
Vino yang baru saja tiba di apertemen Yuan langsung masuk ke kamar Yuan.
"Lin ini obatnya, aturannya minumnya semuanya tertera di masing-masing obat" jelas Vino sambil memberikan sebungkusan obat kepada Elin."Saya kembali ke cafe yah" tambah Vino.
Elin sebenarnya ingin ikut dengan Vino untuk melanjutkan pekerjaannya tapi dia juga memikirkan Yuan
"Tapi Vin ..."
"Udah tenang aja. Cafe biar saya yang urus dan kamu urus si Mr. Perfect aja. Oh iya kalau ada apa-apa kamu telpon saya aja. ok? saya pergi dulu" ujar Vino dan melangkah keluar dari kamar Vino
"Thanks Vin" ujar Elin yang sudah tidak di dengar oleh Vino.
Elin kembali duduk di tepi tempat tidur Yuan sambil mengganti kompres Yuan ketika sudah dingin.
***
Elin telah tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya di sandarkan di tepi tempat tidur sambil memegang tangan Yuan.
Tiba-tiba Yuan terbangun karena mimpi buruk membuatnya merasa takut dan cemas, napasnyapun menjadi terengah-engah.
Elin yang meraskaan gerakan Yuan buru-buru bangun dan duduk di tepi tempat tidur Yuan.
"Pak Yuan" panggil Elin yang melihat Yuan seperti orang yang habis lari maraton di sertai dengan keringat.
"Mimpi itu muncul lagi" ujar Yuan lalu melihat ke arah Elin.
"Mimpi a..." belum selesai Elin berbicara Yuan sudah terlebih dulu memeluk Elin, sontak jantung Elin langsung berdegup cepat membuatnya terpaku karena kaget dengan pelukan Yuan yang tiba-tiba.
"Pak Yuan mimpi buruk yah?" tanya Elin sambil mengusap punggung Yuan dengan lembut untuk menenangkannya
Setelah perasaannya cukup tenang Yuan melepaskan pelukannya dari Elin.
"Aneh. Biasanya setelah mimpi kebakaran itu, saat terbangun kepala saya menjadi sakit, tapi kenapa sekarang tidak. Dan pelukan dari Elin membuat saya menjadi jauh lebih tenang. Bahkan perasaan ini tidak pernah saya rasakan saat bersama Rena" ujar Yuan dalam hati sambil menatap Elin yang juga sedang menatapnya.
Elin melihat Yuan yang terdiam dan terus menatapnya. "Pak Yuan tidak apa-apa kan? atau mana yang sakit pak?" tanya Elin ragu
"Hati saya yang sakit" jawab Yuan.
"Saya panggilkan dokter yah pak, biar pak Yuan bisa di periksa"ujar Elin sedikit panik. Lalu dia berdiri hendak mengambil hpnya. Tapi Yuan langsung menarik tangan Elin dan mengecup bibir merah muda Elin dengan lembut.
Elin sangat kaget dan syok dengan kecupan Yuan di bibirnya. Jantungnya seakan berlompat ingin keluar dari tempatnya, perasaannya menjadi kacau. Tapi satu hal yang Elin tau ada rasa senang yang dirasakannya. Dia membiarkan Yuan mengecup bibirnya lebih lama.
"Saya tidak butuh dokter, saya hanya butuh kamu disisi saya" ujar Yuan setelah mengecup bibir Elin lalu mencium lembut dahi Elin.
Elin tersenyum malu, dia tidak berani menatap Yuan. " Saya buatkan bubur dulu buat pak Yuan" ujar Elin lalu mengambil hpnya dan meninggalkan kamar Yuan.
Yuan sangat senang karena ternyata Elin tidak menolak kecupannya dan itu berarti Elin juga punya perasaan untuknya. pikir Yuan
Di dapur, Elin berusaha mengatur napasnya dan detak jantungnya. Elin menarik napas dalam lalu menghembuskannya. "Tenang Elin tenang".
Elin menelpon Bi Ina untuk menanyakan cara memasak bubur.
"Pak Yuan makan yah" ujar Elin sambil menaruh makanan dan minuman yang dibawanya di meja samping tempat tidur Yuan.
"Suap" ujar Yuan dengan suara manja.
Elin merasa heran melihat Yuan yang berubah menjadi manja kepadanya.
"kalau tidak di suap saya tidak mau makan" ancam Yuan yang berpura-pura merajuk karena melihat Elin yang seperti tidak ingin menyuapinya.
"Kemana perginya Pak Yuan yang dingin dan cutek?" ledek Elin sambil menyuapi Yuan dengan bubur yang dibuatnya.
"Kamu mau di kecup lagi?" tanya Yuan.
Elin yang mendengar pertanyaan Yuan tersipu malu.
"Pak Yuan genit" ujar Elin
"Siapa suruh ngeledek"
Elin memonyongkan bibirnya tanda menyerah berdebat dengan bossnya.
"itu bibir monyong gitu minta di kecup?" ledek Yuan lagi.
"Pak Yuaaaaan" ujar Elin mulai kesal.
Yuan yang melihat Elin mulai kesal merasa lucu dan membuatnya tertawa.
"Berhenti tertawa nanti tersedak" ujar Elin panik
Yuan langsung memberhentikan tawanya dan menahannya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih