Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #22



Yuan sebenarnya kesal mendengar perkataan Rena kalau Elin dan Mikael berpelukan. Dia sangat ingin menanyakannya kepada Elin tapi tidak di depan Rena.


"sayang lain kali kalau mau pergi jangan sendirian yah" bisik Yuan ke telinga Elin tapi terdengar jelas oleh Rena yang berada di depan mereka.


Wajah Rena semula merasa senang karena mengira Yuan akan marah kepada Elin berubah menjadi wajah kesal.


"Lihat saja nanti, saya akan membuat Yuan kembali pada ku" ucap Rena dalam hati lalu pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah kesalnya.


Melihat Rena sudah pergi Elin melepas rangkulan Yuan di pinggangnya


"maaf pak. Mbah Rena sudah pergi" ujar Elin mengingatkan. Elin merasa risih di ranggul oleh Yuan.


***


Jam 11.00 acara pertunanagan Ray dan Sasa berakhir. Yuan mengantar Elin balik.


Di perjalanan, Yuan yang sedari tadi menahan rasa penasarannya akhirnya menanyakannya kepada Elin.


"kamu ada hubungan apa dengan Kak Mika?" tanya Yuan.


"maksud pak Yuan apa?" tanya Elin balik yang merasa bingung dengan pertanyaan Yuan.


"kamu menyukai kak Mika?"


"apa pak?" mendengar pertanyaan Yuan membuat Elin tersenyum. "tidak mungkin saya menyukai pak Mikael" ujar Elin.


mendengar jawaban Elin membuat hati Yuan merasa legah karena sedari tadi perkataan Rena terus terngiang di pikirannya.


Apa hubungan pak Mikael dan Pak Yuan. Kenapa pak Yuan dari tadi menyebut pak mikael dengan kak Mika? pikir Elin penasaran


Setelah kalimat terakhir dari Elin suasana di mobil menjadi hening.


Mobil Yuan kini telah berhenti di depan apertemn Elin.


"Terimakasih pak sudah mengantar saya pulang" ujar Elin lalu keluar dari mobil Yuan.


Keesokannya Elin keluar dari kamarnya masih menggunakan piyama tidurnya. Dia kepikiran dengan salah satu dissert di pesta pertunangan Ray semalam.


"Selamat pagi Kak" sapa Elin


"Selamat pagi Lin" balas Amor yang sedang asyik nonton tv.


"kak hari ini sibuk gak?" tanya Elin


"gak sih. Kenapa?"


"ajarin bikin pai susu dong kak"


"boleh. Tapi kamu harus pergi beli bahan dulu"


"ok. kalau begitu saya siap-siap dulu"


Elin kembali masuk ke dalam kamarnya untuk siap-siap.


Setelah selesai dia keluar dari kamarnya.


"ini daftar belanjaan yang harus kamu beli" ujar Amor sambil memberikan catat kepada Elin.


"Mami, Brian boleh ikut Tante Lin?" pinta Brian ke Amor


"iya sayang boleh, Bi tolong gantiin baju Brian" ujar Amor


Setelah Brian siap. Mereka berangkat menggunakan ojol menuju ke supermarket.


Setibanya Brian terlihat senang, anak ini memang sangat suka ikut berbelanja.


"Tante Lin kita beli snack yah?" Pinta Brian kesenangan.


"iya sayang" jawab Elin.


Sesampainya didalam supermarket Elin dan Brian langsung menuju ke rak bahan-bahan kue.


Brian ikut membantu Elin mengambilkan bahan-bahan kue yang ada di catatan.


Setelah memilih bahan kue mereka menuju ke rak snack.


Brian memilih berbagai snack yang dia inginkan begitupun dengan Elin.


"Vino? kamu belanja juga"


"iya. Kamu sendirian?"


"gak, saya sama keponakan saya" jawab Elin.


"Brian kekenalin paman Vino"


"hai paman Vino nama saya Brian Sutono" sapa Brian


"hai juga Brian, kamu lucu banget sih" balas Vino sambil mengusap lembut kepala Brian


"kamu belanja apaan? kelihatannya banyak" ujar Vino yang melihat ke troli Elin.


"iya saya lagi beli bahan-bahan kue sekalian beli snack" jawab Elin.


"kamu mau bikin kue?"


"masih belajar"


"Paman pacar tante Lin yah?" tanya Brian spontan.


"bukan sayang. Dia teman kerja tante Lin" jawab Elin


"Anak ini kecil-kecil udah tau namanya pacar" canda Vino. "Kamu masih mau belanja lagi? kalau tidak ada kita sama-sama kekasir aja"


"Tunggu" jawab Elin. "Brian udah ga ada tambahan lagi?" lanjut Elin yang melihat ke arah Brian


Brian mejawabnya dengan gelengan kepala.


Akhirnya mereka bersama menuju ke kasir. Namun mereka harus mengantri cukup panjang.


Setelah sekian lama mereka mengantri akhirnya giliran mereka.


"Lin udah mau jam makan siang. Gimana kalau kita makan siang dulu sebelum pulang, saya traktir deh. kebetulan diseberang jalan ada warung sate ayam enak" ajak Vino.


"boleh. Tapi saya tanya Brian dulu"


Belum ditanya Brian sudah menyaut duluan kalau dia mau makan sate dengan kegirangan.


"kalau begitu tante Lin WA mami kamu dulu, biar Mami kamu tidak khawatir kita pulang lama" ujar Elin kepada Brian.


Belanjaan mereka simpan di dalam mobil Vino.


Sesampainya di Warung


"hai bu Tut" Sapa Vino kepada pemilik warung.


"hai nak Vino, udah lama kamu ga datang" balas Bu Tut.


"3 atau 4 hari lalu saya datang kok tapi Bu Tutnya yang ga ada"


"oh iya, saya ke rumah anak saya" ujar Bu Tut dengan ramah, dia melihat ke Elin dan Brian. "siapa nih? kamu ternyata sudah punya anak. Lucunya" ujar Bu Tut sambil mencubit pipi tembem Brian


Vino dan Elin yang mendengarnya membuat mereka menjadi merasa sedikit canggung. Mereka sebenarnya ingin mengklarifikasi ke Bu Tut tapi keburu Bu Tut pergi ke dapur.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih