Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #17



Besok malam temani saya ke pesta pertunangan Ray. Saya jemput kamu jam 8 malam" ujar Yuan datar.


Dia menuju ke sofa dan membaringkan dirinya di atas sofa panjang empuk miliknya lalu menutup matanya, dia tidak ingin di ganggu. Menu makanan yang di ambilnya tadi dari Elin hanya di taruhnya di atas meja.


Ray adalah kakak kandung Rena dan juga sahabat Yuan. Dia dan Ray sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.


Belum selesai dengan kebingungan Elin tadi sekarang di tambah lagi dengan ajakan Yuan untuk menemaninya ke pesta pertunangan Ray.


"Memangnya dia tidak punya teman untuk menemaninya? kenapa harus saya yang dia ajak? Sebenarnya bukan ajakan lebih kepada perintah "ujar Elin dalam hati


Elin yang melihat Yuan berbaring sambil menutup matanya pamit undur diri pada Yuan walaupun dia tahu tidak akan ada respon dari Yuan.


Elin menuju ke lantai 1, dia duduk du kursi kosong samping meja mini bar coffe. Awalnya dia ingin memperhatikan para karyawan yang bekerja tapi bukannya memperhatikan Elin malah memikirkan kejadian di ruangan bossnya tadi.


"Si kutub es kenapa sih? nyebelin banget. Dan wanita yang tidak punya sopan santun tadi itu siapa? kalau memang pacarnya kutub es tidak mungkin dia memperkenal saya sebagai pacarnya ke wanita itu. Oh My God, terserahlah" batin Elin. Dia menarik napas panjang. Elin sangat bingung dengan Bossnya.


Vino sedari tadi memperhatikan Elin yang melamun.


"kenapa tuh wajah bentuknya jadi tidak beraturan begitu?" canda Vino dan duduk di seberang Elin.


"kamu pikir wajah saya adonan apa bentuknya tidak beraturan" jawab Elin sedikit kesal dengan temannya itu.


Vino ketawa mendengar jawaban Elin.


"kalau ada masalah kamu bisa cerita ke saya. Saya bukan tukang gosip kok jadi rahasia kamu aman atau mungkin saja saya bisa bantu kamu" ujar Vino


"kamu memang bukan tukang gosip tapi tukang gombal" canda Elin lalu tertawa kecil.


"Ini gara Nitha nih saat dia kenalin kamu ke saya dan bilang kalau saya tukang gombal. Jadinya di kepala kamu sudah tertanam kata-kata Vino Si Tukang Gombal" jelas vino


Mereka berdua tertawa bersama.


Di tempat lain, ada sepasang mata tajam yang memperhatikan mereka yang sedang berbicara lalu tertawa.


"sial" umpat pemilik sepasang mata tajam dalam hati.


Elin melihat Yuan menatap tajam ke arahnya, dia berdiri lumayan jauh dari mereka tapi Elin bisa melihatnya dengan jelas. Namun tidak dengan Vino karena posisi Vino yang membelakangi Yuan.


"tatapannya seperti harimau yang ingin memangsa buruannya" batin Elin.


Vino menyadari kalau Elin terus melihat ke arah di belakangnya


"ehm lihatin apaan sih?" tanya Vino.


Pandangan Elin kembali ke Vino


"bukan siapa-siapa kok, tadi ada pelanggan wanita yang terus lihatin kamu" ujar Elin bohong.


"mana mana mana?" ujar Vino semangat lalu membalikkan badannya


Elin melihat Yuan sudah tidak ada di tempatnya berdiri tadi.


"kemana tuh si kutub es?" batin Elin lalu melihat ke sekeliling cafe tapi tidak menemukan keberadaan Yuan.


Hp di tangan Elin berbunyi, dia melihat ke layarnya ternyata telepon dari Yuan.


Belum sempat Elin mengatakan sesuata orang diseberang sudah lebih dulu berbicara


"saya tunggu kamu di parkiran sekarang" ujar Yuan datar lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Elin.


"Dasar kutub es resek" maki Elin dalam hatinya


Elin dengan terpaksa menuruti perintah bossnya, dia menuju ke parkiran cafe, dia mencari mobil Yuan di parkiran cafe tapi tidak menemukannya.


Sebuah mobil sport hitam berhenti di depan Elin. Yuan menurunkan jendela kaca mobilnya.


"masuk" perintah Yuan.


Elin sedikit menunduk agar dapat melihat wajah bossnya.


"Tapi pak ba..."


belum selesai Elin berbicara, Yuan sudah memotong kalimatnya.


"masuuuk. Jangan membantah" Yuan sedikit meniggikan suaranya karena geram lalu dia membuka pintu mobilnya dari dalam untuk Elin.


Elin menuruti perintah bossnya, dia memasang wajah kesal tapi Yuan yang melihatnya tidak memperdulikannya.


Kini mobil sport hitam Yuan sudah melaju ke jalan raya.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih