Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #9



Para karyawan sudah mulai berdatangan. Nitha mengumpulkan mereka di ruang karyawan untuk memperkenalkan Elin.


"Teman-teman seperti yang kalian ketahui kalau mama saya sedang sakit dan saya berencana akan membawa mama saya operasi ke Jepang. Oleh karena itu, untuk sementara saya akan di gantikan Elin. saya harap kalian bisa membantu Elin dan bekerja sama dengan baik" ujar Nitha di depan para karyawan.


Para karyawan memasang tampang sedih mendengar penjelasan Nitha. Tapi mereka juga harus mengerti keadaan Nitha sekarang.


Vino yang datangnya belakangan melihat kerumunan.


"ada apa ini? morning briefing?" ujar Vino sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar.


"bukan. saya mau kenalin manajer sementara selama saya pergi" jelas Nitha kepada Vino


"yang lainnya boleh kembali bersiap kerja" lanjut Nitha.


Para karyawan pergi dan tinggal mereka bertiga.


"halo saya Angelin, panggil aja Elin" sapa Elin sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Vino yang melihatnya langsung menjabat tangan Elin "Vino, supervisor" ujar Vino memperkenalkan diri.


"oh iya masih ada Erik, dia juga supervisor di sini. kami biasa bergantian shift kerja. Kebetulan dia hari ini shift sore. Tapi kebanyakan saya si yang shift pagi" lanjut Vino.


"Lin kamu juga harus waspada sama dia yah, hati-hati termakan gombalannya" ujar Nitha mengejek Vino.


"apa-apaan sih tha, bikin malu aja" ujar Vino sedikit malu.


Elin yang mendengarnya tersenyum.


Nitha telah menceritakan kepada Vino mengenai keputusannya ke Jepang untuk menemani mamanya operasi. Vino sebenarnya kurang setuju dengan keputusan Nitha tapi dia juga tidak mempunyai hak dan alasan untuk melarang Nitha.


***


3 hari kemudian Nitha berpamitan kepada teman-teman kerjanya dan juga Elin.


Setelah berpamitan dia berangkat ke bandara menuju Jepang bersama Indri yang telah menunggunya di bandara dengan 2 suster yang menjaga Indri sampai ke Jepang.


***


Seperti biasa Elin berpamitan kepada Amor sedangkan Brian sudah berangkat ke sekolah di antar papanya.


Elin naik ojol menuju cafe.


Setibanya di cafe Elin langsung ke ruangannya mengambil daftar belanjaan bahan-bahan makanan dan minuman.


Yuan telah yang berada di ruangannya lebih dulu, melihat Elin masuk ke ruangannya lalu kembali turun ke lantai 1.


Sudah 1 minggu Elin bekerja di cafe sejak Nitha berangkat dan selama itu juga Yuan selalu memperhatikan Elin, dia sangat penasaran dengan Elin, karena setiap kali dia melihat Elin dia merasa pernah melihat Elin tapi Yuan tidak tau di mana dan kapan itu. Dan ketika Yuan memaksa mengingatnya sakit kepala Yuan kambuh.


Hari ini Elin mengecek bahan makanan dan minuman yang baru datang ke cafe berdasarkan daftar yang telah dia buat. Vino yang melihat Elin kerepotan menawarkan diri untuk membantu.


Yuan yang melihat mereka berdua, melarang Vino untuk membantu Elin.


"tapi pak, Elin sedang kerepotan mengecek semua bahan-bahan makanan dan minuman yang baru saja datang" ujar Vino yang ingin membantu Elin.


Vino menuruti perkataan Yuan dan meminta maaf kepada Elin karena tidak bisa membantunya.


Yuan pergi menuju keruangannya meninggalkan Elin yang kerepotan.


"Yah Tuhan kok ada yah manusia seperti gitu" batin Elin.


Cukup lama Elin mengecek satu persatu bahan-bahan makanan dan minuman yang baru masuk ke gudang.


Selesai mengecek semua bahan-bahan makanan dan minuman, Elin menuju ke ruangannya yang sebenarnya adalah ruangan Nitha untuk membuat laporan pengeluaran belanja bahan-bahan makanan dan minuman yang sudah dia cek dan juga laporan penjualan cafe.


Untung saat menjadi sekretaris GM Elin pernah mempelajari laporan pengeluaran perusahaan dan laporan penjualan ditambah ada contoh laporan bulan lalu. Jadi dia tidak banyak mengalami kesulitan membuat laporan-laporan cafe.


"Selesai" ucap Elin pada dirinya sendiri sambil bersandar ke sandaran kursi kantornya yang cukup empuk.


Elin menuju keruangan Yuan untuk menyerahkan laporan yang dibuatnya.


tok tok tok


"masuk" ucap Yuan dari dalam ruangan.


"saya ingin menyerahkan hasil laporan pengeluaran belanja yang tadi pak dan laporan penjualan kemarin" ujar Elin sambil memegang laporannya.


Yuan tidak merespon Elin dan hanya fokus pada permainan mesin game balap mobilnya.


"pak" panggil Elin sekali lagi.


"yaaahhh kalah kan" teriak Yuan kesal dan melihat ke arah Elin "Simpan aja di atas meja" lanjut Yuan kesal.


Elin menuruti perintah Yuan dan berpamitan kepada Yuan.


"Oh My God. Sabar Lin sabar" batin Elin.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih