Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #34



"gak usah terburu-buru" ujar Yuan.


"Kutub es gak salah bicara?" ujar Elin dalam hati.


"baik pak"


Selesai makan, Elin hendak membereskan piring kotor miliknya dan Yuan. Namun di hentikan oleh Yuan.


"Tinggalkan saja, nanti saya akan menyuruh seseorang untuk membereskannya" ujar Yuan.


"Iya pak. Kalau begitu saya pamit dulu, mau melanjutkan kerjaan saya. Sekali lagi terimakasih pak untuk makanannya" ujar Elin lalu meninggalkan ruangan Yuan.


Elin menuju ke ruangannya, dia merasa aneh dengan perilaku bossnya yang perhatian dan cara bicara bossnya yang lembut padanya terlebih lagi bossnya tidak menyuruhnya cepat-cepat menyelesaikan tugas yang diberikan.


"Yah sudahlah, ga usah di pikirkan Elin" ujar Elin dalam hati dan melanjutkan pekerjaanya


"Selesai" ujar Elin legah, ketika dia sudah menyelesai pekerjaannya lalu bersiap untuk menyerahkan kepada bossnya.


tok tok tok


Setelah di persilahkan masuk, Elin membuka pintu dan melihat Yuan yang sibuk bermain dengan hpnya. Elin menyerahkan hasil laporannya. Sementara Yuan yang menerima laporan tersebut hanya melihatnya sesaat lalu menyimpannya diatas meja kerjanya dan kembali sibuk dengan hpnya


Elin yang melihatnya merasa heran, karena bossnya tidak mengatakan apapun mengenai laporan yang dia buat.


Elin pamit undur diri dan meninggalkan ruangan bossnya menuju ke ruangannya, dia bersiap untuk pulang karena sudah jam pulang cafe.


***


Hari sabtu


Kemarin Yuan telah memberitahu Elin untuk memberikan bonus kepada para karyawan karena hasil laporan keuangan cafe selama 6 bulan sangat bagus dan memuaskan. Dan setelah di beritahu oleh bossnya Elin langsung membuat janji dengan para karyawan untuk berkumpul di ruang karyawan besok paginya.


Saat ini Elin sedang berdiri di depan para karyawan yang shift pagi.


"Teman-teman beberapa hari lalu saya telah membuat laporan keuangan 6 bulan cafe dan hasilnya bagus sehingga boss memerintahkan saya untuk menanyakan ke kalian bonus apa yang kalian inginkan kali ini?" jelas Elin.


"bagaimana kalau liburan? kita kan udahclama gak pergi liburan bersama" teriak salah satu karyawan yang berada disudut barisan belakang.


"boleh juga" ujar Emi dan para karyawan lainnya pun mulai bersorak setuju.


"Mohon tenang" teriak Elin dan setelah para karyawan mulai tenang. " kalau begitu keputusan kalian bonus kali ini adalah liburan bersama yah. Saya akan memberitahukan ke boss, semoga boss menyetujuinya. Kalian bisa bersiap kerja." ujar Elin lalu meninggalkan mereka menuju keruangannya.


Elin memulai aktivitas rutin paginya di cafe.


Setelah selesai membuat laporan persediaan bahan-bahan makanan dan minuman cafe, dia menuju ke ruangan Yuan.


tok tok tok


Setelah dipersilahkan Elin melangkah masuk dan melihat Yuan yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya diatas meja kerjanya.


"Permisi pak, saya ingin menyerahkan laporan ini" Elin meletakkan laporannya di atas meja kerja Yuan yang kosong. "Pak saya sudah menanyakannya ke para karyawan mengenai bonus, mereka ingin liburan bersama"


Yuan yang ssbelumnya hanya fokus dengan kerjaannya, mengangkat kepalanya dan melihat kearah Elin. "ok saya setuju. Kamu atur semuanya"


"Baik pak. Saya permisi dulu" ujar Elin senang lalu meninggalkan ruangan Yuan. Dia segera ke lantai 1 dan memberitahu Emi dan Gino kalau boss mereka telah menyetujuinya.


Emi dan Gino sangat senang mendengarnya, mereka lalu meninggalkan Elin dan memberitahu ke yang lainnya.


Setelah makan siang


Elin kembali keruangannya karena tidak ada kerjaan lagi Elin menchat WA Vino yang tidak datang kerja hari ini.


๐Ÿ’ฌ to : Vino


Vin kenapa gak datang ini hari?


๐Ÿ’ฌ to: Elin


lagi ada urusan mendadak. Boss mencari saya?


๐Ÿ’ฌ to : Vino


gak kok. Saya cuman mau kasih tau kalau kita bakalan liburan bersama.


๐Ÿ’ฌ to: Elin


๐Ÿ’ฌ to : Vino


masih belum tau sih. Ada ide gak?


๐Ÿ’ฌ to : Elin


kalau soal waktu mending kamu tanya boss dulu, setelah itu, baru kita cari resortnya. Gimana?


๐Ÿ’ฌ to : Vino


Ok


setelah chat terakhir Elin, mereka sudah chat WA lagi.


Hp yang baru disimpan Elin di atas meja berbunyi. Dia melihat ke layar hpnya, ternyata telepon dari Mikael.


"Halo kak"


"Halo Lin, kami gak lupa kan janji kita?" tanya Mikael


"Iya kak" jawab Elin


"kalau begitu nanti saya jemput kamu yah"


"ok kak"


Panggilan telepon terputus.


Elin beranjak dari kursinya, dia menuju keruangan Yuan.


tok tok tok.


"masuk" teriak Yuan dari dalam ruangannya.


Elin membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan bossnya, dia melihat Yuan yang sedang sibuk bermain dengan hpnya.


"permisi pak, saya mau tanya mengenai bonus liburan bersama" ujar Elin


"kenapa memangnya?" tanya Yuan yang masih fokus dengan hpnya.


"waktu liburannya kapan yah pak? agar saya nantinya bisa buat janji dengan pihak resort" tanya Elin


"akhir minggu depan saja" jawab Yuan yang masih tetap sibuk dengan hpnya.


"baik pak. Kalau begitu saya pamit dulu" ujar Elin lalu melangkah keluar ruangan Yuan.


Belum sempat Elin membuka pintu, seseorang telah membukanya dari luar ruangan Yuan.


"Kak El" ujar Elin kaget melihat Mikael yang berada di ambang pintu.


Mendengar ucapan Elin, Yuan langsung melihat kearah pintu.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih