Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #23



"Lin kata-kata Bu Tut tadi ga usah di masukin ke hati yah. Namanya juga orang tua" ujar Vino.


"Iya, tenang aja. Kamu sering datang kemari yah? sampai yang punya warung akrab banget sama kamu" ujar Elin.


"Iya kalau pulang kantor biasa saya singgah makan disini"


Pesanan mereka telah datang dan di bawa sendiri oleh Bu Tut.


"ini spesial buat kalian" ujar Bu Tut.


"Terimakasih bu" ujar Vino


"Terimakasih " Ujar Elin sambil terseyum ramah kepada Bu Tut.


Mereka memakan menu pesanan mereka.


Vino yang duduk di seberang Elin dan Brian, melihat Brian yang kesusahan memakan satenya.


"Sini paman lepaskan dari tusukannya" Vino mengambil piring sate Brian dan memisahkan sate dan tusukannya.


"Terimakasih paman" ujar Brian lalu tersenyum.


Selesai makan. Vino membayar tagihan menu makanan mereka lalu berpamitan kepada Bu tut.


Mereka kembali ke gedung Apertemen. Sebelum mereka berpisah menuju ke apertemen masing-masing tidak lupa Elin mengucapkan terimakasih.


Sesampainya di apertemen Elin langsung mencari kakaknya untuk mengajarakannya membuat pai susu.


"Akhirnya jadi juga, lumayan banyak lagi kak" ujar Elin yang merasa puas dengan hasil buatannya yang diajari oleh Amor.


***


"Selamat pagi kak" ujar Elin yang sudah siap berangkat ke cafe.


"selamat pagi" balas Amor.


Elin menuju ke dapur mengambil pai buatannya kemarin untuk di bawa ke cafe.


Setelah berpamitan dengan Amor. Seperti biasa Elin berangkat menggunakan ojol. Hari ini dia tidak bertemu dengan Vino.


Sesampainya di cafe Elin menyimpan pai nya di diatas meja kerja miliknya. Dia berencana untuk memakannya bersama Vino, Emi dan Gino.


Elin menuju ke gudang sambil membawa daftar belanjaan persediaan bahan-bahan makanan dan minuman cafe, dia akan mengecek barang-barang yang telah dia pesan sebelumnya.


"selamat pagi Elin" sapa Vino yang baru saja tiba di cafe dan hanya lewat di depan gudang


"selamat pagi, kamu terlambat lagi" ujar Elin sedikit berteriak.


"iya, biasa karena terlambat bangun" ujar Vino sambil menaiki tangga menuju keruangannya.


Kali ini Vino tidak berlari dari parkiran ke cafe sebab Yuan belum datang ke cafe.


Vino dan Elin berpapasan di depan ruangan manager.


"Tumben bawa bekal, bentuk love lagi" ujar Vino.


"itu pai susu yang saya buat kemarin, nanti kita makan bersama dengan...."


Belum selesai Elin berbicara Yuan yang baru saja naik ke lantai 2 melihat ke arah mereka.


"Ini waktunya kerja" ujar Yuan ketus lalu masuk ke ruangannya.


Yuan mendengar percakapan mereka.


"Yah udah Lin saya ke bawah dulu" pamit Vino.


Elin masuk ke dalam ruangannya dan melanjutkan kerjanya membuat laporan.


Saat jam makan siang tiba, Elin keluar dari ruangannya sambil membawa pai susu buatannya untuk di makan bersama Vino, Gino dan Emi setelah makan siang. Baru saja Elin keluar, Bossnya juga keluar dari ruangannya bersamaan dengan datangnya Rena.


"kak Yuan kamu menyambut saya datang?" ujar Rena senang, dia berpikir Yuan menyambutnya datang. Rena langsung memeluk sebelah tangan Yuan.


"saya tau kamu masih mencintai saya kan?" tanya Rena senang.


Elin yang melihatnya merasa ada yang aneh di dadanya, ada perasaan yang dia sendiri pun tidak mengerti dengan yang dirasakannya. Dia hendak pergi meninggal Yuan dan Rena. Namun di hentikan oleh Yuan.


"kamu mau kemana? bukankah kita akan makan siang bersama?" ujar Yuan yang melihat Elin hendak pergi.


Elin langsung menghentikan langkahnya. Dia kaget mendengar perkataan Yuan dan langsung menoleh ke arah Yuan dengan wajah heran.


"apa? sejak kapan?" batin Elin


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih