Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
EPILOG



1 minggu sebelumnya.


Cafe Sun


"Lin lihat deh undangannya udah jadi, lucu banget" ujar Nitha sembari memberikan Elin undangan pernikahannya.


Elin tersenyum melihatnya. "Akhirnya salah satu di antara kita nikah juga" ujar Elin senang.


"Iya. Seandainya aja mama bisa melihat saya nikah nanti, pasti dia akan senang banget" ujar Nitha merasa sedih mengingat Indri.


Elin yang ikut merasa sedih langsung memeluk Nitha. "Kamu jangan sedih dong. Saya yakin kok tante Indri pasti melihat kamu dari atas sana"


Nitha hanya mengangguk "Oh iya gimana dengan pelaku tabrak lari itu?" tanya Nitha melepaskan pelukan Elin.


"Dia sudah tertangkap setelah 3 tahun menjadi buronan. Menurut pengakuan Tyo, dia melakukannya karena sakit hati. Katanya semenjak saya meninggalkannya dulu karirnya mulai hancur di tambah lagi kak El yang memecatnya membuatnya fruatasi" jelas Elin.


"parah banget tuh orang"


"Emang. saya sangat menyesal pernah mencintainya dulu"


"yang penting sekarangkan udah ada Yuan. Bay the way katanya Yuan akan pindah yah ke kota M?"


"Iya. 2 minggu lagi dia akan berangkat. Kak El memindahkannya di kota M untuk menggantikan posisi temannya sebagai direktur"


"Bagus dong berarti bisa ketemuan setiap hari"


"Hai sayang" sapa Vino yang baru saja tiba di cafe Sun.


"Ohh jadi gini yah sekarang yang di sapa hanya calon istrinya saja, sahabatnya tidak di sapa"


"Di sapa dong, hai Elin" ujar Vino yang kini duduk di samping Nitha.


"Udah basi" ujar Elin ketus.


Yuan yang baru saja datang menghampiri mereka bertiga.


"Hai calon mempelai, hai honey" sapa Yuan lalu mencium mesra dahi Elin yang sudah menjadi kebiasaannya ketika melihat Elin.


"Kamu telat" keluh Elin.


"Sorry saya baru aja selesai meeting langsung buru-buru ke sini" ujar Yuan sambil melepas jasnya.


"Maklumin aja. Diakan sekarang sudah menjadi orang super sibuk Lin. Hati-hati aja nanti kamu bisa di lupain karena kerjaannya" ledek vino


"Sembarangan aja kalau ngomong. She is number one in my life" tegas Yuan.


Vino dan Nitha yang mendengarnya merasa lucu membuat mereka tertawa.


"Makan yuk, udah laper nih" ujar Nitha


Mereka berempat hendak keluar dari cafe, namun mereka melihat Gino yang terus mengganggu Emi kerja


"Apa-apaan sih ganggu aja dari tadi" ujar Emi ketus.


"Kenapa gak jadian aja sih?" canda Elin.


"makan siang bareng yuk, di warung nasi prasmanan dekat cafe" ajak Vino kepada Emi dan Gino.


Mereka berenam berjalan kaki menuju ke warung langganan mereka.


***


Kini cafe Sun di kelolah oleh Nitha, dia yang mengurus segalanya dan membuat laporan keuangan cafe lalu menyerahkannya kepada Yuan. Vino sebenarnya ingin membeli Cafe Sun dari Yuan tapi Yuan tidak ingin menjualnya karena menurut Yuan di cafe Sun banyak kenangannya bersama Elin.


Sementara Vino lebih fokus pada club malamnya yang kini telah bertambah banyak di berbagai kota di Indonesia. Sebenarnya Vino ingin agar Nitha berhenti bekerja dan fokus pada urusan rumah tangga mereka namun Nitha tidak ingin hanya menjadi ibu rumah tangga.


Setelah Yuan dan Elin menikah, mereka memutuskan menetap dan tinggal di kota M. Yuan sibuk mengurus perusahaannya dan Elin menjadi ibu rumah tangga sesuai dengan permintaan Yuan tapi dia juga biasa membantu pekerjaan Yuan dari rumah. Elin selalu menemui Bi Ina untuk mengajarkannya memasak.


5 Tahun kemudian.


Yuan dan Elin telah di karunia seorang gadis mungil yang sangat cantik bernama Yulin yang kini telah berusia 3 tahun. Begitupun dengan Nitha dan Vino yang telah memiliki seorang putra yang sangat tampan bernama Nino yang kini berusia 4 tahun.


******************* Selesai ********************


.


.


.


.


.


Thank you readers yang telah setia membacanya hingga akhir. Mohon dukung Author terus yah ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‰


Author ada karya baru judulnya BETWEEN REAL OR FAKE. Menceritakan tentang kisah dari Mikael dan perjuangan seorang wanita. Siapa tau suka.