
Selesai makan.
"Saya minta kamu rekapkan laporan keuangan untuk 6 bulan terakhir dan saya mau terperinci laporan setiap bulannya" ujar Yuan
"Iya pak"
"kerjanya jangan terlalu lama"
Elin menjawabnya dengan anggukan lalu membereskan box bekal yang sudah mereka gunakan dan berpamitan.
Saat melangkah menuju pintu, tanpa sengaja Elin melihat box bekal berbentuk love miliknya di atas rak kecil.
"Pak Yuan boleh saya mengambil kembali box bekal bentuk love itu" ujar Elin sambil menunjuk ke arah box bekal tersebut.
"Tidak. Biarkan box bekal itu disitu. Saya akan menggantikan kamu yang lainnya nanti" ujar Yuan dingin.
"Baik pak. kalau begitu saya permisi" Ujar Elin sedikit kesal karena box bekal itu sebenanrnya milik Amor tapi untungnya Amor belum mencarinya. Elin menlanjutkan langkah dan keluar meninggalkan ruangan Yuan menuju ke ruangannya.
Di ruangannya Elin mulai mengerjakan tugas yang di perintahkan Yuan tadi. Dia mulai mengumpulkan laporan-laporan keuangan cafe 6 bulan terakhir.
jam pulang cafe
Seperti biasa Vino sudah pulang terlebih dahulu dan berpamitan kepada Elin.
Saat keluar dari ruangannya Elin bertemu dengan Emi.
"Lin saat makan siang tadi kamu kemana? saya bahkan tidak lihat kamu turun tadi" tanya Emi penasaran.
"Saya tadi bawa bekal dari rumah" jawab Elin. "oh iya saya dengar dari Vino traktirannya korean food yah?"
"Iya dan Karena tidak ada restoran korea dekat cafe, bagaimana kalau hari minggu nanti kita berempat pergi makan sekalian jalan? pasti seru tuh" ujar Emi semangat.
"Boleh. Kalau begitu kita ke Mall Z aja, disana ada restoran koreanya juga. Kita ketemuan jam 11 siang. bagaimana?" tanya Elin
Emi setuju dengan usul Elin dan mereka akan memberitahukan kepada Gino dan Vino rencana mereka.
Emi masuk ke dalam ruangan karyawan untuk bersiap pulang sementara Elin ke lantai 1 untuk memesan ojol dan pulang.
Sesampainya di apertemen Elin menyapa kakaknya dan juga keponakannya lalu masuk ke kamarnya untuk mandi.
Selesai mandi, Elin membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan dia tiba-tiba kepikiran dengan Nitha.
Bagaimana kabar Nitha di Jepang? Pikir Elin
Elin menchat WA Nitha untuk menanyakan apakah dia bisa menelpon Nitha.
Chat Elin baru saja di baca oleh Nitha dan hpnya langsung berbunyi. Segera Elin mengangkatnya.
"Halo Tha, kamu ga lagi sibuk?"
"gak kok, mama baru saja habis makan malam bersama saya."
"tante Indri udah baikan?"
"Iya. Besok mama akan operasi lagi. Bay the way bagaimana kerjaan kamu?" tanya Nitha penasaran
"Ada kejadian yang kurang menegenakan sih"
"apa?"
"Boss kamu bilang ke para karyawan kalau saya dan dia pacaran"
"Tha suara kamu tuh bikin kuping sakit tau"
" Sorry sorry saya kaget banget dengarnya. Gimana ceritanya?"
Elin menceritakan semuanya kepada Nitha mulai dari pertemuan pertamanya dengan Rena di ruangan Yuan hingga tadi siang Elin makan siang bersama Yuan dengan menu yang di masak Elin.
"Saya tidak pernah tau kalau si Mr. Perfect punya mantan namanya Rena. Tapi apa alasan si Mr. Perfect mengatakan itu di depan karyawan?"
"gak tau. Dan kamu tau dampak dari pengumuman itu, ada beberapa karyawan menjadi tidak menyukai saya bahkan mengatakan saya perempuan penggoda tapi untungnya ada Emi"
"Emi memang wanita yang baik, dia tidak akan segan membantu kita. Maaf yah Lin karena saya kamu mengalami semua itu" ujar Nitha yang merasa bersalah
"husss bukan kamu kok yang salah, yang salah itu si Rena, bukannya kamu. Oh iya Tadi siang si Mr. perfect menyuruh saya membuat rekapan laporan keuangan 6 bulan terakhir tapi harus terperinci"
"Iya boss memang selalu menyuruh setiap 6 bulan terakhir. Kamu bisa lihat contoh laporannya tahun lalu disitu jelas kok. Dan kalau cafe mendapatkan peningkatan laba bersih minimal 20% berturut-turut selama 6 bulan, boss akan memberikan bonus" jelas Nitha
"maksudnya bonus gimana?" tanya Elin penasaran.
"Bonusnya itu terserah dari kesepakatan kamu nanti dan para karyawan lainnya. Apa saja bonusnya selama boss menyetujuinya. Tapi selama ini boss selalu setuju-setuju aja sih" jelas Nitha kembali. "Oh iya ada juga beberapa karyawan yang ingi bonusnya di uangkan saja" lanjut Nitha
Elin sedikit kaget mendengar penjelasan Nitha
Ternyata di cafe Sun juga ada bonus, mengingat sifat si kutub es. pikir Elin.
"Elin? kamu masih di sana?" panggil Nitha diseberang karena tidak mendengar suara Elin
"ah ya. Masih kok" jawab Elin yang tersadar kembali.
"Kalau nanti kamu sudah rekap kamu serahkan hasilnya ke boss, dan dia akan menyuruh kamu menanyakan ke para karyawan bonus yang mereka inginkan"
"Ok. thank you yah tha untuk infonya"
"saya yang seharusnya berterimakasih. Lin udah dulu yah kayaknya mama mau ke toilet"
"Bye tha. Jaga kesehatan yah"
"Bye. Kamu juga"
Panggilan telepon berakhir.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih