
"waah apertemen ini rapi banget beda dengan apertemem kak Amor yang berantakan karena mainan Brian" ujar Elin.
"hehehe... saya memang menyukai kerapian, sumpek aja kalau berantakan" jelas Vino
"pantesan aja pakaian kamu ke cafe selalu rapi. Beruntung banget Nitha yang mendapatkan kamu nanti" Ledek Elin.
Vino langsung merasa malu dan salah tingkah dengan kalimat terakhir Elin.
Vino mengambil tas Elin yang dia simpan di atas meja makan.
"nih tas kamu, pulang gih, kalau kamu kelamaan disini bisa-bisa saya mati karena salah tingkah"
Tawa Elin meledak mendengar ucapan Vino.
"Jadi ceritanya saya di usir nih, jahat banget" canda Elin. Dia menuju ke pintu keluar apertemen Vino.
" bay the way thank you yah" ujar Elin lalu berpamitan kepada Vino.
Keesokannya
Setelah Elin pulang kerja dari cafe.
Untungnya hari ini hari sabtu jadi bisa pulang lebih awal. pikir Elin.
Sesampainya di apertemen Elin langsung masuk ke kamarnya setelah menyapa kakaknya dan Brian. Elin mandi lalu dia menyibukkan dirinya dengan memilih gaun yang akan dipakainya ke pertunangan teman Yuan.
Cukup lama Elin memilih gaun untuk dipakai ke pesta pertunangan tapi tidak ada yang pantas untuk di pakainya ke pesta. Elin tidak membawa gaun-gaun pesta ketika dia berangkat ke Ibu Kota.
Kak Amor. Pikir Elin
Dia keluar dari kamarnya dan menemui Amor yang sedang bermain dengan Brian.
"kak punya gaun gak buat ke pesta pertunangan?" tanya Elin
"Ada di lemari, kamu mau ke pesta pertunangan siapa?"
"ke pesta pertunangan temen Yuan, pemilik cafe" jawab Elin
Amor menuju ke kamarnya yang di ikuti oleh Elin.
Ukuran badan mereka hampir sama yang membedakan hanya tinggi badan Elin yang lebih tinggi 3cm dari kakaknya
di kamar Amor
Amor membuka 1 lemari yang isinya full dengan gaun pesta, Amor memang cukup sering pergi ke acara pesta klien suaminya karena dia adalah istri dari seorang pemilik salah satu perusahaan asuransi terkenal di Ibu Kota.
Elin memilih gaun pesta yang dibantu oleh Amor dan pilihan Amor jatuh kepada gaun merah miliknya.
"gaun ini sepertinya cocok untuk mu lin, kamu coba gih" ujar Amor sambil mengangkat gaun pilihannnya agar dilihat Elin.
"Gimana kak, bagus nggak?" tanya Elin
"cantik. Cocok banget di badan kamu" jawab Amor yang bangga terhadap pilihannya untuk Elin
Model gaun yang di pilih Amor adalah sabrina kemben yang membungkus badan Elin hingga diatas lutut. Gaun tersebut juga menonjolkan garis pinggang serta figur S-Line yang dimiliki Elin
"kak boleh minta tolong gak? make up-in dong" pinta Elin
"Ok" jawab Amor setuju
"thank you kak" ujar Elin senang. Dia memang belum begitu tau make up untuk ke pesta.
2 jam kemudian, Elin sudah siap. Rambut panjang Elin di tata dengan gaya rambut diikat sebagian. Amor juga tidak lupa menambahkan aksesoris berupa anting bermodel drop earrings dan sepatu bermodel statement heels berwarna hitam senada dengan handbag pesta yang di gunakan Elin untuk menyempurnakan penampilannya.
Elin keluar dari kamar Amor dan mendatangi Brian
"Brian tante lin cantik gak?" tanya Elin
"cantik" jawab Brian menatap tantenya.
Hp yang di tangan Elin berbunyi, dia melihat kelayar hpnya ternyata telepon dari Yuan.
"Saya ada di parkiran apertemen kamu" ujar Yuan datar.
"tunggu sebentar yah pak" jawab Elin.
sambungan telepon berakhir.
Elin berpamitan kepada kakaknya dan juga Brian.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih