
Keesokannya Elin menuju ke cafe seperti biasa dan dia tidak bertemu dengan Vino.
Saat masuk ke dalam cafe dia sudah dihadang oleh Emi dan Gino.
"Selamat pagi lin" sapa Emi dan Gino bergantian
"Selamat pagi, kalian kenapa?" balas Elin
"Kemarin kamu kemana bersama Boss?" tanya Emi
"makan siang" jawab Elin singkat
"Apa?" teriak Emi dan Gino bersamaan.
"Kalau orang jodoh emang kompak yah" Ledek Elin
"Amit amit" ujar Gino yang tidak ingin jodohnya dengan Emi
"kamu pikir saya mau" ujar Emi kesal.
"kembali ke laptop. Kemarin kalian makan siang cuman berdua?" ujar Gino
"iya" jawab Elin heran dengan pertanyaan Gino
"ini berita besar berita besaaar" ujar Emi yang heboh sendiri.
"terus saat kalian makan terjadi apa?" tanya Gino kepo
"maksudnya apa sih? tidak terjadi apa-apa, setelah makan yah kami pulang" jawab Elin.
Elin tidak menceritakan mereka kejadian sebenarnya kalau Yuan membersihkan sisa saus di bibirnya karena dia takut akan menjadi bahan gosip karyawan dan membuat mereka lebih heboh lagi.
"terus terus terus?" tanya Gino antusias
"terus tabrak tembok" jawab Elin asal. Elin mulai kesal.
Gino dan Emi yang melihat Yuan yang berjalan menuju cafe membuat mereka kaget dan langsung pergi meninggal Elin.
Elin yang melihat tingkah 2 temannya itu merasa heran
"kalian kenapa sih? seperti melihat hantu" ujar Elin sedikit teriak.
"Ada apa?" tanya Yuan yang kini berada di belakang Elin.
Elin sontak berbalik dan langsung menabrak dada bidang Yuan.
"auhhhh" teriak Elin yang merasa sakit, dia merasa kepalanya terbentur dengan benda keras di dada Yuan
"salah kamu, siapa suruh tiba-tiba berbalik" ujar Yuan dingin dan meninggalkan Elin yang kesakitan menuju keruangannya
"dasar kutub es" maki Elin dalam hati sambil memegang kepalanya.
Para karyawan yang berada di sekitar mereka hanya terdiam melihat kejadian itu, mereka takut bersuara.
Elin segera pergi ke ruangannya dengan tatapan para karyawan yang terus melihatnya.
Saat di ruangannya Elin melanjutkan pekerjaannya.
Brakkk
Suara pintu terbuka.
"hari ini kamu terlambat datang" ujar Elin tanpa melihat ke arah Vino.
"saya terlambat bangun" ujar Vino dengan suara ngos-ngosan.
"kamu habis lari maraton?" tanya Elin yang kini mengalihkan pandnagannya ke Vino
"mobil saya terparkir jauh jadi saya harus berlari menuju cafe dan tadi Gino nge-WA katanya boss sudah datang" jelas Vino yang sudah mengatur napasnya.
"minum dulu gih" Elin memberikan Vino segelas air yang sudah dia ambil dari dispenser di ruangannya.
"oh iya, kemarin kamu dan boss pergi kemana?" tanya Vino
"tumben amat tuh boss ajak kamu makan siang" ujar Vino heran.
"entahlah. Mungkin kemarin dia kerasukan hantu baik kali" ujar Elin asal
Vino yang mendengar ucapan Elin yang asal merasa lucu dan tersenyum.
"kamu ini ada-ada aja" ujar Vino lalu dia berpamitan kepada Elin menuju ke lantai 1.
Jam istirahat.
Yuan yang melihat Elin keluar dari ruangannya langsung membuka pintu.
"mau pergi kemana kamu?" tanya Yuan tiba-tiba.
Elin sontak berbalik menghadap Yuan.
"saya mau pergi makan siang pak"
"dengan siapa?"
"dengan Vino, Emi dan Gino. Bapak mau ikut sekalian makan siang dengan kami?" ujar Elin yang menyesal dengan kalimat terakhirnya, karena jika Yuan sampai ikut maka para karyawan akan semakin heboh menggosipi dirinya dan Yuan. pikir Elin
Elin mulai panik menunggu jawaban Yuan.
Mengetahui Elin makan siang tidak hanya dengan vino berdua membuat Yuan merasa sedikit legah. Yuan ingin ikut bersama Elin tapi dia hanya ingin makan siang berdua saja dengan Elin.
"tidak bisakah kamu makan siang denganku saja?" ujar Yuan dalam hatinya
"pergilah saya tidak ingin ikut" ujar Yuan dingin dan kembali ke dalam ruangannya
Elin yang mendengarnya merasa legah.
Dia turun ke lantai 1.
"lama banget sih"protes Emi
"Sorry sorry" ujar Elin merasa bersalah dengan teman-temannya yang sudah menunggunya lama.
Mereka berempat keluar dari cafe dan menuju ke warung langganan mereka. Selesai pesan makanan mereka menuju ke meja kosong
"lin kamu dan boss punya hubungan apa?" tanya Emi spontan.
Elin yang mendengarnya langsung tersedak.
"hati-hati makannya" ujar Vino. Vino yang duduk di samping Elin langsung menepuk pundak Elin pelan dan memberikannya segelas air.
Setelah merasa baikan.
"saya dan Boss tidak punya hubungan apa-apa. Dengar yah saya dan boss hanya hubungan antara boss dan karyawan tidak lebih. Kemarin kami hanya makan siang saja." jelas Elin yang merasa risih terus menerus ditanya-tanya ditambahk lagi tatapan karyawan lain terhadapnya " mungkin boss kemarin merasa kasihan dengan saya yang tidak makan siang karena tugas yang dia berikan " tebak Elin.
Gino dan Emi mengangguk mendengar penjelasan Elin seakan mereka percaya yang Elin ucapkan. Sementara Vino hanya mendengar penjelasan Elin saja tanpa respon.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih