Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #12



Jam 8.30 Elin sudah tiba di cafe, dia melakukan kegiatan morning routine-nya yaitu mengecek persediaan bahan makanan dan minuman di gudang.


Para karyawan sudah mulai berdatangan dan mengganti pakaian mereka menjadi baju seragam cafe.


Selesai mengecek Elin naik ke lantai 2 menuju ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya.


Sudah 3 hari Yuan tidak datang ke cafe sejak dia pergi terakhir kali.


Elin ingin menyerahkan laporan pengeluaran dan pemasukan cafe kepada Yuan. Laporan tersebut seharusnya Elin serahkan 2 hari yang lalu.


Hari ini shift kerja vino sore. Elin, Gino dan Emi makan siang bertiga di warung langganan mereka. Warung ini sudah seperti kantin bagi karyawan cafe. Setelah makan siang mereka kembali ke kantor.


Di parkiran cafe, Elin melihat mobil sport milik Yuan.


Berarti Yuan sudah datang ke cafe. Pikir Elin.


"saya ke lantai 2 dulu yah" pamit Elin kepada Gino dan Emi.


Sesampainya di lantai 2 Elin langsung ke ruangannya mengambil laporan yang telah di buatnya lalu ke ruangan Yuan.


tok tok tok


setelah di persilahkan Elin membuka pintu lalu melangkah masuk.


"permisi pak. Ini laporan pengeluran dan pemasukan mingguan cafe" Elin menyerahkan laporan yang ada di tangannya ke Yuan.


Dengan wajah dingin Yuan mengambil laporan tersebut dan membukanya.


Yuan belum melihat keseluruhan laporan tersebut.


"perbaiki laporan kamu" ujar Yuan dengan tatapan dingin.


Elin yang mendegarnya terkejut karena menurutnya laporannya sudah benar semua.


"maaf pak. Apa yang salah dari laporan ini?" tanya Elin ragu


"saya tidak mau laporan seperti ini, saya mau semuanya terperinci dengan jelas" ujar Yuan dingin.


Elin masih ingin bertanya kepada Bossnya tapi melihat Bossnya yang sudah seperti kutub es, Elin mengurungkan niatnya.


Elin pamit undur diri.


"Laporan pengeluran dan pemasukan cafe kan memang seperti ini" ujar Elin dalam hati sambil melihat laporan yang ada di tangannya


Elin kembali ke ruangannya lalu mengambil di rak buku laporan pengeluaran dan pemasukan minggu lalu.


Benar kan sama dengan laporan yang saya buat. pikir Elin.


"Dasar kutub es reseeeeeek" ujar Elin dalam hati kesal.


Elin bingung mau bertanya ke siapa. Dia tidak ingin mengganggu Nitha.


Suara pintu terbuka membuat Elin menoleh ke sumber suara.


"Vino, kamu sudah datang?"


" Ada apa dengan meja mu? berantakan sekali" tanya Vino heran, karena selama ini Elin selalu bekerja dengan meja rapih.


"Saya sudah membuat laporan pengeluaran dan pemasukan tapi kata si Mr. Perfect resek dia ingin laporan yang terperinci dengan jelas. Saya benar-benar bingung bagaimana membuatnya. Saya sudah melihat laporan-laporan sebelumnya semuanya seperti dengan laporan yang saya buat" keluh Elin


"coba saya lihat laporan kamu"


Vino melihat semua isi laporan yang di buat Elin dan dia membantu Elin memperbaiki laporan tersebut sesuai keinginan Yuan. Untungnya Vino cukup tau mengenai laporan keuangan yang di maksud Yuan.


Di tempat lain, Yuan yang melihat Vino masuk ke ruangan manager dan belum keluar dari ruangan itu merasa heran dan mulai panik.


Apa yang mereka lakukan di dalam? kenapa Vino belum keluar ? pikir Yuan.


Yuan berdiri dari kursi kantor eksekutif-nya menuju ke jendela besar di ruangannya, dia terus melihat pintu ruangan manajer.


Setelah 1 jam berlalu


Yuan melihat Vino keluar dari ruangan manajer sambil memperbaiki lengan kemejanya yang sedikit terlihat kusut.


Selang beberapa menit Elin keluar dari ruangannya dan menuju keruangan Yuan. Yuan yang melihatnya segera ke kursinya dan berpura-pura bermain Hp.


tok tok tok


"masuk" teriak Yuan dari dalam ruangannya.


Elin menyerahkan laporan yang telah di perbaikinya bersama Vino.


Yuan melihat semua isi laporan tersebut dan semuanya sudah jelas sesuai keinginannya.


saat Elin pamit undur diri.


"tunggu"


Elin berbalik. " Ada apa pak?" tanya Elin


"kamu ..... Vino...." Yuan tidak tau harus berkata apa.


Yuan sebenarnya ingin menanyakan apa yang mereka lakukan di ruangan Manajer sampai lengan kemeja Vino kusut? tapi dia terlalu gengsi untuk mengatakannya, takut Elin salah paham dengan pertanyaannya


Elin yang mendengar perkataan Bossnya yang tidak jelas merasa bingung dan mengerutkan keningnya.


"maaf pak tapi saya tidak mengerti apa yang pak Yuan maksud"


Buru-buru Yuan mengganti topik pembicaraannya.


"jam berapa sekarang?" cuman kalimat itu yang terlintas di kepala Yuan.


Elin yang mendengarnya bertambah bingung, pasalnya Bossnya sendiri sudah memakai jam tangan di tangan kirinya tapi dia masih bertanya.


Elin yang kebingungan melihat jam tangannya dan menjawab pertanyaannya Bossnya


"Jam 4 lewat 10 menit"


"keluarlah" balas Yuan singkat.


Elin pamit undur diri.


"Ada apa dengan nya?" batin Elin dan menuju keruangannya.


Di dalam ruangan Yuan,


"Bodoh bodoh bodoh " batin Yuan. Dia mengutuk dirinya sendiri yang menanyakan jam kepada Elin sementara dia sendiri memakai jam tangan.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih