Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #62



Saat melangkah masuk ke cafe Yuan terus memegang telapak tangan Elin. Elin ingin melepasnya tapi semakin Elin berusaha melepasnya Yuan semakin mempererat genggaman tangannya hingga mata para karyawan cafe terus melihat kearah mereka.


Elin melihat Emi dan Gino yang tersenyum seakan meledeknya.


Saat di lantai dua Yuan masih tetap menganggam telapak tangan Elin.


"Yuan" panggil Elin.


"yah my Angel" ujar Yuan


"tangan kamu"


"kenapa?" tanya Yuan pura-pura tidak tau.


"Saya ingin ke ruangan saya bekerja" jawab Elin


"Hari ini kamu gak usah bekerja, kamu di ruangan saya saja temani saya" ujar Yuan.


"Gak bisa dong, saya harus kerja, lepasin tangan kamu"


"Gak. Yang boss disini saya atau kerjaan kamu?" ujar Yuan kesal.


"kamu tapi..."


"Gak ada tapi tapi" potong Yuan lalu menarik Elin ke ruangannya dan mendudukkannya di sofa.


"mau nonton Tom & Jerry gak?" tanya Yuan.


"Boleh" jawab Elin.


Yuan lalu menyalakan Tv dan memutarkan film kartun Tom & Jerry, lalu duduk di samping Elin. Mereka asyik menonton sambil sesekali tertawa.


Beberapa saat kemudian Yuan telah berbaring di pangkuan Elin dan tertidur tanpa di sadari oleh Elin yang sedari tadi mengelus lembut rambut Yuan.


Setelah filmnya berakhir barulah Elin menyadari kalau Yuan ternyata tertidur di pangkuannya. Dia lalu melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 06.00 sore.


Elin ingin membangunkan Yuan untuk mengajaknya pulang tapi dia juga tidak tega membangunkan Yuan yang terlihat tertidur lelap. Akhirnya Elin memutuskan untuk menunggu setengah jam lagi.


Hp Elin berbunyi di dalam tasnya, segera Elin mengambil tasnya yang diletakkan di meja kecil samping sofa lalu melihat layar hpnya ternyata telepon dari Ana.


"Halo sayang"


"Halo ma" ujar Elin dengan suara yang sedikit berbisik


"bagaimana kabar kamu sayang? mama udah lama gak dengar suara kamu" ujar Ana di seberang denga suara sedikit di sedihkan.


"Baik ma, kabar mama gimana?"


"Baik, mama dan papa rindu sama kamu"


"Elin juga rindu ma, maaf Elin gak telpon mama karena takut ganggu kerja mama dan papa" ujar Elin


"It's ok sayang. Telponnya udah dulu yah, mama mau lanjut meeting dulu. Bye sayang"


"Bye ma"


Sambungan telepon berakhir.


Yuan membalikkan tubuhnya kearah Elin.


"Kamu habis telponan dengan siapa?" ujar Yuan dengan suara serak khas orang yang baru bangun.


"Kamu udah bangun? tadi mama telepon tanyain kabar. Bay the way ini udah malam, kita pulang yuk" ujar Elin


Elin melihat kembali jam tangannya " jam 6.25" jawabnya. "Cuci muka gih, saya tunggu di bawah yah" ujar Elin lalu mengambil tasnya dan meninggalkan Yuan menuju ke lantai 1.


"Elin, kok jam segini kamu masih di cafe?" tanya Gino yang terkejut melihatnya.


"ah... oh saya ... saya tadi masih ada yang harus di kerjakan makanya belum pulang" jawab Elin gugup seperti anak kecil yang kedapatan makan permen oleh ibunya hingga dia terpaksa berbohong. "kalau begitu saya pulang dulu yah" pamit Elin kepada Gino lalu dia segera ke parkiran cafe. Dia takut di lihat oleh para karyawan kalau dia akan di antar oleh Yuan.


Elin lalu meng chat WA Yuan kalau dia menunggunya di parkiran cafe.


Tidak menunggu lama mobil sport hitam telah berhenti di depannya, segera Elin masuk ke dalam.


"Kamu kenapa nunggu di luar?" tanya Yuan heran.


"Saya gak mau di lihat karyawan, kalau kamu antar saya pulang"


Yuan tersenyum mendengar jawab Elin.


Kini mereka telah sampai di depan apertemen Elin.


Elin segera keluar dari mobil disusul oleh Yuan yang mengambil mainan pesawat remot di bagasi mobil lalu memberikannya kepada Elin.


"Elin, kok kamu baru balik?" tanya Amor yang entah datang dari mana.


"Kak Amor" Elin terkejut melihat kakaknya yang kini berada di depannya.


Yuan yang melihat Amor langsung menyapanya dan memperkenalkan dirinya tanpa di persilahkan oleh Elin


"Selamat malam Kak Amor, kenalin saya Yuan. Pacarnya Elin" sambil mengulurkan tangannya


Elin Syok mendengar kalimat terakhir Yuan, dia belum siap untuk memperkenalkan Yuan sebagai pacarnya kepada keluarganya.


"ha? dasar kutub es, bisa-bisanya dia mengatakan begitu di depan kak Amor" maki Elin dalam hati.


Yuan memang ingin mengenal keluarga Elin.


"Selamat malam, saya Amor" balas Amor dengan ramah dan menjabat tangan Yuan. "Kamu kok gak bilang sih kalau udah punya pacar?" tanya Amor kepada Elin.


"ah... Kak kita masuk aja yuk" ujar Elin kepada kakaknya, dia menjadi gugup dan mulai panik.


"Yuan kamu balik aja, sudah malam. Hati-hati di jalan" ujar Elin lalu memdorong kakaknya masuk ke dalam gedung apertemen, dia takut jika Yuan akan mengatakan hal-hal yang tidak di inginkannya lagi.


Yuan yang melihat tingkah Elin merasa lucu, dia lalu tersenyum senangnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih