Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #39



Yuan membawa Elin ke pinggir pantai dengan batu-batu yang besar dan terletak di ujung resort sehingga tidak akan ada orang yang bisa melihat mereka berdua.


Yuan menaiki dan melangkah dari batu yang satu ke batu yang lain sambil membantu Elin melangkah. Setelah mencapai batu tertinggi dan besar. Yuan duduk diatas batu, diikuti oleh Elin.


"Pak Yuan ngapain sih kita ke sini?" tanya Elin


"Kamu sekarang coba lihat ke dalam laut" ujar Yuan.


Elin mengikuti perkataan Yuan yang lebih terdengar seperti saran daripada perintah.


"woow cantik banget pak karang-karangnya dan ikan-ikannya, warna warni menambah kecantikan di bawah laut"ujar Elin yang takjub dengan apa yang si lihatnya.


"Kamu suka?" tanya Yuan yang merasa senang melihat ekspresi Elin.


Elin menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Pak Yuan tau darimana tempat ini?" tanya Elin penasaran


"sebelum mama pergi, tempat ini menjadi salah satu tempat favoritenya" jawab Yuan.


Jawaban Yuan membuat Elin terkejut mendengarnya. Jadi memang benar resort ini milik keluarga Yuan. pikir Elin


"memangnya mama pak Yuan kemana?" tanya Elin ragu


"ke Tuhan" jawab Yuan sambil menatap Elin.


"Maaf pak, bukan maksud saya..." ujar Elin merasa bersalah. Belum selesai Elin berbicara Yuan sudah memotongnya


"Gak papa Elin" jawab Yuan lembut.


"Pak Yuan" panggil Elin sambil tersenyum senang.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Yuan penasaran


"Ini pertama kalinya pak Yuan memanggil nama saya. Entah kenapa saya merasa senang pak Yuan akhirnya memanggil nama saya" jawab Elin sambil tersenyum.


Setelah Yuan pikir-pikir memang benar selama ini dirinya tidak pernah memanggil nama Elin, membuatnya ikut tersenyum mengingatnya.


"Elin apa kamu menyukai Vino?" tanya Yuan tiba-tiba.


"Tidak" jawab Elin singkat. Dia kembali melihat keindahan di dalam laut.


mendengar jawaban Elin membuat Yuan merasa sedikit legah.


"kalau kak Mika?" tanya Yuan lagi.


Elin langsung mengalihkan pandangannya ke Yuan.


"Dulu iya" jawab Elin


"Sekarang?" tanya Yuan ragu. Yuan merasa khawatir dan ada rasa takut jika Elin akan menjawabnya dengan iya.


"Sekarang..." Elin berpikir untuk melanjutkan kalimatnya, membuat Yuan menjadi semakin khawatir.


"Saya tidak tau. Apakah perasaan senang saya ketika melihat kak El sebagai perasaan suka sebagai lawan jenis atau sebagai kakak karena kak El orangnya sangat baik, dia banyak membantu saya" jelas Elin.


"Tidak bisakah kamu hanya melihatku seorang?" ujar Yuan dalam hati.


"Pak Yuan lihat deh ikan di sana, mereka berenang sejajar gitu" ujar Elin senang sambil menunjuk kearah ikan-ikan yang dilihatnya.


"Saya suka sama kamu" ujar Yuan dengan suara pelan.


"Apa pak?" tanya Elin berharap Yuan mengulangi kalimatnya karena dia tidak mendengarnya.


"oh.... eh.... tidak kok saya tidak bilang apa-apa" ujar Yuan gugup.


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Elin tetap fokus menikmati pemandangan di bawah laut sedang Yuan yang terus memperhatikan Elin tanpa di sadari Elin.


"Pak Yuan pernah ga ke sini bersama mbah Rena?" tanya Elin tiba-tiba tanpa memalingkan pandangannya.


"kamu wanita pertama yang saya ajak ke sini" jawab Yuan yang masih tetap memandangi Elin.


"Kenapa?" tanya Elin lagi


"Dia tidak suka laut" jawab Yuan yang kini pandangannya beralih dari Elin


Perut Elin tiba-tiba bunyi karena lapar. Dia langsung memegang perutnya karena merasa malu dengan Yuan.


Yuan yang mendengarnya kembali melihat kearah Elin. "Kita pergi sekarang"ujar Yuan yang kini telah berdiri di samping Elin.


"Mau kemana?" tanya Elin penasaran


"Kamu gak dengar kalau perut kamu tuh minta di isi" ujar Yuan sambil membantu Elin untuk berdiri.


"Kenapa mesti bunyi sih pas bersama kutub es, bikin malu saja" maki Elin dalam hati.


Yuan membantu Elin melangkah dari batu satu ke batu yang lain kemudian membawanya ke dalam mobil sport miliknya


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih