
Elin yang merasa pinggangnya di tahan oleh seseorang langsung membuka matanya dan mendapati wajah mantan bossnya yang sangat dekat dengan wajahnya.
Mikael kini setengah memeluk Elin untuk menahannya terjatuh
Dia segera tersadar dan berdiri dari pelukan Mikael.
Mikael langsung melihat ke waitress tadi. Sementara Elin masih mematung di tempatnya berdiri. Dia kaget bahwa yang menolongnya adalah mantan bossnya, dan wajah mereka tadi sangat dekat.
"maaf mbah saya benar-benar tidak sengaja" ujar waitress tersebut dengan ketakutan melihat Mikael. Mikael adalah pemilik gedung yang digunakan Ray untuk bertunanagan.
Elin tersadar dengan perkataan waitress tersebut.
"gak apa-apa. Cuman lain kali hati-hati aja" ujar Elin.
Waitress tadi langsung pergi begitu mendengar perkataan Elin.
"kamu benaran ga apa-apa?" tanya Mikael.
"iya pak tidak apa-apa, tidak ada yang terluka kok" jawab Elin.
"Syukurlah kalau begitu" ujar Mikeal.
"Terimakasih. Bay the way pak Mikael kok bisa ada disni?" tanya Elin. Setahu Elin, Mikael tidak menyukai pergi ke acara pesta, dia selalu menyuruh orang lain untuk mewakilinya pergi jika ada undangan pesta.
"Orang tua Ray adalah mitra bisnis lama papa" jawab Mikael.
Mendengar jawaban Mikael Elin sudah mengerti.
Mikael adalah tipe anak yang penurut, dia akan menuruti apa yang diperintahkan oleh papanya walaupun itu bertentangan dengan hal yang tidak disukainya
Setelah memilih beberapa dissert Mikael mengajak Elin pergi ke sudut ruangan yang tidak begitu ramai dengan tamu undangan.
"kamu masih menyukainya?" tanya Mikael, dia melihat Elin yang hanya mengambil dissert
Elin yang mendengar pertanyaan Mikael merasa heran sebab Elin tidak pernah memberitahu mantan bossnya kalau dia menyukai dissert.
"pak Mikael tahu dari mana?" tanya Elin.
"oh itu dari..... gak tahu dari mana. " ujar Mikael gugup. "bay the way kamu dari tadi panggil saya pak terus" lanjut Mikael mengalihakn pembicaraan.
Mikael tidak ingin memberitahukan kepada Elin bahwa selama dia bekerja bersamanya Mikael terus memperhatikannya.
"sorry, habisnya udah kebiasaan sih kak El"
"gitu kek dari tadi. sekarang kamu berikan saya nomor hp baru kamu" pinta Mikael.
Semenjak Elin memutuskan resign dari tempat kerjanya dia juga memutuskan untuk mengganti nomor hp nya, dia tidak ingin di ganggu oleh Tyo lagi.
Setelah Elin memberikan no hpnya kepada Mikael, hp di dalam handbag nya berbunyi. Ternyata WA dari Yuan.
"Dari siapa?" tanya Mikael penasaran.
"dari Boss saya kak, dia mencari saya. Kak saya permisi dulu" jawab Elin
Setelah berpamitan Elin hendak pergi tapi tangannya di tahan oleh Mikael
"kamu kerja dimana?" tanya Mikael penasaran.
"saya kerja di cafe Sun kak" jawab Elin lalu pergi meninggal Mikael.
"Cafe Sun?" ulang Mikael dalam hati.
Mikael kaget mendengar jawaban Elin.
***
Saat Elin menghampiri Yuan, dia melihat Ray yang berdiri disamping Yuan bersama dengan seorang wanita yang bergaun sangat cantik yang diyakini oleh Elin sebagai calon istri dari Ray.
Yuan yang melihat Elin langsung menggenggam telapak tangan Elin, sontak membuat Elin kaget dengan perlakuan Yuan.
"Elin kenalkan ini Ray dan calon istrinya Sasa" ujar Yuan
Elin mengulurkan tangannya kepada Ray dan juga Sasa sambil tersenyum ramah dan di balas oleh mereka.
"Jadi dia pengganti adik saya, Rena?" canda Ray
Yuan hanya menanggapi temannya dengan senyuman. Begitu pula dengan Sasa yang mendengarnya.
oow jadi Rena mantan pacar kutub es dan Ray kakak dari Rena. pikir Elin
"mungkin ini maksud dari kutub es menjadikan saya pacar bohongannya buat panas-panasin Rena?" tebak Elin dalam hatinya.
"sepertinya saya mendengar nama saya tadi di sebut?" tanya Rena yang tiba-tiba datang dari belakang Yuan.
"saya permisi dulu mau sapa tamu lainnya. have fun yah" pamit Ray dan Sasa kepada mereka bertiga.
"hai Yuan" sapa Rena kepada Yuan.
Melihat Rena, Yuan langsung merangkul pinggang Elin menjadi lebih dekat dengannya.
Rena yang melihatnya memasang senyum tidak suka.
"Elin bukannya tadi kamu bersama dengan kak Mikael?"
"kak Mika?" tanya Yuan kaget
"Iya tadi saya melihat mereka berpelukan di dekat meja dissert" Rena sengaja memberitahukan kepada Yuan agar mereka bertengkar.
Elin yang mendengar ucapan Rena sontak kaget karena ceritanya tidak sepenuhnya benar.
"kamu kenal dengan kak Mika?" tanya Yuan penasaran.
"iya. Kak El maksud pak Mikael adalah mantan Boss saya di Winjaya Development" jelas Elin yang mulai panik karena takut Yuan salah paham mengira dia cewek tidak benar berpelukan di depam umum.
iya juga. Dia kan mantan sekretaris GM jadi pasti dia juga kenal dengan atasannya. pikir Yuan.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih