
Keesokannya
Elin telah berada di mobil Vino. Mereka menuju ke mall tempat mereka janjian bersama Gino dan Emi.
Setibanya di mall Elin dan Vino menuju ke restoran korea yang terletak di lantai dua mall.
Elin melihat sekeliling restoran tapi tidak menemukan Gino dan Emi.
"Kok mereka tidak ada sih? tadi katanya sudah tiba di mall" tanya Elin kepada Vino.
Vino menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya yang menandakan ketidaktahuannya. "Kita duduk aja dulu sambil nunggu mereka" ujar Vino dan disetujui oleh Elin.
Tidak lama kemudian orang yang di tunggu telah datang.
"kalian dari mana?" tanya Vino yang lebih dulu melihat mereka.
"temenin dia ke toilet" jawab Gino.
"Saya baru 2 kali datang ke mall ini, jadi belum gitu hapal toiletnya dimana" ujar Emi.
"Terus kenapa masih berdiri? mau jadi waitress di sini?" tanya Elin.
"gak lah" jawab Gino dan Emi bersamaan sambil duduk.
"kompak banget" ledek Vino.
"gak usah mulai deh" ujar Gino ketus.
"Tapi emang benar sih" ledek Elin
"Sama aja kamu Lin dengan Vino, sebelas duabelas" ujar Emi.
Vino dan Elin saling memandang lalu tersenyum senang menganggu mereka berdua.
Salah satu waitress restoran memberikan mereka buku menu restoran.
"Pesan paket B aja kali ya, soalnya menunya lengkap. Tinggal tambah minumnya lemon tea" ujar Gino dan di setujui oleh mereka bertiga.
Selesai memesan.
"Kalian kerja di cafe Sun sudah berapa lama?" tanya Elin.
"Saya 2 tahunan" jawab Emi
"Saya 3 tahunan" jawab Gino
"Saya sejak Nitha bekerja di cafe" jawab Vino.
"Udah lama banget berarti" ujar Gino yang kaget.
"Iya. Makanya dia akrab banget sama Nitha, sampai di kira pacaran" ujar Emi.
"Tapi kalau sampai mereka pacaran kalian setuju gak?" tanya Elin iseng.
Vino langsung memasang wajah kesal ke Elin. Namun Elin hanya meresponnya dengan mengangkat kedua alisnya seakan-akan dia tidak tau penyebab kesalnya Vino.
"Setuju. Mereka serasi banget" ujar Emi.
Gino mulai nge grill daging di pemanggangan di atas meja (khas resto korea)
"Lin sejak kapan kamu dan boss pacaran?" tanya Gino tiba-tiba.
Elin yang sedang minum dan mendengar pertanyaan Gino membuatnya tersedak hingga lemon tea yang ditelannya ingin menyembur keluar dari mulutnya, untungnya dengan sigap telapak tangan Elin menahan lemon tea itu berhamburan dari mulutnya.
"pelan-pelan Lin minumnya" ujar Vino yang duduk di samping Elin sambil menepuk pelan punggung Elin.
"Saya dan boss tidak pacaran" ujar Elin yang sudah merasa baikan.
"terus kenapa sampai boss mengatakannya waktu itu? di depan para karyawan lagi sampai-sampai kamu jadi bahan gosip mereka. Dan lagi wanita waktu itu yang nyerang kamu dengan kopi panas, katanya kamu merebut boss darinya. Gimana ceritanya?" Tanya Emi penasaran sambil memakan daging hasil panggangan Gino.
"Buset pertanyaannya kek lagi ujian skripsi aja" Ujar Elin sambil membungkus daging panggang dengan daun wijen. "kalau pertanyaan kamu yang pertama saya tidak tau jawabannya"
"kalau pertanyaan yang kedua?" tanya Gino
"Wanita itu namanya mbah Rena, dia mantannya pak Yuan. Dia menyuruh saya berpura-pura menjadi pacarnya di depan mbah Rena. Makanya mbah Rena ngira saya ngerubut pak Yuan darinya" jelas Elin sambil memasukkan bungkusan daun wijen ke mulutnya.
"Tapi kenapa boss nyuruh kamu jadi pacar pura-puranya?" tanya Gino lagi
"Tidak tau" ujar Elin dengan mulutnya yang penuh makanan.
"Apa jangan-jangan boss suka sama kamu?" ledek Vino
Mendengar pertanyaan Vino, membuat Elin sontak terkejut dan melihat kearah Vino. Untungnya makanan di mulut Elin sudah dia telan semua, jika tidak mungkin akan muncrat ke wajah Vino.
Vino yang dilihat oleh Elin mengangkat alisnya membalas apa yang dilakukan Elin tadi padanya.
"Jangan bikin gosip sembarang" ujar Elin kesal. "udah gak usah bahas Pak Yuan lagi. Oh iya, kalian ada usul gak mau liburan kemana minggu depan?"
"Gimana kalau di resort tempat teman saya kerja aja, kamarnya banyak, dekat pantai lagi, kita juga di tanggung makan 3 kali sehari dan sekarangkan tidak lagi musim liburan jadi cuman kita-kita saja yang disana lebih asyik kan"
"Boleh juga, kalau gitu mengenai resort saya serahkan ke kamu yah Gino, transportasinya nanti kita sewa biss aja"
"Kalau soal biss biar saya yang urus" ujar Vino
"legah deh, soalnya saya ga pernah urus-urus liburan kek gini, biasanya juga diurusin" ujar Elin.
Selesai makan mereka keluar dari restoran.
"Selanjutnya mau kemana?" tanya Gino
"Saya harus balik soalnya masih ada urusan" ujar Vino.
"Saya ikut Vino aja, kalian?"
"balik juga deh" ujar Emi.
"gak seru amat sih"
"Sorry yah" ujar Vino.
Vino dan Elin lansung berpamitan kepada Emi dan Gino.