
Keesokannya Elin menuju ke cafe seperti biasa.
Setibanya Elin menuju ke ruangannya dan mengambil daftar persediaan bahan-bahan makanan dan minuman yang telah dipesan sebelumnya.
Hari ini Elin kerepotan mengecek satu persatu bahan-bahan makanan dan minuman yang baru saja tiba pagi tadi.
Dari dalam gudang Elin mendengar suara seorang yang batuk. Dia melihat kearah pintu gudang dan melihat Yuan yang lewat sambil batuk dan melap hidungnya dengan tisu.
"Kutub es sakit?" ujar Elin dalam hati
Elin melanjutkan kerjanya. Setelah selesai dia menuju ke lantai dua dan menyelesaikan laporannya.
Tok tok tok
Setelah di persilahkan Elin membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan Yuan.
"Pak ini laporan pengeluaran dan persediaan bahan-bahan makanan dan minuman cafe" ujar Elin lalu menyerahkan laporannya.
"Simpan aja di atas meja" ujar Yuan dengan suara yang telah berubah.
"Pak Yuan sakit?" tanya Elin yang melihat hidung bossnya yang sedikit merah serta suara bossnya yang telah berubah karena flu.
"cuman batuk flu aja" jawab Yuan.
"Hidung pak Yuan udah agak kemerahan, suaranya juga udah berubah. Udah minum obat belum?" tanya Elin khawatir
"Belum sempat minum obat, tadi terlambat bangun soalnya" jawab Yuan lalu batuk
Elin lalu keluar dari ruangan Yuan tanpa pamit.
"Mau kemana dia?" ujar Yuan dalam hati
Pintu ruangan Yuan kembali terbuka.
Elin kembali sambil membawa makanan dan segelas air serta obat lalu menuju ke sofa.
"Makanlah pak, tadi saya minta tolong chef cafe membuatnya" ujar Elin sambil manaruh makanan dan minuman yang di bawahnya di atas meja.
Yuan pun mengikuti Elin dan duduk di sampingnya. Dia mengambil makanan yang di bawa Elin lalu memakannya.
"Pak Yuan habiskan makanannya setelah itu minum obatnya" ujar Elin lalu beranjak dari sofa.
"Kamu mau kemana? kembali duduk" ujar Yuan
"Masi ada perkerjaan yang harus saya kerjakan pak" jawab Elin.
"Duduk atau saya tidak akan memakan makanan yang kamu bawa" Ancam Yuan.
"Kayak anak kecil aja pake ngancem" ujar Elin lalu menuruti keinginan Yuan.
Setelah Yuan selesai makan dan minum obat, Elin pun membereskan peralatan makan yang di pake Yuan tadi lalu meninggalkan ruangan Yuan.
***
Selesai dengan pekerjaannya Elin turun ke lantai satu.
"Makan siang yuk" ajak Emi yang melihat Elin turun lantai dua.
Mereka berempat menuju ke warung dekat cafe. setibanya mereka mengambil lauk yang mereka inginkan lalu duduk di meja yang kosong.
"Sepertinya boss sedang sakit" ujar Gino
"Iya. Tadi pagi saat tiba di cafe saya melihatnya batuk-batuk" tambah Emi
"Kalau Boss lagi sakit gitu, biasanya dia akan diam saja di dalam ruangannya. Jadinya kita tidak perlu khawatir kalau-kalau boss tiba-tiba muncul saat kita kerja" jelas Gino yang senang melihat Bossnya sakit.
"Bener. Udah kek jam kantor aja datang pagi pulang sore. Gak kek dulu dalam 3 hari cuman datang sehari, itupun datang siang pulang sore" ujar Gino
Vino hanya bisa merespon pembicaraan Gino dan Emi dengan senyuman.
"Emang pak Yuan separah itu yah?" tanya Elin penasaran.
"Iya. Buat kita yang kerja jadi gak tenang aja." ujar Emi
"Ngomongnya kok gitu. Malah bagus dong pak Yuan sering ke cafe jadinya kan dia bisa kelihat sendiri situasi cafe" ujar Elin sedikit kesal.
"tunggu, kok kamu keknya kesel gitu?" tanya Emi yang memperhatikan Elin
"bukan kesel" sangkal Elin. "Tapi kan emang bagus kalau pak Yuan sering datang ke cafe" ujar Elin yang berusaha menahan kekesalannya.
"udah makan aja, kenapa jadi bahas boss sih" ujar Vino
Selesai makan mereka kembali ke cafe.
Elin kembali keruangannya dan mengerjakan pekerjaannya.
Saat jam pulang cafe Elin hendak ke ruangan Yuan untuk mengecek kondisi Yuan tapi Yuan sudah tidak ada di ruangannya.
Mungkin dia sudah pulang. pikir Elin.
Dia lalu ke lantai satu dan memesan ojol.
Sesampainya di apertemen Elin menyapa kakaknya dan juga Brian lalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Selesai makan malam Elin kembali ke kamarnya
Elin terus memikirkan kondisi Yuan dan dia memutuskan untuk men-chat WA Yuan.
๐ฌ to : Kutub Es
Selamat malam pak.
Bagaimana kondisi pak Yuan? Obatnya sudah di minum?
Namun, tidak ada balasan dari Yuan.
"Kok cuman di baca doang, gak di balas lagi" ujar Elin dalam hati.
"Udah ah bodo amat, mendingan tidur aja" ujar Elin lalu melempar hpnya ke tempat tidur.
.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih