ke sekolah Sabrina pagi ini."


"Hah? Kenapa tuh bocah?" tanya Joshua bingung.


"Adikmu terpilih menjadi perwakilan sekolahnya untuk ikut olimpiade fisika tapi nggak mau karena di Kuala Lumpur tempatnya" jawab mama Fyneen.


"Lha kenapa nggak mau? KL kan sama ma Jakarta." Joshua menjadi bingung kenapa kesempatan emas ini nggak diambil adiknya.


"Adikmu kan mbok-mbokan ( kolokan ), ga bisa jauh dari mamamu" kekeh papa Rudy.


"Ih tuh anak kapan beraninya?" Joshua menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Makanya mama mau ke sekolahan sekalian ngobrol ma gurunya."


"Ya udah, mama atur ya. Aku berangkat dulu. Assalamualaikum." Papa Rudy mencium pipi mama Fyneen lalu menepuk kepala Joshua sebelum menuju mobilnya.


"Mama mau diantar Joshua ke sekolah Brina?" tawar Joshua.


"Nggak usah. Kamu kasih surprise saja ke Miki. Kasihan gara-gara Mamoru bertengkar dengan tuan Akira, jadinya keluarga papa Hiro dan mama Shanum harus ke Dubai." Mama Fyneen mengedipkan sebelah matanya.


Joshua tersenyum lebar melihat kode hijau dari mamanya. "Thanks ma, you're the best!" ucapnya sambil memeluk ibunya yang sudah mengasuhnya sejak bayi.


***


Sore ini Miki pulang dengan semangat karena Tante Fyneen mengirimkan pesan sudah tiba di rumah solo baru. Tadi usai jam kerjanya, Miki memutuskan menumpang mandi di hotel jadi sampai rumah sudah wangi dan bersih. Miki memang terbiasa membawa duffle bag yang berisi pakaian bersih dan peralatan mandi untuk berjaga-jaga.


Sesampainya di rumah, Miki heran kenapa lampu pada padam.


Perasaan hujan nggak, pemberitahuan pemadaman PLN juga nggak ada dan ada genset di rumah. Pak Tarman kemana lagi?


Miki memarkirkan mobilnya di depan garasi yang tertutup. Berbekal lampu senter yang dia simpan di laci mobil, Miki berjalan menuju pintu dan mulai membuka kodenya. Tampak ruang tamu gelap gulita tanpa ada penerangan.


"Pak Tarman! Bik Yuni!" teriaknya. "Pada kemana sih orang-orang?"


Sekali lagi Miki berteriak. "Tante Fyneen? Sabrina?" sembari berjalan menuju ruang tengah.


Tiba-tiba...


"SURPRISE!!!"


Lampu rumah pun menyala dan tampak semua keluarganya lengkap disana termasuk Daddy Hiro dan mommy Shanum, kembarannya Mamoru, adiknya Masayuki, Oom Rudy, Tante Fyneen, Sabrina dan Joshua. Di ruang tengah sudah tersusun berbagai macam kue dan macaron bewarna pink.



Miki melongo. Bener-bener dia kena prank dari seluruh keluarganya.


"Masa kami Setega itu sayang?" senyum mama Shanum. "Selamat ulang tahun pumpkin mommy. Doa terbaik dari mommy untukmu." Shanum mencium kedua pipi Miki.


Dad Hiro hanya merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut Miki. Keduanya saling berpelukan. "Selamat ulang tahun princess kesayangan Daddy" ucapnya sambil mencium kepala Miki.


"Terimakasih" ucap Miki yang tanpa disadari sudah menangis.


"Selamat ulang tahun kembaran" Mamoru pun memeluk saudara kembarnya.


"Selamat ulang tahun juga kembaran" balas Miki sambil tertawa.


"Selamat ulang tahun onichan" Masayuki memeluk kakak perempuannya. Walaupun Yuki baru berusia 14 tahun, tapi tingginya sudah sama dengan Miki. Remaja laki-laki itu mengikuti jejak keluarganya yang masuk universitas di usia muda. Yuki sekarang kuliah di jurusan matematika universitas Tokyo sama dengan sepupunya.


"Selamat ulang tahun sayang" Tante Fyneen memeluk Miki dan mencium pipinya. Oom Rudy hanya menyalami Miki.


"Mbaaaakkk, selamat ulang tahun!" seru Sabrina sembari memeluk Miki.


"Terimakasih cantik! Selamat ya lolos olimpiade fisika" puji Miki.


"Kepaksa pergi mba, kalau nggak mama bisa ngeroweng kayak tawon" bibir Sabrina mengerucut.


"Kesempatan nggak datang dua kali. Manfaatkan!" ucap Miki.


"Seperti sekarang kan dik?" suara Joshua mengalihkan perhatian Miki dan gadis itu terbelalak melihat Joshua memegang bungkusan dari 15 tahun yang lalu. "Bukalah."


Miki memandang ke semua keluarganya yang tampak begitu antusias melihatnya membuka bungkusan berbentuk kotak yang terbungkus kertas kado hello Kitty yang sudah mulai lusuh.


"Harus sekarang?" bisiknya. Joshua mengangguk. "Bukan bom kan?" Joshua tersenyum rahasia.


Sembari mengerenyitkan dahinya, Miki membuka pelan bungkusan itu diatas meja makan.


Ketika dia membuka kotak itu, Miki terkesiap sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.



Sebuah kotak bundar dari kayu dengan tulisan 'will you marry me?' terdapat di dalamnya dan setelah dibuka terdapat cincin yang terbuat dari perak dengan batu berlian imitasi.


"Aku belum bisa membeli emas dan berlian pada saat itu" ucap Joshua. "Tapi aku bersungguh-sungguh ingin menikah denganmu bahkan sejak kamu berusia tujuh tahun."


Miki menatap Joshua dengan tatapan tidak percaya.


"Selama itu Abang menunggu?" bisik Miki.


Joshua mengangguk. "Dan ini cincin yang benerannya." Joshua berlutut dengan satu kaki di hadapan Miki sembari mengulurkan tangannya yang terdapat kotak beludru warna merah dan membukanya.



"Will you marry me Miki Jasmine Pratomo Al Jordan?"


Miki hanya melongo menatap Joshua yang memandangnya penuh cinta.


Are you crazy bang? Melamarku di depan semua keluarga kita?


***


Yuhuuu


Sorry baru Up.


Weekend real life dulu.


Thank you for your support


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️