Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #35



"Hai Elin" sapa Mikael.


"Hai kak El" balas Elin ragu.


Apa yang di lakukannya disini. pikir Elin


"Saya datang lebih awal untuk bertemu dengan Yuan" ujar Mikael seakan dia tahu apa yang dipikirkan oleh Elin


Elin tersenyum kepada Mikael "saya pamit dulu kak" ujar Elin lalu meninggalkan mereka berdua menuju ke ruangannya lalu ke lantai satu.


"kelihatannya kalian cukup akrab" ujar Yuan yang sedari tadi memperhatikan Elin dan Mikael.


Mikael tersenyum mendengarnya. "Kamu pasti sudah tau kalau dia sebelumnya bekerja di perusahaan" ujar Mikael sambil melangkah menuju ke sofa dan diikuti oleh Yuan.


"Saya tau. Tapi setahu saya juga karyawan di perusahaan tidak memanggil kamu dengan sebutan kakak" ujar Yuan yang penasaran dengan hubungan antara Elin dan Mikael.


"Dia junior saya di kampus dulu, kami juga satu UKM di tahun terakhir saya kuliah" ujar Mikael.


Yuan hanya mendengar perkataan Mikael tapi tidak menanggapinya


"Tujuan saya datang karena papa, katanya kamu sudah lama tidak pulang. Papa ingin bertemu dengan kamu" lanjut Mikael.


"Saya tidak mau. Setiap kali bertemu papa pasti selalu menyuruh saya bekerja di perusahaan dan kamu juga tau kan Kak, saya tidak suka bekerja di perusahaan" jelas Yuan serius.


"Tapi setidaknya kamu harus bertemu dengan papa, sepertinya papa sangat merindukan kamu"


"Kita lihat saja nanti" ujar Yuan singkat.


Mikael melihat jam tangan miliknya yang menunjukkan jam pulang kerja cafe Sun.


"Yah sudah kalau begitu. Saya sudah ada janji dengan Elin, saya pergi dulu" ujar Mikael sembari berdiri dari sofa


"Kamu mau bawa dia kemana ?" tanya Yuan penasaran.


"Belanja sekalian dinner" ujar Mikael lalu melangkah keluar dari ruangan Yuan tanpa memperhatikan wajah Yuan yang mulai kesal karena ucapannya


Yuan keluar dari ruangannya menuju ke lantai satu dan melihat Elin dan Mikael naik ke mobil range rover sport milik Mikael. Yuan dengan cepat menuju ke mobilnya dan mengendarainya. Dia berencana mengikuti mobil Mikael untuk mengetahui kemana Mikael membawa Elin pergi. Namun, mobil Mikael menghilang dari pandangan Yuan.


"Sial" gumam Yuan kesal.


***


Mobil Mikael


"Setelah keluar dari perusahaan, kenapa ganti nomor hp?" tanya Mikael.


"hanya ingin melupakan masa lalu saja" ujar Elin


"Termasuk saya?" tanya Mikael


Elin tersenyum mendengar pertanyaan Mikael "gak kak El"


"Setelah saya tau kalau kamu resign dari perusahaan, saya terus mencari tau keberadaan kamu, saya ingin tau alasannya. Tapi sekarang saya sudah tau alasannya"


"Maaf kak saya pergi tanpa pamit" ujar Elin yang merasa bersalah. Waktu itu, Elin memang hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia menjauh dari Tyo.


"Tidak apa-apa" Jawab Mikael.


Kini mobil Mikael telah masuk di parkiran supermarket.


Mikael mengambil troli di samping pintu masuk supermarket.


"Kak El mau ambil apa dulu?" tanya Elin.


"tunggu bentar" Ujar Mikael lalu mengambil hp dari saku celananya untuk melihat daftar belanjaan yang harus dibelinya. Daftar belanjaan yang di buat oleh asisten rumah tangganya.


Mikael bingung melihat daftar belanjaan di hpnya.


"Kenapa kak? kek orang bingung gitu, bukannya udah ada daftar belanjaannya?" tanya Elin heran.


"Asisten rumah tangga saya hanya menulis mereknya" ujar Mikael


Elin mulai mencari barang-barang dari daftar belanjaan di hp Mikael. Sementara Mikael hanya mengikuti Elin dan memperhatikannya sambil mendorong troli.


Mikael sangat senang melihat Elin yang sibuk memilih barang-barang keperluan rumahnya.


"Betapa bahagianya jika sekarang kamu adalah istriku Lin" Ujar Mikael dalam hati yang terus memperhatikan Elin.


"Kak El udah semua, Nih" ujar Elin sambil mengembalikan hp Mikael.


"thank you yah" ujar Mikael yang sedih karena sudah tidak bisa memperhatikan Elin lagi berbelanja.


"Kalau gitu kita ke kasir sekarang" ujar Elin.


Setelah selesai, Mikael kembali melaju mobilnya ke jalan raya.


"Sebelum pulang kita makan malam dulu yah" ujar Mikael.


"Iya kak"


Mikael membawa Elin ke salah satu restoran mewah di Ibu kota.


Mereka di sambut oleh beberapa waitress dan di bawa oleh salah satu waitress ke ruangan yang telah disediakan pihak restoran. Sebelumnya asisten pribadi Mikael telah melakukan reservasi.


Elin menarik lengan Mikael "kak El kok ga bilang kalau mau ke sini? pakaian saya mana cocok ke restoran begini" bisik Elin yang merasa sedikit malu karena beberapa pengunjung restoran yang memperhatikannya.


"Kamu cantik kok" puji Mikael.


Waitress yang membawa mereka membuka salah satu pintu dan mempersilahkan mereka masuk.


Mikael memesan beberapa menu makanan. Tidak menunggu waktu lama pesanan mereka telah di sajikan diatas meja.


Selesai makan.


" Elin tawaran saya waktu itu masih berlaku. Jika kamu nanti sudah ga kerja di cafe Sun kamu bisa kembali bekerja di perusahaan, saya akan menempatkan kamu langsung di kantor pusat. Kamu mau kan?"ujar Mikael


"Maaf kak. Tapi saya belum bisa memberikan jawaban sekarang" jawab Elin


"Ok. Tapi kamu harus ingat kalau saya akan selalu terima kamu bekerja di perusahaan, kapanpun itu. Karena saya sangat suka kinerja kamu"ujar Mikael


"Terimakasih kak" ujar Elin. "kalau boleh tau sejak kapan Kak El kenal dengan pak Yuan? karena selama ini saya gak pernah lihat teman pak Yuan datang ke cafe"


Mikael tersenyum mendengar pertanyaan Elin. " sejak Mikael masih dalam kandungan" jawab Mikael.


"Maksudnya?" tanya Elin yang merasa bingung dengan jawaban Mikael


"Yuan itu adik saya" jawab Mikael.


Elin di buat syok mendengarnya. Dia hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka dengan telapak tangannya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"memang banyak yang tidak tau kalau Yuan anak dari Hartanto Winjaya karena dia ingin mandiri tanpa bayang-bayang dari Winjaya" tambah Mikael yang melihat Elin terkejut.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih