Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #25



Sesampainya di cafe para karyawan terus melihat kearah mereka tak terkecuali Emi dan Gino.


Saat di lantai 2 Vino baru saja keluar dari ruangannya.


"bagaimana keadaan kamu?" tanya Vino lalu melihat ke tangan Elin yang terluka.


Sementara Yuan masuk ke ruangannya, dia langsung melihat mereka dari balik jendela di ruangannya


"udah baikan kok, tadi pak Yuan sudah olesi salep" jawab Elin


Vino langsung tersenyum mendengar kalimat Elin.


"kenapa kamu tersenyum?" tanya Elin heran


"Senang aja" jawab Vino


"kamu senang saya terluka?" canda Elin sambil tersenyum.


"Sedikit" canda Vino dan dia langsung pergi.


Elin yang melihat tingkah Vino merasa lucu dan dia tersenyum.


Disisi lain, Yuan yang daritadi melihat mereka merasa kesal.


Entah kenapa setiap kali melihat Elin akrab dengan laki-laki lain membuatnya tidak suka dan kesal. pikirnya.


***


Yuan turun ke lantai 1 menuju ke ruang CCTv.


"Putarkan saya kejadian saat makan siang tadi, sekitaran jam 12.00 atau jam 12.30" perintah Yuan pada salah satu satpam yang bertugas.


"baik pak" jawab satpam.


Yuan melihat video kejadian saat jam makan siang tadi. Ternyata memang benar apa yang di katakan Emi, Rena menyiram kopi panas kepada Elin dan Rena juga berbohong kalau dia di kroyok. pikir Yuan


"Sekarang kamu benar-benar sudah berubah" ujar Yuan dalam hati.


Saat mereka pacaran dulu Rena adalah wanita baik, dia perduli terhadap sekitarnya, suka menolong, dia gigih berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan.


Awalnya Yuan tidak mencintai Rena tapi karena kebaikannya lambat laun Yuan mulai membuka hatinya untuk Rena.


***


Vino yang melihat Elin yang sedang bersiap untuk pulang begitupun dengan dirinya menawarkan mengantar Elin pulang.


Yuan melihat mereka di parkiran cafe khusus karyawan dengan cepat di berjalan mendekati mereka.


"saya yang akan mengantar kamu pulang" ujar Yuan dengan tatapan dingin.


"tidak usah pak, saya biar diantar Vino saja" ujar Elin


"jangan membantah, masuk ke mobil" ujar Yuan geram


Elin langsung melihat ke arah Vino dengan ekspresi meminta bantuan karena dia tidak ingin di antar oleh Yuan


"tidak apa-apa, kamu diantar saja sama pak Yuan" ujar Vino


Yuan bertambah Geram melihatnya. "apa harus dengan persetujuan Vino baru kamu mau masuk?" pikir Yuan


"masuk" perintah Yuan.


Mobil Yuan langsung melaju di jalan raya. Dia melihat ke kaca spion mobilnya dan mendapati mobil Vino yang berada di belakang mobilnya.


Saat memasuki parkiran apertemen Yuan melihat mobil Vino juga masuk ke dalam parkiran apertemen.


"kenapa dia terus ngikutin sih?" ujar Yuan kesal.


Elin yang mendengarnya merasa heran dan dia melihat arah pandang bossnya


"Vino emang tinggal di apertemen ini pak" jawab Elin.


"sejak kapan?" tanya Yuan


"sekitaran 10 harian yang lalu" jawab Elin lalu berpamitan kepada Yuan, tidak lupa dia mengucapkan terimakasih karena telah mengantarnya pulang.


Yuan terus melihat Elin berjalan masuk ke gedung apertemen. Kini Elin berjalan bersama dengan Vino.


"sial" gumam Yuan kesal.


Dia kembali melajukan mobilnya ke jalan raya menuju ke apertemennya.


Setibanya di gedung apertemennya , saat di lobby dia melihat sesosok wanita yang tidak asing baginya.


"kak Yuan" panggil Rena yang melihat Yuan memasuki lobby.


Dia mendekati Yuan dengan langkah sempoyongan.


"kenapa dengan langkahnya seperti orang mabuk?" Batin Yuan.


Yuan sampai harus berjalan mendekati Rena untuk menahannya agar tidak jatuh.


"kamu bau alkohol" ujar Yuan yang mencium aroma alkohol dari Rena.


Segera Yuan membawa Rena menuju ke apertemennya. Yuan takut nanti ada orang yang mengenal Rena dan melihatnya yang sedang mabuk.


Sesampainya di apertemen.


Rena tiba-tiba memeluk Yuan dari belakang.


"saya masih mencintai kamu Kak Yuan, kenapa kamu harus membela wanita licik itu?" ujar Rena


Yuan melepas pelukan Rena dan berbalik ke arah Rena


"Stop Rena, jangan sepert ini" ujar Yuan yang dibuat pusing dengan tingkahnya.


" uekk... uekk kak Yuan sa..." belum selesai Rena berbicara dia sudah tidak sadar diri dan jatuh ke pelukan Yuan.


Yuan mengendong Rena dan membaringkannya di sofa panjang lalu menelpon Ray untuk menjemput Rena. Untungnya Ray dan Yuan sudah bertukar nomor telepon saat di pertunangan Ray.


Yuan menyelimuti Rena dan dia pergi mandi sambil menunggu Ray datang.


Setelah 30 menit Ray telah tiba di apertemen Yuan.


"Apa yang terjadi dengan Rena?" tanya Ray panik yang melihat adik terbaring tidak sadarkan diri.


"Saya bertemu dengannya di lobby apertemen dalam keadaan mabuk" jawab Yuan. "Ray boleh saya tanya sesuatu?" lanjut Yuan.


"Saya tau kamu pasti ingin tanya kenapa Rena menjadi seperti ini kan?" tebak Ray.


Yuan menjawabnya dengan anggukan. " saya seperti sudah tidak mengenalnya lagi" ujar Yuan.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih