Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #29



Jam 11.30


Elin masih sibuk dengan pekerjaannya yang belum selesai di ruangannya.


Hp yang berada di sampingnya berbunyi. Elin melihat ke layar hpnya ternyata telepon dari Mikael.


Belum sempat Elin mengucapkan halo Mikael sudah lebih dulu berbicara


"saya sudah ada di cafe Sun, sekarang lagi pesan minuman" ujar Mikael.


Elin melihat jam dinding di ruangannya.


"Kak El datang nya gak kecepatan?" tanya Elin


"Iya kebetulan kerjaan di kantor kelarnya cepat" jawab Mikael


"kalau gitu tunggu bentar yah kak, saya segera ke bawah"


Panggilan telepon terputus.


Elin segera merapikan berkas-berkasnya diatas meja.


Dia turun ke lantai 1 dan mecari keberadaan Mikael.


Mikael yang melihat Elin duluan mengangkat tangannya untuk memberi tahu keberadaannya.


Elin melangkah menuju meja Mikael.


"hai kak El" sapa Elin dan duduk diseberang Mikael


"hai. Saya gak ganggu kamu kan?"


"gak kok kak"


Mikael melihat ke arah tangan Elin yang terluka.


"tangan kamu kenapa?" tanya Mikael sedikit panik


"oh ini... " Elin ikut melihat ke arah tangannya. "kemarin ada insiden kecil di cafe, tapi udah mendingan kok" jawab Elin


"udah di obatin? atau mau ke dokter?"


"gak usah kak. Kemarin pak Yuan udah berikan saya salep"


"Yuan?" Ulang Mikael kaget.


"Ternyata dia bisa perhatian juga ke karyawannya" ujar Mikael dalam hati sambil tersenyum tipis.


Elin melihat senyum tipis di bibir Mikael. " Kenapa kak?"


"oh tidak apa-apa. Kita pergi sekarang aja yah" ajak Mikael dan dia sudah bersiap untuk berdiri.


"Tapi kak ini belum jam 12, belum jam istirahat makan siang di cafe"


"Tidak apa-apa, kalau boss kamu marah biar saya yang bicara dengannya nanti" ujar Mikael yang saat ini berdiri disamping Elin dan memegangi tangan Elin.


"Tapi kak" ujar Elin yang mulai panik.


"Saya yang tanggung jawab. Lagian kalau kamu di pecat kamu bisa kembali bekerja di perusahaan" Ujar Mikael sedikit geram lalu menarik tangan Elin pelan menuju ke parkiran cafe.


Mikael membukakan pintu mobil untuk Elin.


Kini mobil Mikael telah malaju ke jalan raya.


Tidak cukup 10 menit mereka telah sampai ke tujuan.


Mikael membawa Elin ke Restoran western yang dekat dengan cafe sesuai permintaan Elin di telpon tadi. Mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran. Mikael membawa Elin duduk di kursi dekat jendela restoran


Salah satu waitress membawakan mereka buku menu makanan restoran.


"Kak harganya fantastis banget, apa gak sebaiknya kita cari restoran lain saja?" bisik Elin yang menutupi wajahnya dan Mikael dengan buku menu restoran agar tidak di dengar oleh waitress yang menunggu pesanan mereka.


Cara Elin berbicara membuatnya tampak sangat imut hingga membuat Mikael hanya fokus dengan wajah Elin dan juga bibir merah muda Elin yang terus bergerak.


"kak El?" panggil Elin. Membuat Mikael tersadar kembali.


"Iya, tidak apa-apa kan saya yang teraktir. Kamu pesan saja apa yang kamu mau" jawab Mikael.


Elin kembali menurunkan buku menu restoran.


"maaf pak Bu jadinya mau pesan apa?" tanya waitress


"Norwegian salmon aja mbah 2, iced taro latte 1 dan mc punch 1" jawab Mikael


"ok. di tunggu yah Pak, Bu" ujar waitress dengan ramah lalu meninggalkan mereka.


"kamu masih suka iced taro latte kan?"


"iya kak"


Mikael tau minuman kesukaan Elin karena setiap kali mereka pergi makan di restoran minuman yang sering di pesan oleh Elin adalah ice taro latte.


"Lin kamu kok bisa sampai kerja di cafe Sun?" tanya Mikael penasaran.


"ceritanya panjang kak. Tapi saya kerja di cafe Sun hanya untuk sementara saja"


"kok bisa? Gimana ceritanya cuman sementara?" tanya Mikael heran.


"Saya hanya menggantikan sahabat saya bekerja disana kak" jawab Elin


Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin Mikael tanyakan ke Elin di mulai dari pengundurkan diri Elin dari perusahaan hingga dia bekerja di cafe Sun. Tapi dia tidak mungkin menanyakan pada Elin saat ini,dia butuh waktu lebih berdua dengan Elin.


"Elin hari sabtu nanti kamu ada waktu gak?" tanya Mikael


"Hari sabtu nanti gak ada kok kak. Kenapa emang?"


"kalau begitu sepulang kerja saya jemput kamu yah"


"mau kemana?"


"temani saya berbelanja untuk keperluan rumah, kamu mau kan?"


"Iya kak"


Sebenarnya yang biasa berbelanja keperluan rumah Mikael adalah asisten rumah tangganya. Tapi dia ingin berdua dengan Elin lebih lama.


Waitress telah datang membawa pesanan mereka dan menyajiankannya diatas meja.


Selesai makan Mikael mengantar Elin kembali ke cafe.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih