Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #7



"Minggu depan? kamu pikir 1 minggu itu waktu yang panjang? saya masih harus mencari pengganti kamu, belum lagi orang itu masih harus beradaptasi, dan belum tentu juga dia cocok bekerja di sini. kamu pikir gampang?" jelas Yuan dengan nada mulai meninggi.


" ta tapi saya sudah memiliki pengganti sementara pak..." ujar Nitha pelan "Jika bapak setuju" lanjutnya.


Yuan hanya mendengar perkataan Nitha tapi tidak meresponnya, entah mulai kapan dia fokus melihat wanita yang sedang tersenyum kepada salah satu karyawannya dari balik jendela besar yang ada diruangannya.


"siapa wanita itu? wajah dan senyumannya... " batin Yuan


Yuan membuat segaris senyum kecil di bibirnya, sangat kecil. Hampir tampak tidak terlihat.


Karena tidak ada respon dari Bossnya Nitha yang sedari tadi tunduk mengangkat kepalanya.


Dia mengikuti arah pandang Bossnya dan memberitahukan bahwa wanita itu adalah Elin, sahabat sekaligus saudara baginya dan yang akan menjadi penggantinya.


"suruh dia masuk" ujar Yuan setelah mendengar penjelasan Nitha, dia langsung pergi memanggil Elin.


Ketika Elin masuk dia langsung melihat meja kerja Yuan dan rak buku besar yang berisikan full buku-buku tebal setebal kamus dan berkas-berkas yang tertata rapi.


Di dalam ruangan juga terdapat mesin pembuat kopi, sofa, meja dan Tv 32 inch seperti ruang TV jika di rumah dan meja billiard serta 2 mesin game mobil balap yang di tata dengan rapi. Ini ruang kerja atau mini Timezone? pikir Elin.


"Hmm" suara Yuan menyadarkannya kembali.


"Selamat pagi pak" ujar Elin


"Selamat pagi" Balas Yuan yang sedari tadi memperhatikan Elin.


"Saya Angelin Santoso" ujar Elin.


"Kamu pernah kerja di mana sebelumnya dan berapa lama?" tanya Yuan.


"saya kerja di PT. Winjaya Development Tbk di kota M sebagai sekretaris GM selama 1 tahun 5 bulan" jawab Elin.


"kamu di keluarkan atau kamu resign?" tanya Yuan heran.


"saya resign pak" jawab Elin.


"resign?" batin Yuan.


Ratusan orang setiap tahunnya ingin bekerja di PT. Winjaya Development Tbk karena gajinya yang tinggi. Tapi berbeda dengan wanita ini yang memilih untuk resign. pikir Yuan


"kamu mulai bekerja besok" ujar Yuan


"Terimakasih pak" ujar Elin.


Nitha yang mendengarnya terkejut sekaligus heran karena Bossnya tidak segampang itu menerima karyawan baru.


"dan kamu Nitha, harus mengajarkan Elin mulai dari dasar. Saya tidak mau ada kesalahan ketika dia bekerja nanti. Kamu mengerti?" perintah Yuan.


"Baik pak" ujar Nitha.


Setelah pamit undur diri, mereka lalu keluar dari ruangan Yuan. Sebelum kelantai 1 Nitha menyempatkan ke ruangannya mengambil beberapa berkas untuk di pelajari Elin.


Nitha dan Elin kembali ke rumah sakit menggunakan taksi.


Mereka turun di parkiran rumah sakit.


"tha kita makan di kantin rumah sakit aja yah" ujar Elin.


Mereka memasuki kantin rumah sakit.


Sambil menunggu pesanan datang Nitha memberitahu Elin bahwa Bossnya sangat di siplin, Bossnya tidak akan segan memberikan sanksi bahkan memecat karyawan yang melakukan kesalahan, untungnya Nitha belum pernah mendapatkannya.


Nitha juga memberikan setumpuk berkas laporan operasional cafe yang di bawanya dari cafe kepada Elin untuk di pelajari.


Selesai makan mereka keruang rawat.


Suster memberithukan bahwa Indri sudah sadar.


Mereka bergegas ke ruang rawat Indri. Nitha sangat senang melihat mamanya yang sudah membuka matanya begitupun dengan Elin.


"mama sudah sadar?" ujar Nitha dan menhampiri Indir lalu memeluk mamanya


Indri membalasnya dengan anggukan dan senyuman.


"ma ini Elin, dia yang telah membantu kita" ujar Nitha


"Terimakasih nak Elin. Kamu memang anak yang baik. Dari dulu kamu selalu membantu Nitha. Entah bagaimana tante dan Nitha membalas kebaikanmu nak" ujar Indri dengan nada lembut.


"sama-sama tante. Tante salah, justru Nitha lah yang banyak membantu saya" ujar Elin "Tante ga usah memikirkan hal-hal lain. Yang terpenting sekarang tante harus sembuh. Buat senyum indah di bibir Nitha kembali lagi" lanjutnya lalu tersenyum.


Nitha mencubit pipi Elin gemas "kamu kesambet apa hari ini?"


"kesambet biksu Tong" sambil menyatukan kedua tangannya dan mengarahkan ke dadanya khas gaya Biksu Tong dalam film kera sakti.


Nitha dan Indri yang melihat gaya Elin langsung tertawa yang di ikuti tawa Elin.


"Tan ini udah sore saya pamit pulang dulu yah, tante istirahat yah" Elin mencium punggung tangan Indri.


Nitha mengantar Elin sampai depan pintu kamar. Nitha ingin mengantarnya sampai parkiran tapi Elin menolaknya.


Elin sebenarnya masih ingin bersama mereka tapi dia juga tidak ingin mengganggu waktu Nitha dan mamanya karena pasti mereka ingin memiliki waktu berdua setelah apa yang terjadi kemarin.


Elin juga harus mempelajari semua berkas yang di berikan Nitha kepadanya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah.


Terimakasih