Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #8



Sesampainya di apertemen Elin menyapa kakaknya dan bermain sebentar dengan Brian.


Lalu masuk ke kamar, setelah ganti baju dia bersiap untuk mempelajari semua berkas yang di berikan Nitha tadi.


Elin melihat daftar pegawai perusahaan, terdapat 40 karyawan cafe beserta foto, tugas dan shift kerja masing-masing karyawan.


Elin menelpon Nitha.


"halo Tha"


"iya sayang, ada apa?"


"ini daftar pegawai cafe, apa saya harus hapal semua nama, wajah, tugas dan shift kerja mereka?" tanya Elin


"iop" jawab Nitha singkat


"Nithaaa kamu kan tau saya tidak mudah menghapal wajah seseorang yang baru saya lihat" regek Elin.


Tawa Nitha pecah, dia tau kalau sahabatnya ini susah untuk mengingat wajah orang yang baru di lihatnya.


Tapi jangan salah kalau soal hapal menghapal berkas-berkas Elin jagonya dan Elin juga mudah mengerti terharap hal baru.


Elin melihat wajah salah satu karyawan cafe pria yang memiliki rambut sebahu


"Tha sepertinya saya cuman bisa ingat karyawan bernama Kevin" ujar Elin.


Nitha di seberang sana kembali tertawa.


"kamu ini ada-ada aja, mentang-mentang kevin sendiri yang gondrong jadi kamu bisa langsung tau"


"yaah habis cuman dia sendiri yang berbeda, yang lain karwayan prianya rambutnya pendek model rambutnya hampir sama semua. Apalagi yang wanita rambutnya di ikat setengah semua" jelas Elin yang sudah melihat semua daftar karyawan.


"hahahahha..... kamu tuh lucu banget. Kamu tenang aja lambat laun kamu juga bakalan hapal kok wajah-wajah mereka. Lagian ada Vino yang bantu kamu nanti. Udah dulu yah Lin saya lagi nyuapin mama nih, entar kita lanjut. Ok?"ujar Nitha.


"iya. Kamu jangan lupa makan juga. Bye" ujar Elin.


Sambungan telepon terputus.


Keesokan harinya, pagi-pagi Elin sudah bersiap untuk ke cafe. Walaupun cafe baru buka jam 10.00 tapi Elin sudah janjian dengan nitha jam 8.00 bertemu di depan cafe.


tok tok tok


Nitha mengetuk pintu besi cafe dan di buka oleh salah satu satpam cafe.


"Selamat pagi pak Tatan" sapa Nitha.


"Selamat pagi bu" balas tatan.


"pak tatan kenalin ini Angelin dia nanti yang menggantikan saya untuk sementara" jelas Nitha.


"halo pak, saya Angelin panggil aja Elin" sapa Elin dengan ramah sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. pak Tatan yang melihat tangan Elin langsung menjabat tangan Elin sambil sedikit menundukkan kepalanya dan tersenyum.


"saya ke atas dulu yah pak Tatan" pamit Nitha yang di ikuti Elin.


Nitha membawa Elin ke ruangannya. Terdapat 2 meja di ruangan Nitha, satu meja untuk Nitha dan satunya lagi untuk Vino tapi Vino jarang memakai mejanya, dia keruangannya saat memyimpan tas dan mengambil tas atau jika ada berkas yang harus dia kerjakan. Sisanya Vino di lantai 1 mengawasi karyawan bekerja.


Nitha juga semalam membuatkan Elin selembar kertas berisikan kegiatan rutinnya di cafe.


"Semoga buku dan kertas ini bisa membantu kamu" ujar Nitha.


"Terimakasih. Bay the way para karyawan dan Mr. perfect jam berapa datangnya?" tanya Elin yang sedari tadi tidak melihat mereka.


"Karyawan datang jam 8.30. Kalau Mr. perfect terserah dia sih, biasa juga dia tidak datang, biasa juga jam segini, sore sekedar datang mengecek" jelas Nitha.


"Enak banget jadi Boss" Ujar Elin.


"Memang. Tapi tiap kali ada masalah dia yang pusing duluan" ujar Nitha.


"iya saya ingat waktu itu kamu bilang cafe sedang mengalami kerugian"


Nitha yang mengingat cerita itu merasa ngeri sendiri. karena dia, Vino dan bossnya sampai harus lembur untuk mencari tau penyebab kerugian.


Mereka keluar dari ruangan Nitha, dia menunjukkan kepada Elin ruang karyawan yang berada di sebelah ruangannya, di seberang ruangan Nitha adalah toilet dan ruangan yang paling besar dari 2 ruangan lainnya adalah ruangan Bossnya yang berada disudut.


Nitha membawa Elin ke lantai 1. Dia menunjukkan setiap ruangan di lantai 1.


Saat di gudang Nitha sekalian mengecek persediaan bahan-bahan Makanan dan minuman di bantu Elin.


"apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Yuan datar yang sedari tadi memperhatikan Nitha dan Elin dari ambang pintu.


"pak Yuan, saya sedang mengecek persediaan sekalian mengajari Elin" jawab Nitha.


"hari ini kamu di cafe saja dulu ajari pengganti kamu, bisa kan?" ujar Elin datar.


"baik pak. Saya juga sudah pesan ke suster rumah sakit untuk menjaga mama saya" ujar Nitha.


"bagus." Yuan langsung menuju ke ruangannya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih