Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #10



Elin turun ke lantai 1, dia melihat segala kegiatan di dapur dari ambang pintu, dia tidak ingin masuk ke dapur karena takut mengganggu.


Menu yang akan disajikan diserahkan dulu ke pantry untuk di cek kerapihannya dan nomor meja pesanan menu tersebut lalu diserahkan kepada waitress untuk di antar kepada konsumen.


Elin memang dari kecil senang melihat orang memasak tapi dia di larang oleh orang tuanya dan sedari kecil sudah ada Bi Ina jadi menu apapun yang Elin mau tinggal bilang ke Bi Ina atau beli di luar. Elin hanya tau masak nasi goreng, itu pun yang di ajarkan oleh Nitha saat SMA dulu.


Perut Elin berbunyi, dia merasa lapar dan sekarang memang sudah waktunya makan siang


Vino yang entah dari mana tiba-tiba muncul di belakang Elin dan mendengar suara perut Elin yang berbunyi, Vino tertawa kecil mendengarnya.


Elin yang merasa ada seseorang dibelakangnya langsung berbalik dan mendapati Vino yang sedang tertawa kecil.


Elin merasa malu karena Vino sudah mendengar suara perutnya tadi.


"ekspresi kamu lucu banget sih kek anak SD yang ketahuan nyontek" ujar Vino mengejek "kita pergi makan yuk, saya traktir deh" ajak Vino.


Ternyata Vino orangnya baik juga. Pikir Elin


"saya ikut" ujar Emi dan Gino bersamaan yang datang dari gudang setelah mendengar kata traktir tadi.


"kalian ini kek hantu saja tiba-tiba muncul dari gudang" ujar Vino sedikit kesal. Walaupun sedikit kesal tapi Vino tetap mengajak mereka.


Mereka berempat pergi makan siang di warung nasi prasmanan dekat cafe.


Tidak cukup 3 menit mereka sudah sampai saking dekatnya.


Warung yang mereka datangi sudah tidak asing lagi bagi Elin karena Nitha sering mengajaknya makan siang di warung ini dan pilihan lauknya yang sangat banyak.


Selesai memilih dan mengambil makanan mereka menuju ke meja yang kosong.


"Lin gimana rasanya kerja sama Boss?" tanya Emi di sela makannya.


"cukup menguras kesabaran dan emosi" jawab Elin sedikit kesal mengingat bossnya yang menyebalkan.


"yang kuat yah Lin. Boss emang gitu semuanya harus sem-pur-na" ujar Gino yang menekan kata sempurna yang diucapkan.


"kalian ini senangnya bergosip" ujar Vino bercanda.


"ini bukan gosip. This is fakta. yuh no?" ujar Emi dengan pengucapan kosakata bahasa inggris yang salah dan bibir yang dimonyongkan saat mengucapkan kata "yuh no".


"you know Mi, bukan yuh no" ujar Gino yang mengikuti mulut Emi saat mengucapkan kata " yuh no".


"wat eper lah"


"terserah kamu lah" ujar Gino pasrah.


umur mereka berempat hampir sama jadi mereka saling memanggil nama.


Setelah pertikaian antara Gino dan Emi tidak ada lagi pembicaraan. Selesai makan mereka kembali ke cafe.


Vino , Emi dan Gino kembali ke kerjaan mereka. sedangkan Elin tidak langsung naik ke lantai 2, dia duduk di kursi kosong samping meja mini bar coffe, sambil memperhatikan para karyawan yang bekerja.


Sekitar 30 menit Elin duduk memperhatikan karyawan, dia baru ingat masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan, dia berdiri dan menuju ke tangga. Salah satu karyawan memanggil Elin.


"kak Elin mau ke lantai 2?" tanya Lala yang melihat Elin menuju ke arah tangga.


"iya. Kenapa La?" tanya Elin.


" tadi ada kurir yang mengantar pesanan pak Yuan, bisa minta tolong antarkan ke pak yuan? soalnya saya masih ada kerjaan" ujar Lala.


"iya, sini berikan" Elin mengambil pesanan Yuan dari tangan Elin.


Sebenarnya Elin malas banget ketemu lagi sama Yuan. Tapi dia juga tidak tega dengan Lala yang meminta bantuannya.


"terimakasih kak"


Elin tersenyum kepada Lala dan naik ke lantai 2.


usia Lala memang lebih mudah dari Elin, jadi dia memanggil Elin kakak.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih