
Setibanya Elin di cafe, dia langsung di sambut oleh Vino.
"kamu dari mana?" tanya Vino
"Dari makan siang" jawab Elin.
"Ayo kamu ngaku tadi itu siapa?" tanya Emi yang muncul dari balik meja pantry.
"oow yang tadi itu mantan boss saya, dia ngajak makan siang. Oh iya Emi soal tadi pagi maaf yah, saya bicaranya agak kasar" ujar Elin yang merasa bersalah
"santai aja kali" ujar Emi santai.
"Sebagai tanda maaf dan terimakasih saya gimana kalau saya traktir kalian makan?" tanya Elin.
"maaauu" ujar Gino tiba-tiba yang baru saja datang dari mengantar pesanan pengunjung.
"kamu mau traktir kita makan apa?" tanya Vino.
"Kalian aja yang pilih. Terserah kalian mau makanan apa. Ok?"
"Ok" jawab Gino dan Emi bersamaan dengan semangat
"Kompak banget. Kalau orang jodoh emang gitu yah" ledek Vino.
Elin tertawa mendengar perkataan Vino.
"Amit amit" ujar mereka bersamaan lagi.
"tuh kan bener" ledek Vino
"Kalian itu lucu banget sih. Yah udah saya naik dulu mau lanjut kerja. Kalau udah putuskan mau makan apa beri tau saya yah. Bye, saya naik dulu" Pamit Elin lalu menuju ke ruangannya di lantai 2.
Saat Elin hendak masuk ke ruangannya.
"Kamu tadi pergi kemana?" tanya Yuan dengan tatapan dingin
"saya dari makan siang" jawab Elin
"sama siapa?"
"Sama pak Mikael"
Mendengar nama Mikael membuat Yuan penasaran. Apa hubungan Mikael dengan Elin. Sampai Mikael bela-belain dari kantornya menuju ke cafe yang jaraknya jauh banget hanya untuk menjemput Elin. Pikir Yuan
"Kamu tau gak? tadi itu kamu pergi sebelum jam istirahat makan siang"
"Saya minta maaf pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi"
"saya tidak butuh janji tapi saya butuh bukti. Saya minta besok kamu buatkan saya makan siang" ujar Yuan.
"Tapi pak..." ujar Elin. Belum selesai dia berbicara Yuan sudah memotong ucapannya.
"Gak usah ngebantah" ujar Yuan lalu kembali masuk ke ruangannya.
Melihat Yuan yang masuk keruangannya, Elin juga masuk ke dalam ruangannya sendiri. Dia duduk di balik meja kerjanya.
"nyebelin banget sih. Dasar kutub es" Ujar Elin dalam hati dengan kesal.
Elin mengambil berkas-berkasnya yang belum selesai dia kerjakan tadi, lalu kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.
Jam 03.00
Vino masuk ke ruangan manajer tapi Elin masih tetap fokus pada kerjaannya membuat Vino mengetuk pelan meja kerja Elin.
"Fokus banget" ujar Vino.
"kamu udah mau pulang?" tanya Elin
"Iya. Oh Iya tadi kata Emi dan Gino katanya traktirannya korean food aja."
"Tapi sekitaran cafe gak ada restoran korea"
"kalau soal itu, lebih baik kamu tanya langsung ke mereka."
Vino telah keluar dari ruangan manajer setelah berpamitan. Dan Elin kembali melanjutkan pekerjaannya.
Setelah beberapa jam, pekerjaan Elin telah selesai bertepatan dengan jam pulangnya. Dia bersiap untuk menuju kelantai satu kemudian memesan ojol.
Seperti biasa Elin mencari tempat kosong dan kebetulan berada di dekat pantry, saat dia sibuk dengan hpnya untuk memesan ojol, beberapa karyawan yang tidak menyadari kehadiran Elin berbicara mengenai dirinya, tapi Elin hanya diam saja mendengar mereka berbicara tanpa melihat siapa mereka.
"beneran gak kalau Elin dan boss berpacaran?"
"Iya. Tadi pagi boss sendiri yang mengatakannya. Saya sangat kaget mendengarnya. Pasti si boss di goda tuh sama Elin"
"Masa sih. Elin kelihatannya baik kok, cantik dan pintar lagi"
"Pasti ada udang di balik batu"
"Tau dari mana?"
"Tadi saya lihat dia keluar dari cafe saat jam istirahat makan siang bersama laki-laki kaya pakai mobil mewah. Pasti dia korbannya Elin juga tuh. Diakan hanya ngincar laki-laki kaya, yang banyak duitnya"
"Tadi juga saya lihat Elin dan laki-laki itu berpegangan tangan saat keluar dari cafe"
"Tuh kan benar. Dasar wanita penggoda emang"
Elin yang mendengar percakapan mereka merasa sangat kesal sekaligus sedih, ingin rasanya Elin menanyakan langsung ke mereka atas dasar apa mereka mengatakan dirinya sebagai wanita penggoda tanpa tau kebenarannya. Tapi Elin juga tidak ingin membuat keributan di cafe untuk kedua kalinya,apalagi saat ini cafe sedang ramai pengunjung.
Saat Elin hendak berdiri untuk menunjukkan keberadaannya terhadap mereka, tiba-tiba Emi muncul dari arah dapur.
"Siapa yang kalian bilang wanita penggoda?" Ujar Emi ketus
"Emi" ujar mereka kaget melihat keberadaan Emi.
Para karyawan tau Emi teman dekat Elin dan tidak segan-segan membela temannya seperti saat kejadian waktu Rena menyiram kopi panas ke Elin.
"Kenapa? kaget? gak usah bicara macam-macam deh, kalau tidak tau kebenarannnya. Atau mau saya beritahu boss? biar sekalian di pecat aja. Yang kerja itu tangan bukan mulut. Mengerti?" jelas Emi dengan kesal.
mendengar kata pecat membuat mereka menjadi ketakutan, mengingat yang mereka bicarakan adalah Elin, pacar boss mereka sekarang. Mereka lalu pergi meninggalkan Emi. Dan saat melewati Elin mereka sangat kaget dan ketakutan melihat keberadaan Elin.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih