Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #66



Elin telah tiba di apertemennya, dia langsung masuk ke kamarnya dan duduk di sofa panjang dekat tempat tidurnya. Dia seakan tidak ingin percaya dengan kenyataan yang baru saja di taunya dan berharap ini semua hanya mimpi buruk untuknya.


"Alin, Apa kamu benar-benar menyelamatkan orang itu?" ujar Elin sambil menangis dan memegang bingkai foto Alin yang dia pajang di kamarnya. "Apa benar jika bukan karena orang itu kamu masih berada bersama kami? dan apakah orang itu juga yang kamu sukai?" Elin menangis tersedu-sedu sambil memeluk foto Alin.


"Saya minta maaf karena telah jatuh cinta dengannya. Jika dari awal saya tau kalau itu dia, saya tidak akan jatuh cinta dengannya. Saya minta maaf" ujarnya dengan suara serak.


***


Sudah 1 minggu Yuan dan Elin tidak bertemu. Elin hanya tau dari Nitha kalau Yuan sudah 1 minggu tidak pernah ke cafe sementara Vino mengatakan kalau Yuan sudah 3 hari belakangan ke club malamnya untuk minum-minuman beralkohol hingga dia mabuk berat.


Saat Nitha dan Elin bertemu kemarin, Nitha sempat memberitahu Elin bahwa kejadian 10 tahun lalu tidak sepenuhnya salah Yuan dan Nitha meminta Elin untuk mempertimbangkan kembali untuk tidak bertemu dengan Yuan. Tapi Elin masih belum bisa menerima kenyataan kalau Alin meninggal demi menyelamatkan Yuan. Nitha juga memberitahukan kepada Elin bahwa dirinya dan Vino telah berpacaran dan itu adalah kabar kedua yang ingin di sampaikan Nitha.


"Kak saya mau ke cafe seberang mau beli minuman, kak Amor mau titip sesuatu gak?" ujar Elin yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Gak kok" jawab Amor yang asyik memainkan hpnya.


"Saya pergi yah kak" pamit Elin lalu keluar dari apertemen.


Saat Elin berjalan menuju ke cafe, dia merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya. Tapi ketika dia berbalik tidak ada orang yang mencurigakan, hanya ada orang-orang yang berlalu lalang. Membuat Elin menjadi was-was, dia takut jika ada orang yang berniat jahat padanya.


Elin masuk ke dalam cafe dan memesan minumannya. Sambil menunggu pesanannya dia teringat dengan cafe Sun. "Jadi rindu dengan suasana di cafe Sun" ujar Elin dalam hati.


Setelah selesai mengambil pesanannya, Elin lalu berjalan keluar cafe dan menyebrang jalan. Tapi tiba-tiba saja dia mendengar seseorang yang berteriak memanggil namanya, belum sempat Elin berbalik tubuhnya sudah terdorong ke tepi jalan dan membuat lututnya dan sikunya tergores.


BRAAAKKKK


suara benturan keras mengangetkan Elin dan membuatnya berbalik, dia melihat seseorang yang mirip Yuan tergeletak tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir.


Elin segera menghampirinya untuk memastikan apa yang dilihatnya tadi.


Betapa syoknya Elin.


"YUAN" panggil Elin sambil menangis histeris melihat keadaan Yuan.


***


Di depan ruang UGD, Elin begitu gelisah dan khawatir dengan keadaan Yuan yang masih di periksa oleh dokter. Jika bukan karena Yuan munģkin sekarang yang berada di dalam ruangan itu adalah dirinya.


Elin terus menangis, kenangan-kenangannya bersama Yuan terus terbayang di dalam pikirannya. Dia takut kehilangan orang yang di sayangnya lagi.


Nitha yang menemaninya bersama Vino ikut panik menunggu keadaan Yuan.


Mikael yang melangkah menghampiri mereka tampak berjalan dengan gontai. Vino telah memberitahunya tentang Yuan yang kecelakaan.


"Elin" panggil Mikael yang melihat Elin menangis di pelukan Nitha.


"Kak El, Yuan kak, Yuan" ujar Elin dengan mata yang berlinang air mata sambil menatap Mikael.


Winjaya dan Nana ikut datang ke rumah sakit dengan cemas.


"Bagaimana keadaan adik kamu?"tanya Winjaya.


"Dokter masih memeriksanya pa" jawab Mikael.


"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa sampai Yuan bisa tertabrak?" tanya Winjaya lagi.


Vino menjelaskan kejadiannya kepada Winjaya berdasarkan dari apa yang diceritakan Elin padanya dan Nitha


"Ini semua salah saya Paman" ujar Elin menyalahkan dirinya.


"Bukan nak ini semua bukan salah kamu" ujar Winjaya menenangkan Elin. "Mika kamu sudah mencari tau siapa pelakunya?" tanya pada Mikael.


"Sudah pah, mereka sedang menyelidikinya" jawab Mikael


Seorang suster keluar dari ruang UGD, diikuti oleh dokter parubaya.


"Hans bagaimana kabar anak saya?" tanya Winjaya begitu melihat dokter yang menangani Yuan.


Dokter Hans adalah sahabat Winjaya sekaligus dokter yang menangani Yuan 10 tahun lalu. Beliau juga merupakan pemilik rumah sakit yang menangani Yuan. Begitu Winjaya mendapat kabar tentang kecelakaan Yuan, dia langsung menelpon dokter Hans untuk memeriksa Yuan.


Mikael dan Elin ikut menghampiri dokter Hans begitupun dengan yang lainnya


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah 😉


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya 😊


Terimakasih