
Sekarang sudah jam 5 sore yang berarti sudah waktunya untuk Elin pulang kerja
Dia turun ke lantai 1 dan duduk di kursi cafe yang kosong lalu memesan ojol.
Elin memang sengaja memesan Ojol saat dia sudah di lantai 1 karena dia ingin melihat para pegawai kerja atau sekedar melihat kegiatan di dapur sambil menunggu ojol pesanannya datang.
Sesampainya di apertemen seperti biasa Amor sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Amor memang memiliki asisten rumah tangga tapi suaminya lebih suka masakan yang di masak oleh Amor, istrinya.
"Brian mana kak?" tanya Elin sambil menuangkan air ke dalam gelas yang di ambilnya.
"Dia tidur" jawab Amor sambil masak
"Lah tumben jam segini tidur" ujar Elin lalu meminum habis air yang telah dituangnya.
"tadi dia tidak tidur siang, makanya tadi jam 4.30 baru tidur"
"ooh.. Kak saya masuk kamar dulu yah"
Tidak menunggu jawaban dari kakaknya Elin masuk ke kamarnya kemudian mandi. Setelah mandi Elin baring di atas tempat tidurnya.
Hp yang masih di dalam tasnya berbunyi. Dia segera mengambil dan melihat ke layar Hpnya. Ternyata telepkndari Nitha.
"Halo Tha"
"Halo sayang. Gimana kerjaan kamu?" tanya Nitha
"baik-baik aja"
"benaran? Mr. Perfect tidak resek?" tebak Nitha
" Ada sih resek tapi masih bisa teratasi kok" jawab Elin
"beneran?" tanya nitha kurang yakin.
"iya berkat Vino"
"syukurlah, saya tau anak itu (vino) bisa di andalkan. Kalau ada masalah kamu bisa langsung menghubungiku. ok?"
"ok. Bay the way bagaimana perkembangan tante indri?"
"mama baik, operasi pertamanya berjalan lancar untuk saat ini mama masih harus rutin cek up "
"lin yuk makan"
terdengar suara Amor berteriak dari luar kamar Elin.
"Syukurlah. udah dulu yah tha, Kak Amor udah manggil makan malam. Kamu tidak usah mikirin kerjaan kamu fokus aja sama tante Indri dan jangan lupa makan. Bye Tha"
"Bye"
panggilan telepon terputus.
Keesokan Elin bersiap ke cafe dan pamit kepada Amor. Dia menuju ke Lobby apertemen.
Saat keluar dari lift Elin melihat Vino yang juga baru keluar dari lift yang berbeda darinya.
"Vino" panggil Elin
Vino yang mendengar namanya di panggil langsung berbalik.
"Elin. Kamu tinggal di apertemen ini?" tanya Vino kaget.
"iya Vin" jawab Elin.
"kamu mau ke cafe kan? barengan aja" ujar Vino
"boleh, kebetulan saya belum pesan ojol"
Mereka menuju ke parkiran, Vino membukakan pintu buat Elin.
"silahkan" ujar Vino bercanda sambil merentangkan tangannya, seperti mempersilahkan seorang putri masuk ke dalam mobilnya.
"Terimakasih" ujar Elin ikut meladeni candaan Vino
"kamu tinggal di apertemen A juga?"tanya Elin
"iya saya baru aja pindah, pemilik sebelumnya menjualnya cukup murah"
Elin hanya mengangguk mendengar jawaban Vino.
"kamu sudah lama kenal dengan Nitha?" tanya Vino
"iya. Sejak kami SMA"
"Kamu tau gak Nitha suka nya apa?" tanya Vino sedikit ragu
"maksudnya dalam hal apa nih?"
"apa aja. Makanan, minuman, tempat-tempat yang disukai. Apapun"
"termasuk cowok?" Ledek Elin.
Vino yang mendengarnya langsung batuk.
Tawa Elin pecah melihat sikap Vino.
Sepertinya Vino menyukai Nitha. Pikir Elin.
Tidak butuh waktu lama Mobil Vino telah memasuki parkiran Cafe khusus karyawan.
Vino ingin membukakan pintu untuk Elin tapi Elin menolak dan keluar duluan dari mobil Vino.
Mereka masuk dari pintu samping cafe bersama.
Di sisi lain, Yuan yang sementara memarkir mobilnya melihat Elin keluar dari mobil Vino.
Jarak parkir mobil Vino dan Yuan lumayan jauh tapi Yuan bisa tau kalau wanita yang keluar barusan dari mobil Vino adalah Elin.
Yuan yang melihatnya merasa kesal, dia memukul stir mobil yang ada di depannya.
"Sial. Apa-apaan mereka"
Yuan keluar dari mobil menuju ke cafe dengan kesal. Saat melewati gudang persediaan Yuan melihat pintu gudang yang terbuka, dia melihat Elin yang sedang mengecek persediaan bahan-bahan makanan dan minuman cafe yang merupakan kegiatan rutinnya di pagi hari.
Yuan berhenti di ambang pintu gudang dan mengetuk pintu kayu yang ada disampingnya.
Elin yang sedang mengecek persediaan bahan-bahan makanan dan minuman cafe sontak berbalik dan melihat ke arah pintu.
"Saya minta laporan keuangan cafe selama 1 bulan terakhir. Hari ini sudah harus ada di atas meja saya" perintah Yuan datar.
"tapi pak seharusnya kan minggu depan Lap ...."
Belum selesai Elin berbicara Yuan sudah menaiki tangga menuju ke ruangannya.
Elin rasanya ingin mencabit-cabit daging bossnya itu.
"kenapa mendadak ? kenapa mintanya gak minggu depan aja ? DASAR KUTUB ES" maki Elin dalam hati.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih