
Setibanya di rumah panti asuhan mereka langsung di sambut oleh anak-anak panti asuhan.
"Paman Yuan" sapa mereka.
"Hai kalian" sapa balik Yuan dengan ramah lalu menyerahlan barang bawaan mereka ke pengurus panti.
"Terimakasih yah" ujar kepala pengurus panti asuhan
"Sama-sama bu. Oh iya kenalin ini Elin. Elin ini bu Ros kepala panti asuhan"
"Hai Bu Ros" sapa Elin sambil berjabat tangan dengan Bu Ros.
"Paman Yuan dia siapa?"tanya salah satu anak.
"Dia.... teman paman" jawab Yuan sambil berjongkok agar sejajar dengan anak yang bertanya.
"Hai nama saya Elin" sapa Elin
"Tante Elin pacar paman Yuan?" tanya salah satu anak yang baru saja menghampiri mereka.
"Hei kamu kecil-kecil udah tau pacar-pacaran" ujar Elin.
Anak yang bertanya tadi tertawa malu.
"memangnya paman Yuan dan tante Elin udah cocok pacaran?" tanya Yuan kepada anak-anak.
Beberapa dari mereka ada yang mengatakan cocok dan juga tidak cocok.
"Tante Elin cocoknya sama saya" ujar salah satu anak lelaki di barisan belakang.
Elin tertawa mendengar kalimat anak kecil tadi.
***
Kini Yuan sedang bermain bola bersama anak-anak lelaki. Sementara Elin menonton mereka dari tepi lapangan.
"Anak-anak, paman Yuan istirahat dulu yah. Kalian lanjut aja" ujar Yuan lalu duduk di samping Elin.
"Kamu sepertinya sering ke panti asuhan ini" ujar Elin
"Iya, dulu sebelum mama meninggal dia salah satu donatur di panti asuhan ini" jawab Yuan.
"Pantes aja mereka kelihatan akrab banget sama kamu"
"Semenjak mama meninggal kehidupan saya berubah drastis, tapi untungnya ada kak Selena, dia yang selalu menemani saya di saat saya merasa sedih karena kehilangan mama" jelas Yuan sambil mengingat kembali kenangannya dengam Selena.
"Selena pacarnya kak El?" tanya Elin ragu.
"Iya, dia teman kecil saya dan kak Mikha. Sayangnya dia lebih memilih kak Mikha" jawab Yuan.
"Pak Yuan suka sama Selena?" tanya Elin lagi. Entah kenapa perasaannya sedikit sakit menanyakan hal ini kepada Yuan.
Yuan mengembuskan nafasnya berat. "itu cuman masa lalu" ujar Yuan. "balik yuk. Udah sore juga" ajak Yuan.
Mereka berpamitan ke anak-anak panti asuhan dan kepada para pengurus.
Saat mereka berjalan kaki menuju ke mobil tiba-tiba hujan menjadi deras. Dan langsung membasahi tubuh mereka. Dengan cepat Yuan menarik tangan Elin agar lebih dekat dengannya dan melindungi kepala Elin dengan jaket yang dipakainya.
Di dalam mobil Yuan melihat ke arah Elin dan mendapati baju Elin yang telah basah hingga pakaian dalam Elin terlihat dan nampak seksi tanpa disadari oleh Elin, membuat Yuan menelan salivanya sendiri. Dia langsung melepaskan jaketnya.
"Pakai ini, tutupi tubuh mu" ujar Yuan yang dituruti oleh Elin.
Yuan melajukan mobilnya ke jalan raya. Tidak butuh waktu lama dia memasuki parkiran salah satu apertemen mewah.
"Kita dimana pak?" tanya Elin heran.
"Kita ke apertemen saya dulu, kalau langsung ke apertemen kamu terlalu jauh. Keburu nanti kamu sakit." ujar Yuan.
"jangan di lepas pakai saja. Tutupi tubuh kamu dulu"ujar Yuan. Dia tidak ingin orang lain melihat tubuh Elin.
Di dalam apertemen Yuan langsung menuju ke kamarnya, lalu keluar sambil membawa pakaian ganti dan juga handuk untuk di pakai Elin.
"Terimakasih pak" ujar Elin yang menerima pakaian ganti dan juga handuk dari Yuan.
"Kamu mandi aja di kamar mandi kamar saya, saya biar kamar mandi di luar" ujar Yuan.
Elin menuruti perintah Yuan dan segera masuk ke kamar Yuan.
Selesai mandi Elin baru memperhatikan setiap sudut kamar Yuan.
"Ternyata dia orangnya rapih juga. Semuanya tertata dengan rapih" ujar Elin dalam hati
Tanpa sengaja Elin melihat salah satu foto yang di atas meja samping tempat tidur Yuan.
"Siapa dia? fotonya kenapa di buramkan?" ujar Elin dalam hati. Dia memgambil foto tersebut. Walaupun fotonya buram tapi Elin dapat melihat style rambut dan pakaian orang yang di foto tersebut. Dia merasa tidak asing dengan orang di foto tersebut.
"Elin, kamu sudah selesai?" tanya Yuan dari luar kamar
Suara Yuan membuatnya terkejut. "Iya pak saya sudah selesai" Elin segera mengembalikan foto tersebut ke tempatnya lalu keluar dari kamar Yuan.
Yuan yang sedang menyajikan masakannya di atas meja melihat kearah Elin lalu tertawa melihat penampilan Elin.
"Aneh yah pak? Sampe segitunya tertawa" ujar Elin sedikit kesal.
"Habisnya kamu lucu banget pakai baju saya, kebesaran gitu di tubuh kamu" ujar Yuan di sela tawanya.
"Kalau gitu saya ganti aja yah" ujar Elin malu.
"Ok ok saya berhenti tertawa" ujar Yuan yang masih menahan tawanya.
"Pak Yuan pakaian basah saya mau di jemur dimana?" tanya Elin. Yuan lalu menunjukkan tempat yang bisa di gunakan Elin. Selesai menjemur Elin lalu kembali ke ruang makan.
Elin melihat ke mangkok yang sudah diisi oleh Yuan.
"Waaoowww... Pak Yuan ternyata bisa masak juga" ujar Elin yang terpukau dengan sup yang di buat Yuan.
"Dulu saya sering lihat mama memasak di dapur, saya belajar dari situ" ujar Yuan.
"Saya coba yah pak" ujar Elin lalu menyendokkan kuah sup ke dalam mulutnya. "Enak pak" ujar Elin. Dia sangat menyukai sup buatan Yuan.
"Baguslah kalau kamu suka, makan yang banyak kalau gitu" ujar Yuan.
.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih