Who Are You? (WAY?)

Who Are You? (WAY?)
WAY #40



Yuan membawa Elin ke rumah makan seafood di atas laut yang lokasinya lumayan jauh dari resort.


"Pak Yuan sepertinya sudah hapal jalan di daerah ini?" tanya Elin penasaran.


"Waktu kecil keluarga saya sering berlibur ke daerah ini" jawab Yuan.


Elin hanya membentuk bibir dengan bentuk O tanda dia mengerti dengan perkataan Yuan.


Yuan memilih meja kosong yang berada di balkon rumah makan sehingga mereka dapat langsung melihat pemandangan laut luas.


Salah satu waitres memberikan mereka buku menu rumah makan lengkap dengan kertas kosong dan pulpen untuk mencatat pesanan mereka sendiri.


Yuan mulai mencatat pesanan menu makanannya.


"Pak Yuan boleh gak tambah udang saus tiram?"


"Pesan apa aja yang kamu mau" jawab Yuan.


Selesai mencatat pesanan mereka, Yuan memanggil salah satu waitress dan menyerahkan pesanan mereka.


"Seakrab apa kamu dan kak Mika?" tanya Yuan sambil menunggu pesanan mereka.


"Pak Mikael senior saya dulu di kampus, kami sempat 1 UKM di tahun terakhir dia kuliah. Setelah lulus saya dan pak Mikael lost contact sampai akhirnya saya bekerja di PT Winjaya Development" Jelas Elin.


"Dulu pacar kak Mika memanggilnya El. Apa kamu tau itu?" tanya Yuan.


"Tidak, saya tidak tau. Saya hanya tau saat pak Mikael kuliah dia mempunyai pacar, kalau tidak salah namanya Selena" jawab Elin.


"Kamu kenal dengan Kak Selena?" tanya Yuan kaget.


"Saya tidak kenal. Pak Mikael yang mengatakannya kepada saya saat kuliah dulu" jawab Elin.


"Kamu sepertinya cukup akrab dengan kak Mika sampai dia memberitahu ke kamu nama pacarnya" ujar Yuan.


Elin hanya mengangguk mendengarnya tanda setuju.


Waitress telah membawa menu pesanan mereka dan menyajikannya diatas meja makan.


Setelah semua pesanan mereka tersaji. Elin melihat semua menu yang tersaji, hampir semua jenis seafood yang di jual di rumah makan ini dipesan oleh Yuan kecuali udang yang dipesan oleh Elin.


"Pak Yuan alergi udang?" tanya Elin penasaran.


"Saya tidak alergi udang. Tapi saya tidak memakannya" jawab Yuan.


"Kenapa? udang enak loh pak" tanya Elin.


"Saya tidak suka dengan kaki dan kepalanya" jawab Yuan.


Elin lalu mengupas kulit udang hingga tersisa dagingnya.


"Kalau kek gini pak Yuan makan kan?" tanya Elin. Tanpa menunggu jawaban dari Yuan, Elin menaruh daging udang tersebut ke piring Yuan.


Yuan yang tadinya lagi mengambil cumi bakar di depannya langsung melihat ke arah Elin.


"coba aja pak. Rasanya enak loh. Udang adalah salah satu seafood kesukaan saya, dimasak apapun." ujar Elin sambil mengangkat alisnya menyuruh Yuan untuk memakannya. Tapi Yuan masih saja melihat Elin.


"Kalau tidak mau yah udah saya ambil kembali" lanjut Elin lalu mengambil udang di piring Yuan.


Tiba-tiba Yuan membuka mulutnya dan berkata "aa'". Elin yang melihatnya tersenyum dan mengerti apa maksud Yuan. Elin memasukkan udang tadi ke dalam mulut Yuan.


"Gimama pak? Enak kan?" tanya Elin sambil tersenyum puas melihat Yuan mengunyah udang yang diberikannya.


Yuan menjawabnya dengan anggukan sambil mengunyah udang tadi.


Mereka makan dengan tenang. Elin mengupaskan beberapa udang untuk Yuan dan memakan lauk yang di pesan Yuan.


Selesai makan. Mereka kembali ke resort. Tapi Elin tidak melihat Emi, Gino, Vino ataupun karyawan lainnya. Elin lalu menuju kebelakang resort, sementara Yuan meninggal Elin menuju ke kamarnya.


Elin mencari keberadaan Emi, Gino dan Vino. Tapi hanya menemukan keberadaan Emi yang sedang duduk di bawah pohon bersama dengan 3 orang karyawan lainnya.


"Hai" sapa Elin


"Hai" balas Emi dan 3 karyawan lainnya.


"Kamu dari mana?" tanya Emi.


"saya dari makan siang"


"Emi, Elin kami pamit dulu" pamit mereka bertiga.


"kalian mau kemana?" tanya Emi.


"kami mau main voly" jawab salah satu dari mereka.


"bersama Boss?" tanya Emi penasaran kepada Elin


Elin menjawabnya dengan anggukan. " Vino dan Gino kemana?" tanya Elin


"Gak tau, setelah makan siang tadi mereka menghilang. Bay the way Boss kemana?"


"Gak tau. Mungkin di kamarnya" jawab Elin singkat.


Hp Emi berbunyi di sampingnya. Dia lalu melihat kelayar hpnya.


"Gino telpon" ujar Emi lalu menerima panggilan Gino.


"Halo"


"Halo Mi, kita sebenarnya ada berapa orang sih?"


" Gak tau" jawab Emi.


"Elin ada sama kamu gak? soalnya hpnya gak bisa di hubungin"


"Ada, Elin ada di samping saya" jawab Emi lalu memberikan hpnya kepada Elin.


"Halo"


" Lin sebenarnya kita ada berapa orang sih jadinya"


"Yang ikut cuma 30 orang tambah Boss jadi 31 orang. Kenapa emang?"


Setelah mendapat jawaban yang diinginkan Vino hanya mengatakan Ok lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak


.


.


.


.


.


Bersambung...


hai guys


jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐Ÿ˜‰


like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐Ÿ˜Š


Terimakasih