
Keesokannya.
"Elin" panggil Emi tapi tidak ada respon dari Elin. Emi kembali memanggil Elin dari kamar mandi dengan suara yang lebih keras tapi tetap tidak ada respon dari Elin.
"nih anak tidur kek kebo" ujar Emi yang merasa kesal.
Terpaksa Emi keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk untuk membungkus tubuhnya. Emi menggoyang-goyangkan tubuh Elin untuk membangunkannya.
"napa Mi?" ujar Elin yang masih setengah sadar.
"Tolongin saya dong, beliin pembalut" ujar Emi.
Dengan setangah sadar Elin bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Dia masih mengumpulkan nyawanya untuk sadar 100%
Emi yang melihatnya kembali ke kamar mandi dengan cepat. Namun orang yang ditunggu belum juga berdiri dari tempat tidur.
"Eliiin" teriak Emi.
"Iya, nih juga udah berdiri kok" ujar Elin dengan suara yang masih ngantuk.
Setelah cuci muka dan sikat gigi Elin lalu mengganti pakaiannya. Elin mengganti baju tidurnya dengan kaos dan tetap memakai hot pant kain yang sebelumnya dia pakai untuk tidur
Dia keluar dari kamar dan melangkah keluar dari resort.
"Elin" panggil Vino. Sontak Elin berbalik ke sumber suara. "mau kemana?" tanya Vino.
"mau ke warung beliin sesuatu buat Emi" jawab Elin.
"Saya lupa bawa sikat gigi, mau beli tapi ga tau beli dimana" ujar Vino bingung.
"di jalan perempatan depan ada jual kok, kebetulan saya mau kesana, kita bareng aja" ajak Elin
Vino menyetujui dan kini mereka jalan kaki bersama menuju ke warung yang di maksud Elin.
Setelah memilih barang yang mereka inginkan, mereka kembali berjalan kaki menuju ke resort.
Sesampainya di parkiran resort Vino melihat mobil yang tidak asing baginya dan tersenyum tipis.
"Vin saya ke kamar dulu yah, mau kasih ini buat Emi" ujar Elin sambil mengangkat bungkusan hitam ditangannya dan melangkah menuju ke kamarnya
"Kalian dari mana?" tanya Yuan yang menatap mereka dengan tatapan dingin. Dia kesal melihat Elin yang jalan berdua dengan Yuan.
Elin yang mendengarnya sontak menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah sumber suara.
"Pak Yuan" ujar Elin yang terkejut dengan kehadiran Yuan.
"Saya ke kamar dulu yah, gak ikut-ikut" ledek Vino. Dia tau kalau Yuan sekarang sedang kesal makanya dia meninggalkan Elin bersama Yuan.
"Vino" panggil Elin tapi tidak ada respon dari Vino. Vino tetap melangkah menuju ke kamarnya meninggalkan mereka berdua di ruang tamu ressort.
"Selamat pagi pak Yuan" sapa Elin cangggung.
"Saya tanya kamu dan Vino dari mana?" tanya Yuan kembali dengan tatapan yang sama.
"Kami dari warung di perempatan sana" jawab Elin. Dia tiba-tiba teringat dengan Emi yang sangat membutuhkam barang yang ada ditangannya sekarang.
"Pak Yuan duduk dulu yah, saya harus memberikan ini kepada Emi" pamit Elin lalu dengan cepat dia melangkah masuk ke kamarnya.
Di tempat lain, setelah Emi keluar dari kamar mandi dengan cepat dia masuk dan mandi lalu make up dan berpakaian.
Emi yang melihat Elin serba terburuh membuatnya heran.
"kamu kenapa sih Lin? kek orang mau ketinggalan pesawat aja"
"Masih ada yang lebih para dari ketinggalan pesawat" ujar Elin. " sekarang kamu tengok di ruang tamu resort" tambahnya.
Emi menuruti kata Elin, dan kembali masuk ke kamarnya dengan ekspresi kaget, panik, sekaligus takut.
Elin yang melihat ekspresi Emi membuatnya merasa lucu dan tidak dapat menahan tawanya.
"ekspresi wajah kamu kek habis lihat hantu tau gak" ujar Elin di sela tawanya.
"kok si Mr. Perfect bisa ada disini sih?" tanya Emi.
"tidak tau, yah udah saya keluar dulu, nanti keburu boss lama nunggu lagi" ujar Elin lalu meninggalkan Emi yang masih syok menuju ke ruang tamu resort.
"Kamu lama banget" ujar Yuan dengan ketus lalu melihat penampilan Elin. "Tadi kamu jalan sama Vino pakaian kamu lumayan terbuka kenapa sama saya pakaian kamu tertutup?" tanya Yuan kesal.
"ha? maksud pak Yuan?" tanya Elin yang kaget sekaligus bingung dengan pertanyaan Bossnya.
Elin mengenakan jumpsuit yang menutupi kakinya hingga betis dengan dalaman kaos polos.
"saya gak suka lihat kamu berpakaian seperti tadi di depan Vino atau laki-laki lain" ujar Yuan dengan suara kecil tapi terdengar jelas di telinga Elin.
"pacar bukan saudara bukan pakai ngatur-ngatur lagi" maki Elin dalam hati.
Yuan memegang telapak tangan Elin lalu menariknya pergi.
"Pak Yuan kita mau kemana?" tanya Elin sambil berusaha mengikuti langkah kaki Yuan.
"ikut saja" jawab Yuan singkat.
.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih