Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #18



Elin yang tidak tau akan di bawa kemana hanya menikmati pemandangan yang di lewati mobil sport Yuan sepanjang jalan.


Setelah beberapa lama Elin baru sadar kalau perjalanan mereka sudah cukup lama tapi belum juga sampai ke tujuan. Dia melihat jam tangan silver yang terpasang di tangannya dan benar saja mereka sudah berada di jalan cukup lama.


"pak kita sudah 2 jam di jalan, sebenarnya pak Yuan mau kemana sih?" tanya Elin kesal tapi dia berusaha agar suaranya tidak terdengar kesal.


Sebenarnya Yuan tidak memiliki tujuan kemana dia akan pergi. Dia hanya ingin membawa Elin bersamanya.


Setelah bertemu dengan Rena tadi moodnya menjadi buruk di tambah saat dia melihat Elin yang tertawa dengan pria lain membuatnya menjadi kesal.


Yuan tidak menjawab pertanyaan Elin dia hanya fokus menyetir.


"pak Yuan" panggil Elin


Tapi tetap tidak ada jawaban dari Yuan


"nih orang budek apa bisu sih?" maki Elin dalam hati.


"saya tidak budek dan tidak bisu" ujar Yuan datar seakan dia tau isi hati Elin.


Elin yang mendengarnya terkejut dan melihat kearah Yuan yang masih fokus menyetir.


"nih orang dukun?" batin Elin.


"kalau pak Yuan tidak budek tidak bisu, kenapa pertanyaan saya tidak di jawab?" ujar Elin


"Sepertinya kita kesasar" ujar Yuan


"apa? pak Yuan jangan bercanda" ujar Elin sedikit panik.


"iya Gps mobil tiba-tiba mati dan saya tidak tau kita sekarang dimana" ujar Yuan


Elin yang melihat ekspresi bossnya yang tetap tenang merasa heran.


"nih orang kok ga ada panik-paniknya sih" batin Elin


"terus sekarang gimana pak?" ujar Elin panik


"kamu tenang dulu. Sekarang kita tanya orang sekitar sini dulu, kalau kita sudah tau kita ada dimana tinggal kita cari lewat GPS Hp" ujar Yuan menenangkan Elin.


"baik pak" Elin melai menenangkan dirinya agak tidak panik.


Yuan memarkir mobilnya di depan salah satu warung.


"tunggu di mobil" ujar Yuan datar lalu dia keluar dari mobil dan menuju ke warung.


Elin memperhatikan bossnya mulai dari dia keluar dari mobil sampai bossnya kembali masuk ke dalam mobil.


"sini hp kamu" ujar Yuan datar.


Elin memberikan hp nya kepada Yuan.


Elin melihat Yuan mengetikkan sesuatu di layar hpnya.


"nih, kamu tinggal tunjukkan saya arah jalan" ujar Yuan sambil memberikan kembali hp Elin.


Sepanjang perjalanan Elin terus menunjukkan arah jalan kepada Yuan hingga akhirnya mereka tiba di parkiran apertemen tempat tinggal Elin.


Elin yang mengingat kejadian saat mereka kesasar tadi membuatnya merasa malu dan tersenyum sendiri.


Yuan melihat Elin yang tersenyum.


"manis banget" batin yuan


"saya teringat saat kita kesasar tadi saya panik sendiri sementara pak Yuan begitu tenang"


Tanpa sadar Yuan juga ikut tersenyum mengingat kejadian tadi.


Elin yang duduk di samping Yuan dengan sangat jelas melihat senyum Yuan.


"ternyata pak Yuan bisa senyum juga" ujar Elin senang dalam hati.


Yuan yang sadar di perhatikan oleh Elin langsung memasang ekspresi dingin kembali.


"kamu kenapa?" tanya Yuan dingin.


"hilang lagi" lanjut Elin sedikit kecewa dengan suara kecil ketika melihat senyum Yuan berubah menjadi wajah dingin tapi terdengar jelas oleh Yuan.


"kamu bilang apa?" tanya Yuan seakan tidak mendengar apa yang di katakan Elin tadi.


"ah o tidak kok pak. Saya tidak bilang apa-apa " jawab Elin ragu. " Terimakasih pak Yuan sudah mengantar saya pulang" pamit Elin lalu keluar dari mobil Yuan.


Setelah melihat mobil bossnya sudah tidak terlihat lagi Elin melangkah masuk ke dalam gedung apertemen.


"Elin" panggil Vino


Elin berbalik mendengar namanya di panggil.


"kamu dari mana? jam segini baru balik" tanya Vino


Elin bingung bagaimana harus menjawabnya, tidak mungkin kalau dia memberitahu Vino dia pergi bersama Yuan.


"eehhh saya.... "


belum selesai Elin menjawab Vino melanjutkan kalimatnya


"tas kamu ada bersama saya"


"oh yah. kalau begitu boleh saya mengambilnya sekarang?" tanya Elin merasa bersyukur karena dia tidak harus menjawab pertanyaan dari Vino.


Vino menjawabnya dengan anggukan.


Mereka pergi ke apertemen Vino


Setelah menekan kode apertemen, Vino mempersilahkan Elin masuk.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih