Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #46



Perasaan Elin menjadi campur aduk. Kemarahan, kesedihan dan kekecewaan yang dulu dirasakannya kembali diingatnya lagi. Elin bingung harus bagaimana bersikap di depan Tyo.


"Hai Lin. Apa kabar?" sapa Tyo yang kini telah berdiri di hadapan Elin.


"Baik. Kamu apa kabar?" balas Elin canggung.


"Kurang begitu baik" jawab Tyo. "Jabatan saya di turunkan oleh Mikael. Kamu sekarang tinggal di Ibu Kota?" tanya Mikael.


"Iya" jawab Elin canggung.


"Elin semenjak kamu pergi saya benar-benar merasa kehilangan" ujar Tyo dengan wajah sedih. Dia lalu memegang tangan Elin tapi langsung di tepis oleh Elin.


Tyo kaget dengan respon yang diberikan Elin kepadanya. "Saya tau kamu pasti masih mencintai saya. Tidak mungkin dalam waktu singkat kamu bisa ngelupain saya" ujar Tyo


"Maaf kak Tyo. Saya sudah tidak mencintai kak Tyo lagi dan saya sudah mengubur dalam-dalam segalanya tentang kak Tyo" jelas Elin yang berusaha menahan tangisnya.


"Kamu bohongkan? saya kenal kamu Lin"


Yuan tanpa sengaja melihat Elin berbicara dengan Tyo dan terus memperhatikan mereka. Dia melihat Elin yang berusaha menahan tangisnya dan memutuskan menghampiri mereka.


Elin melihat Yuan berjalan dari arah mereka.


"saya sudah punya pacar kak Tyo" ujar Elin. "sayang kenalin ini Kak Tyo. Kak Tyo ini Yuan pacar saya" ujar Elin spontan


Yuan sangat syok mendengar ucapan Elin barusan dan lagi Elin yang memanggilnya sayang.


"Kenalin saya Yuan, pacar Elin" ujar Yuan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Saya Tyo dan kamu perlu tau kalau saya masih pacarnya Elin" ujar Tyo bohong.


"Kak Tyo kita udah putus. Apa perlu saya ingatkan kembali penyebab kita putus?" ujar Elin yang menahan kemarahan dan tangisnya.


"Gak usah sembarang gomong kamu, udah putus tapi ngakunya masih pacaran" ujar Yuan kesal. Dia lalu memegang telapak tangan Elin dan menariknya pergi dari hadapan Tyo.


Saat di kasir Yuan melihat Elin yang terus menahan tangisnya. Yuan merasa kesal melihatnya tapi Yuan tau kalau Elin pasti ingin meluapkan kekesalannya dengan menangis.


"Pergilah ke mobil duluan, saya parkir dekat pintu masuk parkiran. Belanjaan kamu biar saya yang urus" ujar Yuan sambil memberikan kunci mobil kepada Elin.


Elin hanya menuruti perintah Yuan, karena sudah tidak bisa lagi menahan Tangisnya dan tidak mungkin dia menangis di depan umum seperti ini.


Di mobil Yuan Elin menumpahkan semua tangisnya, kekesalannya kepada Tyo. Dia menagis sejadi-jadinya.


Yuan kini menyimpan barang-barang belanjaan miliknya dan Elin di bagasi mobilnya. Lalu masuk ke mobil sport miliknya.


Dia melihat Elin yang masih menangis di sampingnya. Yuan merasa kesal melihat Elin yang menagisi laki-laki brengsek itu. Yuan tau kalau laki-laki tadi pasti adalah mantan Elin.


Yuan menarik Elin kepelukannya. "Berhenti menagisinya. Sudah cukup air mata yang kamu keluarkan untuk laki-laki brengsek itu. Atau perlu saya pergi mencarinya lalu menghajarnya agar kamu berhenti menangis?" ujar Yuan.


"Tidak perlu pak" ujar Elin yang melepaskan dirinya dari pelukan Yuan lalu menghapus air matanya yang tersisa.


"Kamu sudah merasa mendingan?" tanya Yuan.


"Iya. Terimakasih pak" ujar Elin.


"kalau begitu saya antar kamu pulang" ujar Yuan yang melajukan mobilnya kejalan raya.


"Iya pak" ujar Elin. Elin sempat melihat Yuan yang membawa barang belanjaan yang cukup banyak. "Pak Yuan belanja bulanan yah?" tanya Elin


"itu buat anak-anak panti, setelah mengantar kamu saya mau kesana." jawab Yuan.


"Boleh saya ikut pak?" tanya Elin.


"Boleh, kalau begitu kita langsung aja ke panti" ujar Yuan yang langsung memutar balikkan mobil sport miliknya menuju ke panti asuhan.


Setelah 2 jam perjalanan mobil sport Yuan berhenti di depan tanah kosong.


"kenapa berhenti pak?" tanya Elin heran.


"Rumah pantinya di dalam sana, mobil tidak bisa masuk. jadi kita perlu berjalan kaki." ujar Yuan.


Kini mereka keluar dari mobil Yuan.


"Elin kamu bantu saya bawa barang-barang kedalam"


"Iya pak"


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih