Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #45



Selesai makan Elin lalu berniat membereskan bungkusan sisa makanan mereka tapi di tahan oleh Yuan.


"biarkan saja nanti saya akan menyuruh seseorang membereskannya"


"Terimakasih pak buat makanannya" ujar Elin lalu berpamitan kepada Yuan.


Elin lalu ke ruangannya untuk mengerjakan sisa pekerjaannya.


Setelah selesai dia turun ke lantai satu untuk mencari Emi. Dia melihat Emi yang sedang nganggur di dekat pantry cafe.


"lagi gak ada kerjaan?" tanya Elin


"baru aja kelar" jawab Emi. "gomong-gomong gimana rasanya makan berdua aja dengan boss?" tanya Emi sambil bercanda.


"Gimana apanya? biasa aja kok" jawan Elin. "mana foto yang kamu bilang tadi pagi" tagih Elin


Emi lalu mengambil hpnya. "ini" ujarnya sambil memperlihatkan foto tersebut.


Elin sangat kaget melihat foto tersebut.


"lihatkan, di foto itu kamu sedang melihat kearah Boss. Sepertinya kamu suka yah sama boss? sampai-sampai ekspresinya serius banget perhatiin ketampanan boss" ledek Emi.


"Sembarangan aja kamu kalau ngomong" ujar Elin. Dia mengingat kejadian di foto itu, Yuan tiba-tiba memegang telapak tangannya spontan dia melihat ke arah Yuan karena kaget. Tapi tidak mungkin Elin menceritakannya kepada Emi, bisa-bisa tambah di ledekin. pikir Elin.


"Bisa kirimin saya semua foto-foto liburan?" tanya Elin


"Bisa. Kamu ini alasannya aja mau minta foto-foto liburan, jujur aja gomong kalau mau lihat foto-foto kamu dan Boss" ledek Emi.


"Kamu ini, bisa gak berhenti ledekin saya dan boss" ujar Elin kesal. "Bay the way, foto yang ini kamu jangan berikan atau perlihatkan ke yang lain yah, please" ujar Elin


"iya tenang aja, saya tadi cuman perlihatkan ke Gino dan Vino aja kok" ujar Emi.


"Kalau sama mereka ga papa sih" ujar Elin


"lusa nanti kamu mau kemana?" tanya Emi.


"kerjalah mau ngapain lagi?"


"Hello Angelin, kamu mau kerja sama siapa?"


"Maksudnya?" tanya Elin heran.


"Lusa itu kita libur nasional" jawab Emi yang menekan kata nasional


"saya gak lihat kalender sih jadi ga tau. Saya mungkin pergi belanja keperluan saya di supermarket. Kalau kamu?"


"masih belum tau" jawab Emi.


Hp di tangan Elin berbunyi, dia lalu melihat ke layar Hpnya. Ternyata telepon dari Mikael.


Sebelum mengangkatnya Elin berpamitan kepada Emi dan naik ke lantai dua.


"Halo kak El"


"Halo Lin. Kamu lagi ngapain?"


"lagi nyantai aja kak. Kenapa kak?"


"memangnya kalau saya telepon kamu mesti ada sesuatu gitu" canda Mikael.


Elin tersenyum lalu duduk di kursi panjang depan ruang karyawan. "Gak mesti sih"


"Gimana liburan kamu kemarin sama karyawan cafe Sun?" tanya Mikael


"menyenangkan. Kak El ternyata kami tinggal di resort milik PT Winjaya Develoment loh kak" ujar Elin semangat.


"Iya kak, Kami bersenang-bersenang di sana. Pak Yuan juga ikut loh kak"


"Tumben tu anak mau ikut liburan. Biasanya dia paling malas kalau di ajak"


Di tempat lain, Yuan yang melihat Elin tersenyum berusaha mencari tau dengan siapa Elin menelpon.


"benarkah?" ujar Elin yang sedikt tidak yakin. "kak El memangnya lagi tidak sibuk?" tanya Elin


"Gak kok. Saya baru selesai meeting. Nanti kalau saya sudah kembali ke Ibu Kota kita pergi jalan yuk"


"mau jalan kemana kak?"


Yuan yang mendengarnya dari balik pintu langsung keluar menghampiri Elin.


"Ini waktunya kerja bukan telponan" ujar Yuan ketus


"kak El nanti kita lanjutin lagi yah. Bye kak" ujar Elin senyum.


Sambungan telepon terputus.


"Maaf pak Yuan" ujar Elin lalu meninggalkan Yuan dan masuk keruangannya.


"Apa-apaan sikapnya itu, dia pasti kesal tuh karena saya ganggu kesenangan dia telponan dengan kak Mika" ujar Yuan dalam hati lalu masuk keruangannya dengan kesal.


***


"Kak saya ke supermarket dulu yah" pamit Elin lalu menuju ke lantai 1 untuk memesan ojol.


Kali ini Elin pergi tanpa Brian karena Brian masih belum bangun.


Sesampainya di supermarket Elin mengambil troli dan langsung memilih barang-barang yang di butuhkannya.


"Elin" panggil seseorang


Tapi Elin tidak mendengarnya dan masih fokus memilih barang-barang yang diinginkannya.


"Elin" panggil orang itu lagi dengan suara lebih keras.


Elin lalu berbalik ke sumber suara.


"Kak Tyo" ujar Elin kaget melihat Tyo yang kini sedang melangkah mendekatinya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih