Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #55



Elin telah berada di cafe dan sedang mengerjakan laporan hariannya untuk di serahkan kepada Yuan.


"Selamat Pagi Lin" sapa Vino yang baru saja masuk keruangan manajer.


"Pagi, semalam kamu kemana?" tanya Elin yang mengalihkan pandangannya ke Vino


"Di rumah, kenapa?"


"kamu gak lagi bohong kan? semalam saya melihat orang yang sangat mirip dengan kamu di salah satu club malam dengan beberapa orang yang berpakaian serba hitam" jelas Elin curiga


Ekspresi wajah Vino langsung berubah begitu mendengar kalimat Elin.


"Ok, saya jujur. Saya adalah pemilik club malam yang kamu lihat semalam" ujar Vino dengan ekspresi serius.


"Jadi karena itu kamu biasa terlambat datang?" tanya Elin penasaran.


"Iya, belakangan ini club sedang ada masalah dan semalam telah ditemukan sumber permasalahnnya, salah satu manajer kedapatan korupsi dan semalam para bodyguard club membereskan orang itu" jelas Vino


Elin menjadi merasa takut mendengar penjelasan Vino dan kata 'membereskan' yang diucapkam Vino karena menurut pemikiran Elin kata 'membereskan' berarti memukuli atau menghajar manajer tersebut.


Vino melihat Elin "Kamu gak usah takut, saya orang baik-baik kok. Manajer itu sekarang di kantor polisi."


"Ok, saya percaya sama kamu. Kalau gitu kamu kenapa bisa tau pasaword apertemen Yuan?" tanya Elin yang seperti orang sedang mengintrogasi.


"Dulu saya sering ke apertemen Yuan. Kami juga teman semasa SMA. Setelah 5 tahun kemudian kami bertemu kembali di club malam saya" jelas Vino.


Elin terkejut mendengar penjelasan Vino. "Yuan sering ke club malam?" tanya Elin ragu.


"Gak bisa di bilang sering juga. Waktu itu dia sedang lagi ada malasah, dia mencari keberadaan Rena yang menghilang tanpa kabar dan juga desakan dari papanya untuk bekerja di perusahaan karena Yuan saat itu masih ganggur." jawab Vino.


"Kamu kan udah punya Club malam dan pasti pendapatan dari club juga gak sedikit, tapi kenapa kamu masih mau kerja di cafe Sun?" tanya Elin heran


"Karena Nitha" jawab Vino.


Elin menjadi bingung dengan jawaban Vino. "Maksudnya?"


"Dulu saya hanya memginvestasikan dana saya di cafe Sun dan tidak bekerja di cafe, tapi setelah saya melihat Nitha pertama kalinya saya langsung jatuh cinta sama dia, kebaikannya, kecantikannya, tata bicaranya, cara kerjanya di cafe pokok semuanya saya suka dari dia sampai akhirnya saya memutuskam bekerja di cafe Sun untuk lebih dekat dengannya"


"Jadi ini alasannya kenapa meja kerja Erik berada di ruang karyawan dan bukan di ruangan ini? supaya kamu bisa berduaan dengan Nitha kan?" tebak Elin


Vino tersenyum malu mendengar kalimat Elin dan mengiyakannya.


"Kamu so sweet banget sih. Beruntung banget Nitha. Pantesan Nitha bilang kalau kamu tukang gombal tapi menurut saya tidak, tau-taunya yang digombal hanya Nitha doang" ujar Elin senang.


Vino tersenyum malu "Tapi sayang Nitha sepertinya gak suka dengan saya" ujar Vino sedih.


Elin yang melihat ekspresi Vino, langsung tersenyum senang "kamu tenang aja cinta kamu gak bertepuk sebelah tangan kok. Kamu hanya perlu lebih berani aja untuk mengungkapkan perasaan kamu" ujar Elin. Sebenarnya Elin telah berjanji untuk tidak memberitahukan isi hatinya kepada Vino tapi Elin merasa kasihan dengan Vino yang sudah berjuang begitu besar untuk Nitha.


Vino sangat senang mendengarnya kalau Nitha juga menyukainya. Dia sampai mengangkat kedua tangannya bergantian ke udaea dan berjoget kecil saking senangnya.


Yuan tiba-tiba membuka pintu ruangan manajer dan melihat Vino yang sedang berjoget.


"Ehem" Yuan berpura-pura batuk dengan suara keras.


"Yuan" panggil Elin.


Vino lalu melihat kearah Yuan, dia lalu memeluk Yuan karena senang dan menuju ke lantai satu.


Yuan yang dipeluk merasa kaget dengan perlakuan Vino. "Ada apa dengannya?" tanya Yuan


"Dia lagi kasmaran. Biarin aja" jawab Elin tersenyum senang.


"Kasmaran? dengan siapa?" tanya Yuan heran.


"Dengan Nitha dong. Masa dengan saya" ledek Elin.


"Awas aja kalau sampai itu terjadi" ujar Yuan kesal.


"kalau sekarang yah ga mungkin dong" ujar Elin


"kalau dulu?" tanya Yuan


"ada kemungkinan jika saya tidak tau kalau Nitha menyukai Vino" jawab Elin asal


"apa? berani yah" ujar Yuan lalu mengkliting pinggang Elin.


"Geli pak Yuan" teriak Elin sambil tertawa geli dan berusaha menahan tangan Yuan tapi kekuatannya tidak cukup untuk menahan tangan Yuan agar tidak mengklitingnya. Hingga akhirnya pandangan mereka bertemu, Yuan mengentikan kejahilannya dan memandangi wajah Elin. Mereka saling diam yang terdengar hanya suara napas Elin yang terengah-engah karena tertawa.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih