Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #28



Dia segera menerima panggilan tersebut.


"Halo Lin, apa kabar?" sapa orang diseberang.


"halo. Maaf siapa yah?" tanya Elin heran.


"kamu udah lupa dengan suara saya?"


Dengan cepat Elin memutar otaknya mencari tau si pemilik suara.


"Kak El?" tebak Elin


"Iya benar. Kamu sibuk ga hari ini?"


"gak begitu sibuk. Kenapa kak?"


"saya mau ajak kamu makan siang"


"boleh boleh aja kak, tapi yang dekat-dekat dari cafe Sun aja soalnya jam makan siang cuman 1 jam"


"Ok. kalau gitu nanti saya jemput yah"


"Iya kak" jawab Elin.


Panggilan telepon terputus. Elin segera menyimpan di kontak hp nomor telepon Mikael.


Elin menyimpan tasnya dan mengambil beberapa lembar kertas yang berisikan daftar bahan-bahan makanan dan minuman cafe diatas mejanya lalu turun ke lantai 1 menuju gudang.


Saat dia asyik mengecek persediaan gudang, dia dikagetkan oleh Emi yang tiba-tiba muncul di belakangnya tanpa ada suara.


"kamu bikin kaget saja tau ga" ujar Elin yang kaget sambil memegang dadanya.


"Saya dengar-dengar katanya kamu udah jadian yah sama si Mr. Perfect?" tanya Emi antusias.


Elin menghembuskan napasnya kasar.


"gak benar" jawab Elin yang mulai sedikit geram, tapi Emi tidak menyadarinya.


"yang benar? jangan bohong. Teman-teman yang lain lagi omongin loh. Katanya kamu hebat bisa taklukkan si Mr. Perfect" jelas Emi yang tidak percaya dengan jawaban Elin


"Kalau kamu tidak percaya, tidak usah bertanya ke saya. Saya lagi sibuk" ujar Elin yang sudah geram, dia kembali fokus dengan kerjaannya


Emi merasa kecewa karena jawaban yang dia harapkan tidak keluar dari mulut Elin lalu dia pergi meninggalkan Elin.


Elin sebenarnya merasa bersalah dengan Emi atas perkataannya yang agak kasar, padahal Emi sudah membantunya kemarin. Tapi dia merasa kesal ketika mengingat pengakuan Yuan tadi di depan para karyawan dan lagi kelakuan Yuan di ruangannya tadi.


***


Ruangan Yuan


Vino masuk ke dalam ruangan Yuan, dia melihat Yuan yang sedang sibuk bermain game di hpnya.


"kamu serius dengan kalimat kamu tadi?" tanya Vino


"para karyawan sedang membicarakan kalian, mereka berpikir kalau Elin yang menggoda kamu" ujar Vino.


Yuan melihat kearah Vino. "Siapa yang berani mengatakan itu, silahkan langsung berhadapan dengan saya?" ujarnya dan kembali sibuk dengan hpnya.


"Ayolah Yuan, klarifikasi ke mareka kalau kamu dan Elin tidak berpacaran, kasihan Elin yang disalahkan oleh mereka" ujar Vino yang sedikit kesal dengan sikap Yuan.


Yuan yang mendengar kalimat Vino, langsung menyimpan hp nya dan menatap Vino.


"Kenapa kamu segitu perdulunya sih sama Elin? Kamu suka sama Elin?"


"Saya suka sama Elin tapi bukan sebagai pasangan melainkan sebagai teman. Lagian kamu tau kan kalau selama ini yang saya suka dan alasannya saya bekerja disini " jelas Vino geram


"Saya tidak mungkin menarik kembali perkataan saya. Itu tidak akan pernah" ujar Yuan.


Vino menatap Yuan, dia tidak tau harus berkata apa lagi dengan Yuan.


Percuma berbicara dengannya, dia tidak akan pernah mau mengubah keputusan yang dia buat. Pikir Vino.


Dia keluar dari ruangan Yuan dengan kesal menuju ke lantai satu.


Sementara Elin yang baru saja keluar dari gudang melihat Vino yang turun dari tangga dengan wajah yang kesal.


"hai Vin, kenapa tuh wajah?"


"gak kok. gak kenapa-kenapa" jawab Vino.


"Tapi kok kelihatan kesal gitu?"


mendengar perkataan Elin , Vino langsung membuat senyum ceria di wajahnya yang terlihat seperti paksaan.


"gak usah di paksa gitu senyumnya. Yah udah kalau ga mau cerita saya ke lantai 2 dulu" ujar Elin dan meninggalkan Vino menuju ke ruangannya.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih