Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #54



"Pak Yuan belum makan siang?" tanya Elin.


"belum" jawab Yuan singkat dan tetap fokus pada hpnya. Dia tau kalau itu Elin, tapi dia masih merasa kesal.


"Kalau gitu kita makan siang bareng yah pak, saya tadi beli nasi bungkus di warung dekat cafe" ujar Elin yang kini telah duduk di sofa.


Yuan lalu mengalihkan pandangannya ke Elin yang telah duduk di sofa.


"Memangnya kamu tidak makan siang bareng kak Mikha?" tanya Yuan ketus.


"Tidak" jawab Elin yang melihat Yuan masih tetap duduk di balik meja kerjanya. "Kalau pak Yuan gak mau makan siang bareng yah udah. Saya makan siang berdua aja sama Vino di ruangan kami" ujar Elin yang tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia hanya ingin menjaili Yuan.


"Jangan pernah kamu coba-coba berdiri dari sofa" ujar Yuan lalu menuju ke sofa dan duduk di samping Elin.


Elin langsung tersenyum puas melihat Yuan yang kini duduk di sampingnya.


"Saya batalin makan siang sama kak El, saya maunya makan siang sama Boss cafe Sun" ujar Elin sambil mengeluarkan bungkusan nasi dari kantongnya.


Yuan yang mendengarnya tersenyum senang dia sampai ingin melompat kegirangan tapi urung di lakukannya. Dia tidak ingin melakukannya di depan Elin.


"Saya gak tau apa lauknya sesuai dengan selera pak Yuan atau tidak" ujar Elin


"Saya suka kok. Thank you my Angel"


"Angel?" tanya Elin sambil menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.


"Iya. Awalan dari nama kamu dan juga kamu bagaikan malaikat buat saya" jawab Yuan di sela makan


"Gombal. Jangan ketularan Vino deh, jadi tukang gombal" ujar Elin aambil tertawa ringan.


"Memangnya Vino sering gombalin kamu?" tanya Yuan serius.


"Kalau ke saya sih dia ga pernah gombal, tapi ke Nitha sering" jawab Elin sambil membereskan bungkusan makanan mereka.


***


Elin keluar dari ruangannya tapi Yuan tiba-tiba datang dan menarik tangan Elin menuju ke lantai satu lalu ke parkiran.


Saat di lantai satu semua mata para karyawan tertuju ke mereka membuat Elin menjadi malu, dia hanya menutupi wajahnya dengan tangan yang tidak di pegang oleh Yuan.


Yuan membukakan pintu mobilnya untuk Elin dan Elin hanya menuruti kata Yuan.


kini mobil Yuan telah berada di jalan raya.


"Kita mau kemana?" tanya Elin


"Kita jalan-jalan sebentar sebelun pulang" jawab Yuan lalu memegang telapak tangan Elin dan mencium punggung tangan Elin.


Elin tersipu malu sekaligus senang dengan perlakuan Yuan kepadanya.


Tiba-tiba hp Elin berbunyi, dia lalu mengambil hpnya dan melihat ke layar.


"Halo dis"


"Halo kak, apa kabar?"


"Baik. kamu apa kabar disana? kapan mau balik ke Indonesia?" tanya Elin


"Baik kak, kalau jadi mungkin 6 bulan lagi saya ke Indonesia kak. Oh iya Kak minta nomor hp kak Amor dong, nomornya terhapus, saya mau ucapin happy anniversary" ujar Gladys.


Elin lalu memberitahukan nomor hp Amor dan sambungan telepon berakhir.


"Dari siapa?" tanya Yuan penasaran.


"Dari Gladys sepupu saya, Pak Yuan saya baru ingat kalau hari ini anniversary Kak Amor dan Kak Carlos mereka ajak makan malam bersama. Jalan-jalannya di tunda dulu ga papa kan?" ujar Elin merasa bersalah.


"Ga papa" ujar Yuan sambil tersenyum menutupi sedikit rasa kecewanya.


Saat tiba di parkiran apertemen Elin, dia lalu berpamitan kepada Yuan.


Elin lali masuk ke dalam apertemen, Yuan yang melihatnya langsung melakukankan mobilnya ke jalan raya.


"Hai kak Amor" sapa Elin.


"Kamu siap-siap gih, jam 7.30 nanti kita jalan yah" ujar Amor


"Ok" ujar Elin, dia lalu melihat Brian yang sedang asik bermain dengan mainannya yang sebox besar. "Hai Brian, tante Lin boleh minta ini gak?" tanya Elin jail sambil mengangkat mobil mainan Brian.


"Gak, ini semua punya Brian tante" ujar Brian yang menekan kata tante karena kesal.


"Dasar pelit, entar tante Lin gak beliin mainan lagi loh" ancam Elin.


"Mami, tante Lin jahat" teriak Brian.


"Kamu apain lagi sih keponakan kamu" ujar Amor yang baru saja datang.


"hehehe.... habis dia lucu banget" ujar Elin senang.


"Oh iya Lin, Carlos mau ajak saya rayain anniversary kita berdua aja hari sabtu sampai minggu, minta tolong kamu jagain Brian yah"


"yang mau honeymoon berdua" ledek Elin. "Kita dilupain yah Brian" lanjutnya.


"husss.... siap-siap gih" ujar Amor yang merasa malu.


***


"Lin udah belum?" teriak Amor


Elin lalu keluar dari kamarnya. "Udah kak" ujar Elin sambil merapikan dress yang di pakainya


Kini mereka berempat menuju ke salah satu restoran mewah yang telah di reservasi oleh asisten pribadi Carlos.


Selesai memesan menu makanan, tidak menunggu lama pesanan mereka telah datang.


"Gimana makanannya sayang? Enak?" tanya Carlos pada Amor.


"Enak, saya suka. Tumben kamu gak bawa kita makan di restoran biasanya kita datengin?"


"Budi yang rekomendasikan, kata dia makanan disini selain enak dan bersih tempatnya juga romantis. Dan ternyata benar." jelas Carlos


Mereka lalu melanjutkan makan dengan bercanda. Selesai makan mereka langsung pulang.


Saat perjalanan pulang Elin melihat seseorang yang mirip Vino di salah satu club malam.


Terlihat seperti Vino sedang memerintahkan sekelompok orang yang berpakaian serba hitam dan orang-orang yang serba berpakaian hitam tunduk dengan perintah Vino.


Elin antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih